alexametrics
27.1 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Ada 357 Penerima PKH di Kab Pasuruan Mundur

PASURUAN, Radar Bromo Sejumlah 357 keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Pasuruan, mengundurkan diri. Mereka enggan menerima bantuan karena merasa telah mampu. Mereka menyatakan diri tidak berhak lagi menerima bantuan dari pemerintah.

Salah satu Koordinator Kabupaten (Korkab) Pasuruan PKH Nahroji mengatakan, sejauh ini ada KPM yang mengundurkan diri. Jika ditotal sejak Januari-Oktober, ada sekitar 357 KPM. Mereka mundur, dengan kesadaran sendiri. “Ini kami sebut graduasi mandiri. Mereka yang sudah merasa mampu mengundurkan diri secara suka rela,” ujarnya.

Ia menjelaskan, total KPM aktif di daerahnya ada sekitar 89.017 KPM. Yang tergraduasi total 3.136 KPM. Terdiri atas 357 mandiri dan 2.779 alami. Maksudnya, alami ini karena sebab meninggal. “Kami juga melakukan sosialisasi. Jadi, yang memang sudah tidak berhak kami berikan pengertian agar mereka bisa mengundurkan diri,” ujarnya.

Selain tinjauan di lapangan, warga yang dinilai tidak berhak lagi mendapatkan bantuan juga ada laporan dari masing-masing pemerintah desa. Dari laporan itu, pihaknya mendatangi yang bersangkutan untuk diberikan pengertian. Caranya dengan tidak memaksa yang bersangkutan untuk mundur.

“Kami dampingi terus masyarakat yang dilaporkan itu. Mereka tidak secara terpaksa. Tapi, memang mundur suka rela jadinya,” jelasnya.

Dari jumlah graduasi mandiri itu, rata-rata mereka sudah memanfaatkan bantuan. Menurut Nahroji, tidak ada warga yang baru menerima langsung mundur. Tetapi, memang sudah beberapa tahun menerima manfaatnya dan kemudian mundur. “Ada yang sudah mendapatkan penghasilan dari usahanya. Jadi, usahanya meningkat dan mereka kemudian mundur,” ujarnya. (sid/rud)

PASURUAN, Radar Bromo Sejumlah 357 keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Pasuruan, mengundurkan diri. Mereka enggan menerima bantuan karena merasa telah mampu. Mereka menyatakan diri tidak berhak lagi menerima bantuan dari pemerintah.

Salah satu Koordinator Kabupaten (Korkab) Pasuruan PKH Nahroji mengatakan, sejauh ini ada KPM yang mengundurkan diri. Jika ditotal sejak Januari-Oktober, ada sekitar 357 KPM. Mereka mundur, dengan kesadaran sendiri. “Ini kami sebut graduasi mandiri. Mereka yang sudah merasa mampu mengundurkan diri secara suka rela,” ujarnya.

Ia menjelaskan, total KPM aktif di daerahnya ada sekitar 89.017 KPM. Yang tergraduasi total 3.136 KPM. Terdiri atas 357 mandiri dan 2.779 alami. Maksudnya, alami ini karena sebab meninggal. “Kami juga melakukan sosialisasi. Jadi, yang memang sudah tidak berhak kami berikan pengertian agar mereka bisa mengundurkan diri,” ujarnya.

Selain tinjauan di lapangan, warga yang dinilai tidak berhak lagi mendapatkan bantuan juga ada laporan dari masing-masing pemerintah desa. Dari laporan itu, pihaknya mendatangi yang bersangkutan untuk diberikan pengertian. Caranya dengan tidak memaksa yang bersangkutan untuk mundur.

“Kami dampingi terus masyarakat yang dilaporkan itu. Mereka tidak secara terpaksa. Tapi, memang mundur suka rela jadinya,” jelasnya.

Dari jumlah graduasi mandiri itu, rata-rata mereka sudah memanfaatkan bantuan. Menurut Nahroji, tidak ada warga yang baru menerima langsung mundur. Tetapi, memang sudah beberapa tahun menerima manfaatnya dan kemudian mundur. “Ada yang sudah mendapatkan penghasilan dari usahanya. Jadi, usahanya meningkat dan mereka kemudian mundur,” ujarnya. (sid/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/