alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

49 Pedagang Belum Ter-Cover Kios Baru Pasar Gondangwetan

GONDANGWETAN, Radar Bromo-Penyerahan kios di Pasar tradisional Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, sejauh ini belum dilakukan. Penyebabnya, masih ada pedagang yang tidak kebagian kios.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar pada Disperindag Kabupaten Pasuruan Gatot Sutanto mengatakan, pengerjaan revitalisasi Pasar Gondangwetan sejatinya telah selesai akhir tahun lalu. Bahkan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga telah melakukan pemeriksaan terhadap proyek revitalisasi yang menggunakan dana dari APBN tersebut.

Namun, penyerahan kios belum bisa dilakukan kepada para pedagang. Kendalanya, pedagang pasar yang terdampak proyek itu ada yang tidak kebagian kios.

“Rencananya diserahkan setelah diperiksa. Tetapi, setelah pendataan pedagang ada yang tidak ter-cover,” kata Gatot kepada Jawa Pos Radar Bromo.

Gatot menjelaskan, jumlah pedagang yang tak kebagian cukup banyak. Ada sekitar 49 pedagang yang tidak ter-cover los atau kios baru itu.

Karena itu, Disperindag bakal melakukan pembangunan kios semipermanen untuk meng-cover pedagang yang tak kebagian kios itu. “Secepatnya akan kami bangunkan. Jumlahnya ada 49. Ini nanti dengan menggunakan dana APBD,” jelasnya.

Rencananya, pembangunan itu tidak menggunakan sistem lelang. Sebab, anggarannya sebesar Rp 32 juta. Sehingga, tidak menunggu lama proyek itu akan segera dikerjakan. “Secepatnya. Nunggu anggarannya cair. Selain itu juga menyelesaikan DED (Detail Engineering Design)-nya,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, revitalisasi Pasar Gondangwetan dilakukan pada 2020 lalu. Di dalamnya mencapai 104 kios dan los. Anggaran revitaliasi sendiri sebesar Rp 4 miliar dari dana APBN Tugas Pembantuan (TP). (sid/mie)

 

GONDANGWETAN, Radar Bromo-Penyerahan kios di Pasar tradisional Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, sejauh ini belum dilakukan. Penyebabnya, masih ada pedagang yang tidak kebagian kios.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar pada Disperindag Kabupaten Pasuruan Gatot Sutanto mengatakan, pengerjaan revitalisasi Pasar Gondangwetan sejatinya telah selesai akhir tahun lalu. Bahkan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga telah melakukan pemeriksaan terhadap proyek revitalisasi yang menggunakan dana dari APBN tersebut.

Namun, penyerahan kios belum bisa dilakukan kepada para pedagang. Kendalanya, pedagang pasar yang terdampak proyek itu ada yang tidak kebagian kios.

“Rencananya diserahkan setelah diperiksa. Tetapi, setelah pendataan pedagang ada yang tidak ter-cover,” kata Gatot kepada Jawa Pos Radar Bromo.

Gatot menjelaskan, jumlah pedagang yang tak kebagian cukup banyak. Ada sekitar 49 pedagang yang tidak ter-cover los atau kios baru itu.

Karena itu, Disperindag bakal melakukan pembangunan kios semipermanen untuk meng-cover pedagang yang tak kebagian kios itu. “Secepatnya akan kami bangunkan. Jumlahnya ada 49. Ini nanti dengan menggunakan dana APBD,” jelasnya.

Rencananya, pembangunan itu tidak menggunakan sistem lelang. Sebab, anggarannya sebesar Rp 32 juta. Sehingga, tidak menunggu lama proyek itu akan segera dikerjakan. “Secepatnya. Nunggu anggarannya cair. Selain itu juga menyelesaikan DED (Detail Engineering Design)-nya,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, revitalisasi Pasar Gondangwetan dilakukan pada 2020 lalu. Di dalamnya mencapai 104 kios dan los. Anggaran revitaliasi sendiri sebesar Rp 4 miliar dari dana APBN Tugas Pembantuan (TP). (sid/mie)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/