alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

Ada Aliran Mahfudijanto,  Polisi Minta Masyarakat Harus Tetap Tenang

PRIGEN, Radar Bromo– Adanya dugaan ajaran menyimpang oleh kelompok Mahfudijanto, membuat gempar banyak pihak. Bahkan kini menjadi atensi banyak pihak. Hanya saja masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tak panik, karena sudah ada pemerintah yang menyelesaikan.

Sejauh ini kelompok Mahfudijanto mengaku, hanya segelintir orang yang ikut. Jumlahnya hanya belasan dan terkonsentrasi di Purwosari dan Wonorejo. Purwosari adalah lokasi rumah Mahfudijanto yang ditinggali bersama anaknya yakni di lingkungan Polorejo RT 03 RW 07, Kelurahan / Kecamatan Purwosari. Sementara Wonorejo adalah bekas warung yang disinyalir Mahfudijanto mengajarkan alirannya.

Pihak Mahfudijanto sejatinya juga sudah dimintai keterangan. Kapolsek Purwosari AKP Saifudin ditemui koran ini kantornya, kemarin (17/6) siang menuturkan, Mahfudijanto bersama putranya yakni Febridiyanto, rencananya Kamis (19/5) besok dipanggil MUI Kabupaten Pasuruan.

“Mahfudijanto dan putranya ditangani MUI Kabupaten Pasuruan langsung. Keduanya dipanggil besok sekaligus penyadaran,” bebernya.

Adapun untuk para pengikutnya, kapolsek mengatakan, ditangani dan disadarkan oleh tokoh agama yang ada di wilayah masing-masing. Sesuai tempat tinggal atau domisili.

Jika di kemudian hari usai dipanggil pengikutnya tetap ngotot dengan ajarannya yang diduga, barulah yang bersangkutan dapat diproses hukum. Mahfudijanto dan pengikutnya terancam dijerat dengan pasal 156 A KUHP tentang penistaan agama. “Ancaman maksimalnya lima tahun penjara,” tegasnya.

Apa langkah kepolisian agar selama penyelesaian perkara ini situasi tetap kondusif ? Kapolsek menyadari Mahfudijanto selaku pemimpin aliran, tinggal di Purwosari. Setelah kabar aliran Mahfudijanto ini muncul, kepolisian menhimbau warga atau masyarakat tetap tenang  dan tidak perlu gaduh.

PRIGEN, Radar Bromo– Adanya dugaan ajaran menyimpang oleh kelompok Mahfudijanto, membuat gempar banyak pihak. Bahkan kini menjadi atensi banyak pihak. Hanya saja masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tak panik, karena sudah ada pemerintah yang menyelesaikan.

Sejauh ini kelompok Mahfudijanto mengaku, hanya segelintir orang yang ikut. Jumlahnya hanya belasan dan terkonsentrasi di Purwosari dan Wonorejo. Purwosari adalah lokasi rumah Mahfudijanto yang ditinggali bersama anaknya yakni di lingkungan Polorejo RT 03 RW 07, Kelurahan / Kecamatan Purwosari. Sementara Wonorejo adalah bekas warung yang disinyalir Mahfudijanto mengajarkan alirannya.

Pihak Mahfudijanto sejatinya juga sudah dimintai keterangan. Kapolsek Purwosari AKP Saifudin ditemui koran ini kantornya, kemarin (17/6) siang menuturkan, Mahfudijanto bersama putranya yakni Febridiyanto, rencananya Kamis (19/5) besok dipanggil MUI Kabupaten Pasuruan.

“Mahfudijanto dan putranya ditangani MUI Kabupaten Pasuruan langsung. Keduanya dipanggil besok sekaligus penyadaran,” bebernya.

Adapun untuk para pengikutnya, kapolsek mengatakan, ditangani dan disadarkan oleh tokoh agama yang ada di wilayah masing-masing. Sesuai tempat tinggal atau domisili.

Jika di kemudian hari usai dipanggil pengikutnya tetap ngotot dengan ajarannya yang diduga, barulah yang bersangkutan dapat diproses hukum. Mahfudijanto dan pengikutnya terancam dijerat dengan pasal 156 A KUHP tentang penistaan agama. “Ancaman maksimalnya lima tahun penjara,” tegasnya.

Apa langkah kepolisian agar selama penyelesaian perkara ini situasi tetap kondusif ? Kapolsek menyadari Mahfudijanto selaku pemimpin aliran, tinggal di Purwosari. Setelah kabar aliran Mahfudijanto ini muncul, kepolisian menhimbau warga atau masyarakat tetap tenang  dan tidak perlu gaduh.

MOST READ

BERITA TERBARU

/