alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Ratusan Petugas Disebar Periksa Penjualan Hewan Kurban

PASURUAN, Radar Bromo – Menjelang hari raya Idul Adha, pemeriksaan hewan kurban yang kian intensif dilakukan. Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pasuruan berkeliling ke pedagang hewan untuk mengecek. Hasilnya, ditemukan banyak hewan kurban terutama kambing yang mengalami sakit mata.

Kepala Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pasuruan, Diana Lukita Rahayu mengatakan, pengecekan dan pemeriksaan perlu untuk memberikan jaminan keamanan dan kesehatan hewan kurban. Termasuk hewan kurban yang dijual di pinggir jalan maupun di tempat penjualan lainnya.

“Pemeriksaan meliputi kondisi kesehatan dan kelengkapan bagian tubuh hewan, kondisi gigi, mulut, dan hidung hewan kurban. Semuanya dilakukan. Bedanya, karena masih pandemi, jadi semuanya wajib menerapkan prokes ketat. Untuk hasil pemeriksaan, ada temuan ada hewan yang matanya sakit. Namun tidak berbahaya. Sudah kami berikan vitamin” katanya.

Perempuan yang akrab disapa Diana menegaskan, dalam pengawasan hingga pemeriksaan hewan kurban total ada 125 petugas yang menyebar di 24 kecamatan se-kabupaten. Kepada para petugas yang terjun ke lapangan, ia berharap agar dapat memahami pentingnya mitigasi risiko pelaksanaan kegiatan dan pemotongan hewan kurban. Khususnya agar menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan dalam aturan.

“Sebelum bertugas, para petugas harus sudah dirapid atau swab antigen. Sedangkan dalam pelaksanaan mitigasi dan pemotongan hewan kurban diharapkan untuk menerapkan protokol Covid-19, penerapan higene personal. Pemeriksaan kesehatan awal hewan kurban dan pada saat pemotongan hewan kurban, perlu memperhatikan ketentuan. Sebagaimana yang sudah digaris dalam ajaran agama Islam dan anjuran dari pemerintah,” terangnya.

Diana juga mengimbau kepada para pembeli untuk meminta Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Hal itu dilakukan untuk mengetahui kelayakannya. “Banyak yang sudah tertempel di lapak atau tempat penjualan hewan kurban. Kalau tidak kelihatan, bisa dimintakan langsung kepada penjualnya untuk memastikan hewannya benar-benar sehat dan siap dijual,” harapnya.

Selain pengawasan langsung, pihaknya mengimbau untuk seluruh tempat pemotongan hewan menerapkan prokes. Sebab, kondisi saat ini masih pandemi.”Kami juga membagi 3600 kantong plastik untuk kemasan daging kurban pada 24 kecamatan yang dibagi di tamir masjid dan lain-lain,” ungkapnya. (sid/fun)

PASURUAN, Radar Bromo – Menjelang hari raya Idul Adha, pemeriksaan hewan kurban yang kian intensif dilakukan. Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pasuruan berkeliling ke pedagang hewan untuk mengecek. Hasilnya, ditemukan banyak hewan kurban terutama kambing yang mengalami sakit mata.

Kepala Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pasuruan, Diana Lukita Rahayu mengatakan, pengecekan dan pemeriksaan perlu untuk memberikan jaminan keamanan dan kesehatan hewan kurban. Termasuk hewan kurban yang dijual di pinggir jalan maupun di tempat penjualan lainnya.

“Pemeriksaan meliputi kondisi kesehatan dan kelengkapan bagian tubuh hewan, kondisi gigi, mulut, dan hidung hewan kurban. Semuanya dilakukan. Bedanya, karena masih pandemi, jadi semuanya wajib menerapkan prokes ketat. Untuk hasil pemeriksaan, ada temuan ada hewan yang matanya sakit. Namun tidak berbahaya. Sudah kami berikan vitamin” katanya.

Perempuan yang akrab disapa Diana menegaskan, dalam pengawasan hingga pemeriksaan hewan kurban total ada 125 petugas yang menyebar di 24 kecamatan se-kabupaten. Kepada para petugas yang terjun ke lapangan, ia berharap agar dapat memahami pentingnya mitigasi risiko pelaksanaan kegiatan dan pemotongan hewan kurban. Khususnya agar menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan dalam aturan.

“Sebelum bertugas, para petugas harus sudah dirapid atau swab antigen. Sedangkan dalam pelaksanaan mitigasi dan pemotongan hewan kurban diharapkan untuk menerapkan protokol Covid-19, penerapan higene personal. Pemeriksaan kesehatan awal hewan kurban dan pada saat pemotongan hewan kurban, perlu memperhatikan ketentuan. Sebagaimana yang sudah digaris dalam ajaran agama Islam dan anjuran dari pemerintah,” terangnya.

Diana juga mengimbau kepada para pembeli untuk meminta Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Hal itu dilakukan untuk mengetahui kelayakannya. “Banyak yang sudah tertempel di lapak atau tempat penjualan hewan kurban. Kalau tidak kelihatan, bisa dimintakan langsung kepada penjualnya untuk memastikan hewannya benar-benar sehat dan siap dijual,” harapnya.

Selain pengawasan langsung, pihaknya mengimbau untuk seluruh tempat pemotongan hewan menerapkan prokes. Sebab, kondisi saat ini masih pandemi.”Kami juga membagi 3600 kantong plastik untuk kemasan daging kurban pada 24 kecamatan yang dibagi di tamir masjid dan lain-lain,” ungkapnya. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/