alexametrics
27 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Ekskavasi Goa Jepang di Gempol Dikerjakan Akhir Bulan Ini

GEMPOL, Radar Bromo – Sampai bulan November ini, pengerjaan ekskavasi atau penggalian situs sejarah di Kabupaten Pasuruan masih belum dilakukan. Targetnya untuk ekskavasi di Goa Jepang, Gempol akan dilakukan akhir November ini. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan masih menunggu Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).

Sekretaris Disparbud Kabupaten Pasuruan Gunawan Wicaksono mengatakan, anggaran ekskavasi di Disparbud memang belum terserap. Rencananya akan dilakukan di Goa Jepang, Desa Watukosek, Kecamatan Gempol. “Saat ini tinggal menunggu DPA, dan kalau DPA sudah turun langsung bisa dilakukan ekskavasi atau penggalian situs,” ujarnya.

Gunawan menambahkan, untuk penggalian targetnya sudah bisa dilakukan di akhir bulan November ini. Atau paling lambat di awal Desember mendatang. Kegiatan ini memang harus segera dilakukan lantaran mepet dengan akhir tahun.

Untuk Goa Jepang sendiri dikatakan cukup banyak peninggalan sejarah, seperti benda kuno seperti arca, sisa guci dan sebagainya yang terkubur. Kegiatan ekskavasi, kata Gunawan, sudah pernah dilakukan tahun 2018. Saat itu dilakukan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur. Hasilnya, memang banyak peninggalan sejarah yang terkubur di sekitar Goa Jepang.

“Sehingga tahun ini rencana kami lakukan ekskavasi lagi di sana. Lokasinya di area depan atau sekitar Goa Jepang,” terangnya.

Kendati mepet dari akhir tahun, Gunawan mengatakan kegiatan ekskavasi tetap bisa selesai. Lantaran durasi penggalian kurang lebih hanya 10 hari saja. Untuk penggalian di lokasi tersebut, Disparbud juga akan berkomunikasi dengan Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur. (eka/fun)

GEMPOL, Radar Bromo – Sampai bulan November ini, pengerjaan ekskavasi atau penggalian situs sejarah di Kabupaten Pasuruan masih belum dilakukan. Targetnya untuk ekskavasi di Goa Jepang, Gempol akan dilakukan akhir November ini. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan masih menunggu Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).

Sekretaris Disparbud Kabupaten Pasuruan Gunawan Wicaksono mengatakan, anggaran ekskavasi di Disparbud memang belum terserap. Rencananya akan dilakukan di Goa Jepang, Desa Watukosek, Kecamatan Gempol. “Saat ini tinggal menunggu DPA, dan kalau DPA sudah turun langsung bisa dilakukan ekskavasi atau penggalian situs,” ujarnya.

Gunawan menambahkan, untuk penggalian targetnya sudah bisa dilakukan di akhir bulan November ini. Atau paling lambat di awal Desember mendatang. Kegiatan ini memang harus segera dilakukan lantaran mepet dengan akhir tahun.

Untuk Goa Jepang sendiri dikatakan cukup banyak peninggalan sejarah, seperti benda kuno seperti arca, sisa guci dan sebagainya yang terkubur. Kegiatan ekskavasi, kata Gunawan, sudah pernah dilakukan tahun 2018. Saat itu dilakukan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur. Hasilnya, memang banyak peninggalan sejarah yang terkubur di sekitar Goa Jepang.

“Sehingga tahun ini rencana kami lakukan ekskavasi lagi di sana. Lokasinya di area depan atau sekitar Goa Jepang,” terangnya.

Kendati mepet dari akhir tahun, Gunawan mengatakan kegiatan ekskavasi tetap bisa selesai. Lantaran durasi penggalian kurang lebih hanya 10 hari saja. Untuk penggalian di lokasi tersebut, Disparbud juga akan berkomunikasi dengan Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur. (eka/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/