alexametrics
31.9 C
Probolinggo
Tuesday, 7 December 2021

Bangun Drainase demi Jaga Sumber Mata Air di Umbulan

PASURUAN, Radar Bromo – Pembangunan saluran drainase tengah berlangsung di sekitar kolam utama mata air Umbulan. Pembuatan saluran drainase itu tidak lepas dari proyek SPAM Umbulan yang disalurkan untuk lima daerah di Jawa Timur.

Kepala UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai WelangPekalen di Pasuruan Novita Andrianie mengatakan, kolam utama Umbulan sudah ditutup untuk umum. Sebab, kawasan itu menjadi tempat konservasi. Air dari sumber tersebut ditujukan untuk dikonsumsi warga di lima daerah. Yaitu, Kota dan Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya, serta Kabupaten Gresik.

”Kawasan itu kan kawasan konservasi untuk saat ini. Jadi, harus steril,” ungkapnya.

Menurut dia, pembangunan di kawasan Umbulan itu sesuai Peraturan Gubernur No. 2 Tahun 2019 tentang Konservasi Mata Air Umbulan. Dalam pergub itu diatur tentang pembangunan untuk mendukung pemenuhan air bersih Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan lima kabupaten/kota. Debitnya sekitar 4 ribu liter per detik.

”Pembangunan sesuai pergub itu lintas sektor. Nah, pembangunan yang sekarang itu adalah PU Cipta Karya,” ungkapnya.

Yang dibangun adalah drainase. Tujuannya, menghindari air keruh masuk ke sumber utama. Sebab, sebelumnya pernah terjadi, air hujan masuk dan mengakibatkan kolam utama itu menjadi keruh. ”Penetralan sebenarnya cepat kok. Tapi, ya untuk meminimalkan, dibuat drainase,” papar Novita.

Secara terpisah, Wahyu, kasi Air Minum PU Cipta Karya Provinsi Jawa Timur mengatakan, pembangunan drainase di Umbulan memiliki volume 250 meter. Anggarannya Rp 792.091.031.

PASURUAN, Radar Bromo – Pembangunan saluran drainase tengah berlangsung di sekitar kolam utama mata air Umbulan. Pembuatan saluran drainase itu tidak lepas dari proyek SPAM Umbulan yang disalurkan untuk lima daerah di Jawa Timur.

Kepala UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai WelangPekalen di Pasuruan Novita Andrianie mengatakan, kolam utama Umbulan sudah ditutup untuk umum. Sebab, kawasan itu menjadi tempat konservasi. Air dari sumber tersebut ditujukan untuk dikonsumsi warga di lima daerah. Yaitu, Kota dan Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya, serta Kabupaten Gresik.

”Kawasan itu kan kawasan konservasi untuk saat ini. Jadi, harus steril,” ungkapnya.

Menurut dia, pembangunan di kawasan Umbulan itu sesuai Peraturan Gubernur No. 2 Tahun 2019 tentang Konservasi Mata Air Umbulan. Dalam pergub itu diatur tentang pembangunan untuk mendukung pemenuhan air bersih Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan lima kabupaten/kota. Debitnya sekitar 4 ribu liter per detik.

”Pembangunan sesuai pergub itu lintas sektor. Nah, pembangunan yang sekarang itu adalah PU Cipta Karya,” ungkapnya.

Yang dibangun adalah drainase. Tujuannya, menghindari air keruh masuk ke sumber utama. Sebab, sebelumnya pernah terjadi, air hujan masuk dan mengakibatkan kolam utama itu menjadi keruh. ”Penetralan sebenarnya cepat kok. Tapi, ya untuk meminimalkan, dibuat drainase,” papar Novita.

Secara terpisah, Wahyu, kasi Air Minum PU Cipta Karya Provinsi Jawa Timur mengatakan, pembangunan drainase di Umbulan memiliki volume 250 meter. Anggarannya Rp 792.091.031.

MOST READ

BERITA TERBARU