alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Tali Jaring Sampah Dilepas, Nelayan Banyak yang Sambat

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Tali jaring pelampung Sungai Gembong lepas. Sampah masuk ke aliran sungai menuju muara di Pelabuhan Kota Pasuruan. Dinas PU menyatakan sengaja melepas tali tersebut.

Tali pelampung itu diketahui lepas pada Kamis (16/9). Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Ihsan Khoiri menyayangkan lepasnya tali jaring pelampung tersebut. Kejadian ini merupakan kali kedua dalam sebulan terakhir. Akibatnya sangat merugikan. Banyak sampah yang berserakan masuk ke kawasan pelabuhan.

”Nelayan kesulitan saat berlayar karena banyak sampah yang kena baling-baling kapal,” ungkap Ihsan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan Gustap Purwoko menjelaskan, tali jaring pelampung sampah itu sengaja dilepas. Tujuannya, meminimalkan dampak hujan. Jika tidak dilepas, jaring pelampung itu bisa putus. Sebab, saat hujan deras, yang dibawa arus sungai tidak hanya sampah, tapi juga kayu dan benda-benda lain.

Setiap hari, ada petugas PU Pengairan yang memantau kondisi dan cuaca setempat. Saat cuaca dinilai mendung dan akan turun hujan, petugas langsung melepas tali jaring pelampung sampah tersebut. Setelah cuaca cerah, jaring dipasang lagi.

”Ini rutin dilakukan setiap kali musim hujan,” sebut Gustap. (riz/far)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Tali jaring pelampung Sungai Gembong lepas. Sampah masuk ke aliran sungai menuju muara di Pelabuhan Kota Pasuruan. Dinas PU menyatakan sengaja melepas tali tersebut.

Tali pelampung itu diketahui lepas pada Kamis (16/9). Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Ihsan Khoiri menyayangkan lepasnya tali jaring pelampung tersebut. Kejadian ini merupakan kali kedua dalam sebulan terakhir. Akibatnya sangat merugikan. Banyak sampah yang berserakan masuk ke kawasan pelabuhan.

”Nelayan kesulitan saat berlayar karena banyak sampah yang kena baling-baling kapal,” ungkap Ihsan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan Gustap Purwoko menjelaskan, tali jaring pelampung sampah itu sengaja dilepas. Tujuannya, meminimalkan dampak hujan. Jika tidak dilepas, jaring pelampung itu bisa putus. Sebab, saat hujan deras, yang dibawa arus sungai tidak hanya sampah, tapi juga kayu dan benda-benda lain.

Setiap hari, ada petugas PU Pengairan yang memantau kondisi dan cuaca setempat. Saat cuaca dinilai mendung dan akan turun hujan, petugas langsung melepas tali jaring pelampung sampah tersebut. Setelah cuaca cerah, jaring dipasang lagi.

”Ini rutin dilakukan setiap kali musim hujan,” sebut Gustap. (riz/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/