alexametrics
24.2 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

Empat Kecamatan di Kab Pasuruan Ini Vaksinasinya Masih Rendah

PASURUAN, Radar Bromo – Capaian vaksinasi umum Kabupaten Pasuruan telah mencapai lebih dari 55,44 persen. Vaksinasi lansia pun sudah 43,18 persen. Tapi, ada empat kecamatan yang ternyata capaian vaksinasinya kedodoran. Kalah jauh dari 20 kecamatan lainnya.

Empat kecamatan dengan capaian vaksinasi terendah itu ialah Kecamatan Lekok, Puspo, Pasrepan, dan Grati. Belum satu pun yang mampu mengikuti capaian rata-rata Kabupaten Pasuruan. Data yang diperoleh Jawa Pos Radar Bromo pada 17 November menyebutkan, keempat kecamatan tersebut belum mampu mencapai angka 40 persen. Baik vaksinasi umum maupun lansia (Lihat grafis).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid -19 Kabupaten Pasuruan Saifudin Ahmad menyatakan sangat berharap jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) setempat bekerja lebih keras. Bekerja bersama-sama untuk menggerakkan masyarakat agar mau mengikuti vaksinasi. Segera. Forkopimpka perlu jemput bola.

”Bahu-membahu dengan tenaga kesehatan. Bekerja sama dengan jajaran pemdes untuk menyadarkan masyarakat agar mau divaksin,” katanya.

Saifudin juga mengimbau langsung masyarakat agar sukarela dan berinisiatif mengikuti vaksinasi. Baik itu dosis pertama maupun dosis kedua. Terutama, mereka yang sudah lanjut usia atau lansia. Sebab, mereka rentan terpapar serangan Covid-19.

”Vaksinasi ini bertujuan membentuk herd immunity agar rantai penyebaran Covid-19 bisa dihambat,” terangnya.

Di sisi lain, dua kecamatan tercatat memiliki capaian tertinggi vaksinasi. Yaitu, Kecamatan Prigen dan Kecamatan Bangil. Kecamatan Prigen vaksinasi umum mencapai 85,56 persen. Namun, untuk lansia 46,14 persen. Kecamatan Bangil vaksinasi umum bahkan mencapai 81,01 persen. Namun, untuk  lansia vaksinasi mencapai 42, 97 persen.

Pemkab Pasuruan tengah menggencarkan percepatan vaksinasi ke-24 kecamatan di wilayahnya. Berbagai terobosan dilakukan. Di antarnya, menggerakkan vaksinasi kolaborasi. Kerja sama berbagai stakeholders. Mulai pemkab, TNI, Polri, swasta, ormas, dan sebagainya. Diharapkan, upaya ini bisa melindungi masyarakat dari penularan Covid-19. Selain itu, meningkatkan status PPKM dari level 3 ke level 2. (sid/far)

PASURUAN, Radar Bromo – Capaian vaksinasi umum Kabupaten Pasuruan telah mencapai lebih dari 55,44 persen. Vaksinasi lansia pun sudah 43,18 persen. Tapi, ada empat kecamatan yang ternyata capaian vaksinasinya kedodoran. Kalah jauh dari 20 kecamatan lainnya.

Empat kecamatan dengan capaian vaksinasi terendah itu ialah Kecamatan Lekok, Puspo, Pasrepan, dan Grati. Belum satu pun yang mampu mengikuti capaian rata-rata Kabupaten Pasuruan. Data yang diperoleh Jawa Pos Radar Bromo pada 17 November menyebutkan, keempat kecamatan tersebut belum mampu mencapai angka 40 persen. Baik vaksinasi umum maupun lansia (Lihat grafis).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid -19 Kabupaten Pasuruan Saifudin Ahmad menyatakan sangat berharap jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) setempat bekerja lebih keras. Bekerja bersama-sama untuk menggerakkan masyarakat agar mau mengikuti vaksinasi. Segera. Forkopimpka perlu jemput bola.

”Bahu-membahu dengan tenaga kesehatan. Bekerja sama dengan jajaran pemdes untuk menyadarkan masyarakat agar mau divaksin,” katanya.

Saifudin juga mengimbau langsung masyarakat agar sukarela dan berinisiatif mengikuti vaksinasi. Baik itu dosis pertama maupun dosis kedua. Terutama, mereka yang sudah lanjut usia atau lansia. Sebab, mereka rentan terpapar serangan Covid-19.

”Vaksinasi ini bertujuan membentuk herd immunity agar rantai penyebaran Covid-19 bisa dihambat,” terangnya.

Di sisi lain, dua kecamatan tercatat memiliki capaian tertinggi vaksinasi. Yaitu, Kecamatan Prigen dan Kecamatan Bangil. Kecamatan Prigen vaksinasi umum mencapai 85,56 persen. Namun, untuk lansia 46,14 persen. Kecamatan Bangil vaksinasi umum bahkan mencapai 81,01 persen. Namun, untuk  lansia vaksinasi mencapai 42, 97 persen.

Pemkab Pasuruan tengah menggencarkan percepatan vaksinasi ke-24 kecamatan di wilayahnya. Berbagai terobosan dilakukan. Di antarnya, menggerakkan vaksinasi kolaborasi. Kerja sama berbagai stakeholders. Mulai pemkab, TNI, Polri, swasta, ormas, dan sebagainya. Diharapkan, upaya ini bisa melindungi masyarakat dari penularan Covid-19. Selain itu, meningkatkan status PPKM dari level 3 ke level 2. (sid/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/