2019, Klaim BP Jamsostek di Pasuruan-Probolinggo Tembus Rp 252,7 M

BANGIL, Radar Bromo – Sepanjang 2019 lalu, pengambilan klaim di BP Jamsostek (Dulu BPJS Ketenagakerjaan) Pasuruan mencapai Rp 252,7 Miliar. Yang tertinggi, dari pengajuan klaim Jaminan Hari Tua (JHT) mencapai Rp 227 Miliar.

Kepala Kantor BP Jamsostek Cabang Pasuruan yang meliputi wilayah Pasuruan – Probolinggo Arie Fianto Syofian menjelaskan, dari data BP Jamsostek, pengajuan klaim tahun 2019 memang cukup tinggi. Bahkan, naik lipat dua dibandingkan tahun 2018 lalu.

“Baik dari jumlah kasus dan jumlah klaim memang ada peningkatan. Hal ini lantaran selain peningkatan jumlah kepesertaan juga kesadaran peserta lebih tinggi untuk menggunakan klaim sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,” terang Arie.

Ia menjabarkan, klaim di tahun 2019 lalu mencapai Rp 252,7 miliar. Jumlah ini naik lipat dua dibandingkan tahun 2018 yang hanya Rp 122 miliar. Tertinggi masih didominasi oleh pengajuan Jaminan Hari Tua (JHT) yang mencapai 20.793 kasus dengan total kliam sebesar Rp 227 miliar.

Tingginya pengajuan JHT itu disebutkan bukan hanya indikasi lantaran banyak pekerja yang berhenti kerja. “Namun, juga ada yang alih profesi dari menjadi pekerja pabrik menjadi usaha mandiri. Dan mereka mengajuan klaim JHT tujuannya agar ada tambahan untuk ekonomi,” terangnya.

Sebenarnya, JHT memang ditujukan untuk Jaminan saat tua nanti saat usia 57 tahun dan sudah tidak bekerja. Namun, masih banyak peserta yang memilih mencairkan lebih dini untuk tambahan kebutuhan sehari-hari. Sehingga, klaim memang terus tinggi setiap tahunnya.

Adanya peningkatan juga terlihat dalam klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Sepanjang 2019, tercatat mencapai 2.665 kasus dengan total klaim sebesar Rp 14 miliar.

Jumlah itu naik dibanding pada 2018 yang hanya 1.800 kasus. Meningkatnya pengajuan klaim JKK disebutkan juga karena ada kesadaran atau aware dari pekerja memanfaatkan JKK jika terjadi kecelakaan utamanya kecelakaan lalu lintas saat berangkat dan pulang kerja.

Terakhir, terkait Jaminan Kematian (JKM) pengajuan sebesar 436 kasus dengan total klaim mencapai Rp 11,7 miliar. Untuk jaminan kematian memang sangat situasional di lapangan. Namun, untuk pekerja yang meninggal ada santunan yang diberikan dengan nilai klaim yang diberikan mencapai Rp 11,7 miliar. Jumlah ini meningkat dari tahun 2018 lalu dimana ada 201 kasus dengan klaim Rp 5,7 miliar. (eka/mie)