alexametrics
31.6 C
Probolinggo
Tuesday, 9 August 2022

Evaluasi DAK Pariwisata Kab Pasuruan Rp 5 Miliar

GRATI, Radar Bromo – Setelah pemerintah pusat mengembalikan Dana Alokasi Khusus (DAK) ke daerah, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan akan mengevaluasi anggaran yang turun. Selain berkurang, ada pengerjaan yang akan dievaluasi apakah mencukupi dikerjakan sampai akhir tahun mendatang atau tidak.

Sekretaris Disparbud Gunawan Wicaksono mengatakan, anggaran DAK yang turun dari pusat memang ada pengurangan. Jika sebelumnya mencapai Rp 5,555 miliar, kini menjadi hanya Rp 5,085 miliar. Sehingga, akan ada evaluasi lagi mana pengerjaan fisik yang dikurangi.

“Untuk anggaran DAK Pariwisata ini semuanya memang pengerjaan fisik di BanyuBiru. Namun, dengan kepastian kembali diberikan ke daerah, akan kami evaluasi lagi terkait waktu pengerjaannya,” terang Gunawan.

Gunawan menjelaskan, meski DAK sudah fix turun ke daerah, namun memang progres tidak dari awal. Ini, lantaran sudah ada perencanaan awal tahun lalu.

Namun, karena baru dipastikan kembali turun Juli ini, maka Diparbud akan mengevaluasi lagi terkait tenggat waktu pengerjaan. Ini, lantaran ada beberapa proyek fisik yang dikerjakan.

Yaitu untuk perbaikan dan peningkatan fasilitas di Banyubiru mulai dari pembangunan plaza kuliner, pavingisasi, gapura, tempat ibadah, tempat parkir, sampai penataan landscape.

“Jadi, karena ada anggaran yang berkurang, ada yang diperkirakan juga dibatalkan. Kemungkinan gapura tidak jadi dilakukan tahun ini,” terangnya.

Termasuk untuk pembuatan plaza kuliner. Disebutkan akan dievaluasi kembali terkait waktu pengerjaannya. Ini lantaran ada proses yang harus dilalui seperti persiapan lelang, lelang sampai pengerjaan fisik. “Sedangkan pavingisasi kami optimistis masih bisa dikerjakan. Namun, item yang lain masih kami kaji lagi,” ujarnya. (eka/mie)

GRATI, Radar Bromo – Setelah pemerintah pusat mengembalikan Dana Alokasi Khusus (DAK) ke daerah, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan akan mengevaluasi anggaran yang turun. Selain berkurang, ada pengerjaan yang akan dievaluasi apakah mencukupi dikerjakan sampai akhir tahun mendatang atau tidak.

Sekretaris Disparbud Gunawan Wicaksono mengatakan, anggaran DAK yang turun dari pusat memang ada pengurangan. Jika sebelumnya mencapai Rp 5,555 miliar, kini menjadi hanya Rp 5,085 miliar. Sehingga, akan ada evaluasi lagi mana pengerjaan fisik yang dikurangi.

“Untuk anggaran DAK Pariwisata ini semuanya memang pengerjaan fisik di BanyuBiru. Namun, dengan kepastian kembali diberikan ke daerah, akan kami evaluasi lagi terkait waktu pengerjaannya,” terang Gunawan.

Gunawan menjelaskan, meski DAK sudah fix turun ke daerah, namun memang progres tidak dari awal. Ini, lantaran sudah ada perencanaan awal tahun lalu.

Namun, karena baru dipastikan kembali turun Juli ini, maka Diparbud akan mengevaluasi lagi terkait tenggat waktu pengerjaan. Ini, lantaran ada beberapa proyek fisik yang dikerjakan.

Yaitu untuk perbaikan dan peningkatan fasilitas di Banyubiru mulai dari pembangunan plaza kuliner, pavingisasi, gapura, tempat ibadah, tempat parkir, sampai penataan landscape.

“Jadi, karena ada anggaran yang berkurang, ada yang diperkirakan juga dibatalkan. Kemungkinan gapura tidak jadi dilakukan tahun ini,” terangnya.

Termasuk untuk pembuatan plaza kuliner. Disebutkan akan dievaluasi kembali terkait waktu pengerjaannya. Ini lantaran ada proses yang harus dilalui seperti persiapan lelang, lelang sampai pengerjaan fisik. “Sedangkan pavingisasi kami optimistis masih bisa dikerjakan. Namun, item yang lain masih kami kaji lagi,” ujarnya. (eka/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/