alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

Dihantam Ombak, Tembok Musala di Wates Lekok Jebol

LEKOK, Radar Bromo Banjir rob disertai cuaca buruk masih terjadi di kawasan pesisir di Pasuruan. Kemarin (19/5), ombak tinggi disertai angin membuat sebuah musala jebol di Dusun Pasir Panjang, Desa Wates, Lekok, Kabupaten Pasuruan.

Sepanjang hari itu, air laut memang pasang. Angin bertiup kencang di laut, membuat ombak tinggi datang bertubi-tubi. Menghantam semua bangunan yang ada di pinggir pantai. Termasuk bangunan musala di Pasir Panjang.

Tak kuat menahan terjangan ombak, bangunan musala pun ambrol. Dinding musala di sebelah tempat imam jebol. Bagian dalam musala pun langsung tembus pandang.

Zulham, seorang warga setempat mengatakan, musala itu selama ini selalu difungsikan warga. Meskipun kondisinya sudah tua. Selain untuk salat berjamaah, musala juga dimanfaatkan untuk anak-anak setempat mengaji.

“Mulai pukul sepuluh pagi memang ombaknya tinggi disertai angin. Lalu sekitar pukul dua belas siang tembok musala jebol cukup parah,” katanya.

Posisi musala itu sendiri memang rawan jebol. Sebab, bangunan musala berada tepat di pinggir laut. Setiap ombak yang datang pasti langsung menghantam dinding musala. Tidak ada tembok atau dinding pembatas yang bisa menahan terjangan ombak.

Warga, menurut Zulham, sebenarnya ingin dibangun tembok penahan ombak. Sehingga bangunan yang tepat berada di tepi laut selamat dari gempuran ombak. Sebab, tanah yang merupakan perbatasan antara pantai dan perkampungan sudah tergerus.

“Kami ingin ada plengsengan. Soalnya tanah batas antara pantai dan perkampungan sudah ngerong terkena gerusan,” ungkapnya.

Sementara ini, warga membuat penahan dengan alat seadanya. Tujuannya agar kerusakan akibat ombak pada musala tidak semakin parah.

“Ini sudah kedua kalinya. Tahun lalu dinding musala sempat retak dan sudah diperbaiki. Sekarang malah jebol,” tuturnya.

Kades Wates Mahrus berharap dibangun tangkis di pinggir pantai. Agar tidak terjadi lagi kerusakan yang serupa dengan musala.

“Kebetulan sekarang ini musala yang rusak. Ke depan kami tidak ingin ada hal lain yang terjadi,” tuturnya. (sid/hn)

 

LEKOK, Radar Bromo Banjir rob disertai cuaca buruk masih terjadi di kawasan pesisir di Pasuruan. Kemarin (19/5), ombak tinggi disertai angin membuat sebuah musala jebol di Dusun Pasir Panjang, Desa Wates, Lekok, Kabupaten Pasuruan.

Sepanjang hari itu, air laut memang pasang. Angin bertiup kencang di laut, membuat ombak tinggi datang bertubi-tubi. Menghantam semua bangunan yang ada di pinggir pantai. Termasuk bangunan musala di Pasir Panjang.

Tak kuat menahan terjangan ombak, bangunan musala pun ambrol. Dinding musala di sebelah tempat imam jebol. Bagian dalam musala pun langsung tembus pandang.

Zulham, seorang warga setempat mengatakan, musala itu selama ini selalu difungsikan warga. Meskipun kondisinya sudah tua. Selain untuk salat berjamaah, musala juga dimanfaatkan untuk anak-anak setempat mengaji.

“Mulai pukul sepuluh pagi memang ombaknya tinggi disertai angin. Lalu sekitar pukul dua belas siang tembok musala jebol cukup parah,” katanya.

Posisi musala itu sendiri memang rawan jebol. Sebab, bangunan musala berada tepat di pinggir laut. Setiap ombak yang datang pasti langsung menghantam dinding musala. Tidak ada tembok atau dinding pembatas yang bisa menahan terjangan ombak.

Warga, menurut Zulham, sebenarnya ingin dibangun tembok penahan ombak. Sehingga bangunan yang tepat berada di tepi laut selamat dari gempuran ombak. Sebab, tanah yang merupakan perbatasan antara pantai dan perkampungan sudah tergerus.

“Kami ingin ada plengsengan. Soalnya tanah batas antara pantai dan perkampungan sudah ngerong terkena gerusan,” ungkapnya.

Sementara ini, warga membuat penahan dengan alat seadanya. Tujuannya agar kerusakan akibat ombak pada musala tidak semakin parah.

“Ini sudah kedua kalinya. Tahun lalu dinding musala sempat retak dan sudah diperbaiki. Sekarang malah jebol,” tuturnya.

Kades Wates Mahrus berharap dibangun tangkis di pinggir pantai. Agar tidak terjadi lagi kerusakan yang serupa dengan musala.

“Kebetulan sekarang ini musala yang rusak. Ke depan kami tidak ingin ada hal lain yang terjadi,” tuturnya. (sid/hn)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/