alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

Banjir Rob Masih Merendam Rumah Warga di Pesisir Pasuruan

PASURUAN, Radar Bromo– Banjir rob masih melanda sebagian wilayah di Kota/ Kabupaten Pasuruan. Ada tiga desa di tiga kecamatan yang hingga kemarin kebanjiran.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, di Kabupaten Pasuruan banjir rob terjadi di Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton dan Desa Jatirejo, Kecamatan Lekok. Sedangkan di Kota Pasuruan terjadi di Kelurahan Bandaran, Kecamatan Panggungrejo.

Menurut sejumlah warga, banjir rob ini merupakan yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Biasanya banjir hanya sekitar 10 – 20 sentimeter. Tetapi, kali ini mencapai setengah meter lebih terutama di tepi pantai.

Seperti Dusun Kisik, Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton. Di lokasi ini, banjir merendam puluhan rumah. Banjir terjadi sejak empat hari lalu. Akibatnya aktivitas warga terganggu.

Solikha, 39, warga setempat mengatakan, banjir masuk rumahnya sejak Senin (17/5). Ketinggian air di rumah mencapai 20-30 sentimeter.

“Dua kali banjir masuk rumah. Kemarin juga masuk, tapi ini parah dan lebih besar,” katanya.

Menurutnya, beberapa tahun terahir banjir rob tidak separah sekarang. Ia berharap ada perhatian agar banjir rob tidak terjadi setiap tahun. “Ya bagaimana caranya agar tidak banjir lagi,” tandasnya.

PASURUAN, Radar Bromo– Banjir rob masih melanda sebagian wilayah di Kota/ Kabupaten Pasuruan. Ada tiga desa di tiga kecamatan yang hingga kemarin kebanjiran.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, di Kabupaten Pasuruan banjir rob terjadi di Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton dan Desa Jatirejo, Kecamatan Lekok. Sedangkan di Kota Pasuruan terjadi di Kelurahan Bandaran, Kecamatan Panggungrejo.

Menurut sejumlah warga, banjir rob ini merupakan yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Biasanya banjir hanya sekitar 10 – 20 sentimeter. Tetapi, kali ini mencapai setengah meter lebih terutama di tepi pantai.

Seperti Dusun Kisik, Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton. Di lokasi ini, banjir merendam puluhan rumah. Banjir terjadi sejak empat hari lalu. Akibatnya aktivitas warga terganggu.

Solikha, 39, warga setempat mengatakan, banjir masuk rumahnya sejak Senin (17/5). Ketinggian air di rumah mencapai 20-30 sentimeter.

“Dua kali banjir masuk rumah. Kemarin juga masuk, tapi ini parah dan lebih besar,” katanya.

Menurutnya, beberapa tahun terahir banjir rob tidak separah sekarang. Ia berharap ada perhatian agar banjir rob tidak terjadi setiap tahun. “Ya bagaimana caranya agar tidak banjir lagi,” tandasnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/