alexametrics
26.7 C
Probolinggo
Thursday, 29 October 2020

Tanpa Banyak Massa, Kesan Sederhana di Apel Harjakabpas ke 1091

PASURUAN, Radar Bromo – Hari jadi Kabupaten Pasuruan tahun ini sangat berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya. Di pelaksanaan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke 1091, pelaksanaannya digelar lebih sederhana. Ini tercermin saat pembukaan apel Hari Jadi yang kemarin (18/9) digelar di Halaman Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti Kabupaten Pasuruan.

Dalam acara yang dihadiri Forkopimda tersebut, acara digelar terbatas. Bahkan tak ditonton masyarakat luas. Selain itu pelaksanaannya juga tetap mengedepankan protokoler kesehatan, mulai dari bermasker hingga seluruh undangan jaga jarak.

Forkopimda yang hadir mulai dari Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf, Wabup Pasuruan KH Mujib Imron serta Forkopimda yang lain, kompak mengenakan Baju Isyana, yang merupakan pakaian khas Kabupaten Pasuruan.

Apabila ditotal, jumlah peserta upacara jauh lebih sedikit bila dibanding jumlah peserta upacara pada tahun lalu. Di peringatan tahun lalu, acara digelar di alun-alun Bangil dan dapat disaksikan banyak masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Irsyad yang menjadi Inspektur Upacara mengatakan, Tema Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke 1091 berkaitan dengan pandemi. ‘Dengan semangat Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke 1091 kita wujudkan keluarga berdaya lawan Covid-19 di Kabupaten Pasuruan’. Tema ini menjadi motivasi seluruh keluarga di Kabupaten Pasuruan agar sama-sama kuat dan tangguh dalam menghadapi virus korona.

“Semangat yang terus membara harus kita kobarkan dalam mencegah penyebaran Covid-19 dengan langkah-langkah efektif dan efisien. Yang lebih penting mengetahui apa itu virus Covid-19, gejala-gejala yang ditimbulkan, bagaimana mengantisipasinya dan yang terakhir mengetahui langkah-langkah yang perlu diambil, jika sudah terkena dampak,” katanya.

Pemkab Pasuruan, kata bupati, tak pernah berhenti untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya penerapan protokol kesehatan selama Pandemi Covid-19. Utamanya 5M, yakni memakai masker saat keluar rumah, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak aman, meningkatkan imun tubuh dan memperbanyak berdoa.

“Di tengah merebaknya virus korona ini, saya minta kepada masyarakat untuk tidak panik. Tapi selalu lakukan penerapan protokol kesehatan dan hidup sehat dengan cara memakai masker saat keluar rumah, menjaga jarak aman, mencuci tangan menggunakan sabun dan air bersih mengalir, meningkatkan imun tubuh dengan cara berolah raga seraya melaksanakan pola hidup teratur dan yang paling bertuah adalah memanjatkan doa kepada tuhan yang maha esa sebagai upaya kita untuk selalu diberikan kesehatan dijauhkan dari segala macam bahaya,” jelasnya.

Jargon Kebal Covid-19 (keluarga berdaya melawan Covid ) merupakan salah satu gagasan untuk mengendalikan dampak lanjutan ekonomi di era new normal. Spirit implementasinya adalah berbasis keluarga dan menjadi bagian terkecil dan motor penggerak berbagai aspek kehidupan. Mulai berdaya literasi, mitigasi, kesehatan lingkungan, pendidikan, spiritual, wirausaha hingga berdaya secara ekonomi dan sosial. (fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Rencana Normalisasi Kalimati; Sosialisasikan Uang Pengganti Rumah

Penggusuran memang menjadi pilihan saat program normalisasi Kalimati atau Bangiltak direalisasikan. Tapi, hal itu tidak akan dilakukan serta merta tanpa solusi bagi warga.

Ini Kata Misbakhun tentang UU Ciptaker, Disebut Justru Pro Rakyat

Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Mukhamad Misbakhun, menepis isu miring mengenai UU Cipta Kerja.

Dewan Sebut Pemilik Usaha yang Cemarkan Kaliputih Harus Disanksi

Komisi 3 DPRD Kabupaten Pasuruan, mendesak kasus ini terus diselidiki dan pemilih usaha harus disanksi tegas.

BSU Pekerja Gelombang 2 Pasuruan-Probolinggo Cair Mulai November

Pencairan gelombang pertama sudah dicairkan sebesar Rp 1,2 juta sejak pertengahan Agustus sampai Oktober ini.

Laporan Perusakan APK Belum Sempurna, Tim Punya Waktu Dua Hari

Syarat formil itu meliputi subyek pelapor, terlapor, waktu kejadian serta saksi-saksi.