alexametrics
27.1 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Tahun Ini Kota Pasuruan Dijatah Jargas 7.004 Saluran

PURWOREJO, Radar Bromo – Cakupan jaringan gas (jargas) untuk rumah tangga di Kota Pasuruan, diperluas. Tahun 2021 ini, Kota Pasuruan mendapat jatah pemasangan jargas untuk 7.004 sambungan rumah (SR).

Namun, bantuan dari Pemerintah Pusat itu belum bisa mencakup seluruh kelurahan. Hanya 10 kelurahan di tiga kecamatan. Meliputi, 3.052 SR di Kecamatan Purworejo dan 2.496 SR di Kecamatan Bugul Kidul. Sisanya, 1.456 SR di Kecamatan Panggungrejo.

Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf mengatakan, pemasangan jargas dikhususkan bagi masyarakat kelas menengah ke bawah. Agar masyarakat dapat menikmati gas setiap saat dengan aman. Jargas memiliki tekanan yang lebih rendah ketimbang elpiji. Bila terjadi kebocoran, gas akan langsung naik ke udara. “Ini juga menjadi program prioritas nasional sebagai upaya diversifikasi energi dan pengurangan subsidi,” ujarnya.

Biaya pengeluaran masyarakat yang menggunakan jargas, dipastikan lebih hemat dibanding elpiji 3 kilogram. Apalagi, gas yang disalurkan mengalir 24 jam. Selain memangkas biaya pengeluaran rumah tangga, pengguna jargas juga secara tidak langsung ikut menghemat pengeluaran negara. Sebab, penggunaan elpiji selama ini disubsidi pemerintah melalui APBN. “Terjadi penghematan, baik dari sisi konsumen maupun pemerintah,” kata Gus Ipul.

SUDAH TERPASANG: Permukiman di Jalan Jawa yang sudah terpasang jaringan gas. (Foto: M Zubaidilah/Jawa Pos Radar Bromo)

Karenanya, mantan wakil gubernur Jawa Timur, ini mendukung penuh program tersebut. Terutama saat pemasangan jargas nanti agar bisa berjalan maksimal. “Saya akan bantu selama proses pemasangannya,” ungkapnya.

Pihaknya juga meminta masyarakat mengawal pemasangan jargas. “Kami juga minta pengurus RT, RW, hingga kelurahan ikut mengawal betul agar program ini sukses dan tidak ada kendala,” katanya.

Pemasangan jargas di Kota Pasuruan sebenarnya bukan kali pertama. Sebelumnya, jargas sudah disalurkan untuk 6.314 SR. Pembangunannya dirampungkan pada 2018. Sasaran selanjutnya 7.004 SR. Rencananya mulai dibangun pada 2020. Namun, batal karena adanya pandemi Covid-19. Proyek ini baru direalisasikan tahun ini. (tom/rud)

PURWOREJO, Radar Bromo – Cakupan jaringan gas (jargas) untuk rumah tangga di Kota Pasuruan, diperluas. Tahun 2021 ini, Kota Pasuruan mendapat jatah pemasangan jargas untuk 7.004 sambungan rumah (SR).

Namun, bantuan dari Pemerintah Pusat itu belum bisa mencakup seluruh kelurahan. Hanya 10 kelurahan di tiga kecamatan. Meliputi, 3.052 SR di Kecamatan Purworejo dan 2.496 SR di Kecamatan Bugul Kidul. Sisanya, 1.456 SR di Kecamatan Panggungrejo.

Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf mengatakan, pemasangan jargas dikhususkan bagi masyarakat kelas menengah ke bawah. Agar masyarakat dapat menikmati gas setiap saat dengan aman. Jargas memiliki tekanan yang lebih rendah ketimbang elpiji. Bila terjadi kebocoran, gas akan langsung naik ke udara. “Ini juga menjadi program prioritas nasional sebagai upaya diversifikasi energi dan pengurangan subsidi,” ujarnya.

Biaya pengeluaran masyarakat yang menggunakan jargas, dipastikan lebih hemat dibanding elpiji 3 kilogram. Apalagi, gas yang disalurkan mengalir 24 jam. Selain memangkas biaya pengeluaran rumah tangga, pengguna jargas juga secara tidak langsung ikut menghemat pengeluaran negara. Sebab, penggunaan elpiji selama ini disubsidi pemerintah melalui APBN. “Terjadi penghematan, baik dari sisi konsumen maupun pemerintah,” kata Gus Ipul.

SUDAH TERPASANG: Permukiman di Jalan Jawa yang sudah terpasang jaringan gas. (Foto: M Zubaidilah/Jawa Pos Radar Bromo)

Karenanya, mantan wakil gubernur Jawa Timur, ini mendukung penuh program tersebut. Terutama saat pemasangan jargas nanti agar bisa berjalan maksimal. “Saya akan bantu selama proses pemasangannya,” ungkapnya.

Pihaknya juga meminta masyarakat mengawal pemasangan jargas. “Kami juga minta pengurus RT, RW, hingga kelurahan ikut mengawal betul agar program ini sukses dan tidak ada kendala,” katanya.

Pemasangan jargas di Kota Pasuruan sebenarnya bukan kali pertama. Sebelumnya, jargas sudah disalurkan untuk 6.314 SR. Pembangunannya dirampungkan pada 2018. Sasaran selanjutnya 7.004 SR. Rencananya mulai dibangun pada 2020. Namun, batal karena adanya pandemi Covid-19. Proyek ini baru direalisasikan tahun ini. (tom/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/