Radar Bromo

Mulai Rumuskan Kebijakan Baru untuk Sambut Tahapan New Normal di Kota Pasuruan

GADINGREJO, Radar Bromo – Pemkot Pasuruan mulai merumuskan kebijakan untuk menghadapi new normal atau tatanan kehidupan baru di Kota Pasuruan. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) setempat menyebut, saat ini ketentuan untuk kebijakan new normal di Kota Pasuruan sedang dipersiapkan untuk menerapkan sesuai SE Menteri Perdagangan Nomor 12 Tahun 2020.

Kepala Diskominfo Kota Pasuruan Kokoh Arie Hidayat mengungkapkan, swalayan, toko, dan restoran harus menerapkan protokol kesehatan sesuai SE tersebut dalam melayani pembeli. Setiap toko atau swalayan nantinya harus menerapkan pengaturan jarak, pengaturan jumlah pengunjung, dan juga penyediaan sarana cuci tangan atau hand sanitizer serta penggunaan masker baik pembeli ataupun penjual. Termasuk pengecekan suhu tubuh bagi pegawai.

“Intinya, di sini mengatur kegiatan perdagangan dalam rangka menjaga distribusi kebutuhan masyarakat di masa pandemi, tapi tetap harus menerapkan protokol kesehatan. Saat ini penerapannya masih kami konsep,” ungkapnya.

Mantan Kabag Organisasi Pemkot Pasuruan ini menjelaskan, penerapan aturan tersebut masih belum disosialisasikan ke masyarakat. Sebab, pihaknya masih akan melihat penerapan yang paling cocok dengan kebutuhan dan kondisi Kota Pasuruan dahulu, sebelum nantinya diberlakukan. Namun, ia memastikan kebijakan yang diambil akan sesuai dengan kondisi pemkot dan masyarakat.

Pihaknya sendiri berharap agar masyarakat saat ini tetap memperhatikan protokol kesehatan. Seperti untuk selalu mengenakan masker saat bepergian hingga tetap memberlakukan jarak aman. Sebab, meski Kota Pasuruan sebagian sudah masuk zona kuning, penyebaran Covid-19 di Kota Pasuruan masih berpotensi. Namun, pada prinsipnya ini untuk menghindari adanya klaster baru yang bermunculan.

“Sebetulnya saat ini masih sedang dirumuskan konsep kebijakan nantinya seperti apa. Tetapi, yang jelas tetap memenuhi protokol kesehatan,” terang Kokoh. (riz/fun)