alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Pamit ke Makam, Warga Pohgading Pasrepan Hilang

PASREPAN, Radar BromoSudah seminggu ini keluarga mencari-cari. Asmari, 53, menghilang tanpa tujuan. Tidak pulang-pulang. Dibantu warga Desa Pohgading, Kecamatan Pasrepan, keluarga Asmari melacak jejak lelaki paro baya yang menderita gangguan otak tersebut. Ke mana perginya.

Asmari menghilang sejak Sabtu (12/6). Sekitar pukul 19.00 malam itu, dia pamit ingin mengaji ke sebuah makam di kampung sebelah. Lokasi makam berada di tengah kebun tebu.

”Habis salat Isya, paman saya pamit zikir ke makam Mbah Bambang. Sampai sekarang tidak pulang,” kata Ahmad Barik, keponakan Asmari.

Keluarga kebingungan. Mula-mula, mereka mengecek lokasi makam. Tetapi, ternyata tidak ada. Di tempat-tempat lain Asmari juga tidak ditemukan. Menurut Barik, pamannya itu mengalami gangguan otak. Sering mengeluh ketakutan sendiri.

”Beberapa hari terakhir berubah. Tidak tahu kenapa. Kadang takut-takut sendiri,” katanya.

Barik juga khawatir kondisi pamannya itu. Keluarga Asmari telah melapor kepada kepala desa. Bahwa, ayah tiga anak itu tidak pulang-pulang. Pemerintah desa sudah berupaya membantu mencari. Namun, belum ada hasilnya.

“Bukan gila ya. Sakitnya itu sejak beberapa waktu ini,” katanya.

Barik mengaku terus berupaya menemukan sang paman. Dia datang ke Makam Kiai Sepuh di Pasuruan. Tetapi, Asmari belum ketemu juga. Keluarga berharap dia segera pulang. Sebab, anak ketiganya masih butuh orang tua. Yang dua anak sudah berumah tangga.

”Yang terakhir ini masih sekolah. Kasihan juga. Siapa saja yang tahu tolong segera beri tahu kami,” ungkap Barik. (sid/far)

PASREPAN, Radar BromoSudah seminggu ini keluarga mencari-cari. Asmari, 53, menghilang tanpa tujuan. Tidak pulang-pulang. Dibantu warga Desa Pohgading, Kecamatan Pasrepan, keluarga Asmari melacak jejak lelaki paro baya yang menderita gangguan otak tersebut. Ke mana perginya.

Asmari menghilang sejak Sabtu (12/6). Sekitar pukul 19.00 malam itu, dia pamit ingin mengaji ke sebuah makam di kampung sebelah. Lokasi makam berada di tengah kebun tebu.

”Habis salat Isya, paman saya pamit zikir ke makam Mbah Bambang. Sampai sekarang tidak pulang,” kata Ahmad Barik, keponakan Asmari.

Keluarga kebingungan. Mula-mula, mereka mengecek lokasi makam. Tetapi, ternyata tidak ada. Di tempat-tempat lain Asmari juga tidak ditemukan. Menurut Barik, pamannya itu mengalami gangguan otak. Sering mengeluh ketakutan sendiri.

”Beberapa hari terakhir berubah. Tidak tahu kenapa. Kadang takut-takut sendiri,” katanya.

Barik juga khawatir kondisi pamannya itu. Keluarga Asmari telah melapor kepada kepala desa. Bahwa, ayah tiga anak itu tidak pulang-pulang. Pemerintah desa sudah berupaya membantu mencari. Namun, belum ada hasilnya.

“Bukan gila ya. Sakitnya itu sejak beberapa waktu ini,” katanya.

Barik mengaku terus berupaya menemukan sang paman. Dia datang ke Makam Kiai Sepuh di Pasuruan. Tetapi, Asmari belum ketemu juga. Keluarga berharap dia segera pulang. Sebab, anak ketiganya masih butuh orang tua. Yang dua anak sudah berumah tangga.

”Yang terakhir ini masih sekolah. Kasihan juga. Siapa saja yang tahu tolong segera beri tahu kami,” ungkap Barik. (sid/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/