alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Titik Penyekatan di Simpang Karangketug Dikeluhkan karena Lewat JLS

GADINGREJO, Radar Bromo – Jumlah titik penyekatan di Kota Pasuruan bertambah. Sejak awal pekan ini, Polres Pasuruan Kota juga menutup simpang empat Karangketug yang mengarah ke timur. Saat penyekatan, kendaraan yang melaju dari arah barat menuju timur diarahkan belok ke selatan dan melintasi Jalan Gatot Subroto.

Namun penyekatan ini justru dikeluhkan. Sebab jam penyekatan sering berubah dan membuat arus lalu lintas menjadi padat.

Seperti yang diutarakan oleh salah satu pedagang makanan di Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo. Pria yang enggan menyebutkan namanya ini menyebut, penyekatan dilakukan mulai Senin lalu (12/7). Tak ayal penyekatan ini membuat jalur lingkar selatan (JLS) menjadi ramai karena dipenuhi kendaraan besar.

Hal ini dikeluhkan warga sekitar. Sebab, kepadatan pun tak terhindarkan akibat dari pengalihan lalu lintas. Di sisi lain ruas JLS tidak terlalu lebar. Ini sangat membahayakan apalagi ketika malam hari, lampu penerangan jalan umum (PJU) di Kota Pasuruan dipadamkan.

“Belum lagi, jamnya tidak menentu. Kapan itu maghrib yang ditutup, tapi pernah ashar sudah ditutup. Yang jelas mulai awal pekan ini ditutupnya dan biasanya sampai tengah malam. Ini kan bahaya dan bikin macet karena dialihkan ke JLS,” ungkapnya.

Kasubag Humas Polres Pasuruan Kota, AKP Endy Purwanto membenarkan jika simpang empat Karangketug yang mengarah ke timur juga ditutup. Penutupannya mulai sore hingga malam hari. Tujuannya untuk mengurangi mobilitas masyarakat di jalur perkotaan. Sehingga masyarakat lebih banyak di rumah.

Sebelumnya, Satgas telah melakukan penyekatan di 17 titik. Yakni di Wiroguno, PLN lama, jalan Dewi Sartika, Simpang Kumala, jalan Belitung, jalan Sumatra, Simpang Apotek, Simpang Slagah, Sultan Agung Barat, Sultan Agung Timur, Kebonagung, Jalan Tambak Yudan, Jalan Margo Utomo, Airlangga, Simpang Penjara, Pelabuhan gerbang selatan dan Simpang Polairud.

“Untuk teknis penyekatannya ada di Satlantas. Yang jelas ini untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Pasuruan. Diharapkan bisa mengurangi mobilitas warga untuk bepergian,” terang Endy. (riz/fun)

GADINGREJO, Radar Bromo – Jumlah titik penyekatan di Kota Pasuruan bertambah. Sejak awal pekan ini, Polres Pasuruan Kota juga menutup simpang empat Karangketug yang mengarah ke timur. Saat penyekatan, kendaraan yang melaju dari arah barat menuju timur diarahkan belok ke selatan dan melintasi Jalan Gatot Subroto.

Namun penyekatan ini justru dikeluhkan. Sebab jam penyekatan sering berubah dan membuat arus lalu lintas menjadi padat.

Seperti yang diutarakan oleh salah satu pedagang makanan di Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo. Pria yang enggan menyebutkan namanya ini menyebut, penyekatan dilakukan mulai Senin lalu (12/7). Tak ayal penyekatan ini membuat jalur lingkar selatan (JLS) menjadi ramai karena dipenuhi kendaraan besar.

Hal ini dikeluhkan warga sekitar. Sebab, kepadatan pun tak terhindarkan akibat dari pengalihan lalu lintas. Di sisi lain ruas JLS tidak terlalu lebar. Ini sangat membahayakan apalagi ketika malam hari, lampu penerangan jalan umum (PJU) di Kota Pasuruan dipadamkan.

“Belum lagi, jamnya tidak menentu. Kapan itu maghrib yang ditutup, tapi pernah ashar sudah ditutup. Yang jelas mulai awal pekan ini ditutupnya dan biasanya sampai tengah malam. Ini kan bahaya dan bikin macet karena dialihkan ke JLS,” ungkapnya.

Kasubag Humas Polres Pasuruan Kota, AKP Endy Purwanto membenarkan jika simpang empat Karangketug yang mengarah ke timur juga ditutup. Penutupannya mulai sore hingga malam hari. Tujuannya untuk mengurangi mobilitas masyarakat di jalur perkotaan. Sehingga masyarakat lebih banyak di rumah.

Sebelumnya, Satgas telah melakukan penyekatan di 17 titik. Yakni di Wiroguno, PLN lama, jalan Dewi Sartika, Simpang Kumala, jalan Belitung, jalan Sumatra, Simpang Apotek, Simpang Slagah, Sultan Agung Barat, Sultan Agung Timur, Kebonagung, Jalan Tambak Yudan, Jalan Margo Utomo, Airlangga, Simpang Penjara, Pelabuhan gerbang selatan dan Simpang Polairud.

“Untuk teknis penyekatannya ada di Satlantas. Yang jelas ini untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Pasuruan. Diharapkan bisa mengurangi mobilitas warga untuk bepergian,” terang Endy. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/