alexametrics
30.4 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Ini Suka-Duka Pengakuan Mereka yang Menikah di Usia Dini

BAGAIMANA hubungan pasangan yang tergolong menikah dini? Marfuah, 24, mengaku dirinya menikah saat berumur 18 tahun pada 2015. Bukan karena dipaksa orang tua. Marfuah memang memilih menikah dengan lelaki idamannya yang lebih tua darinya 3 tahun.

”Bukan dijodohkan,” katanya saat berbincang dengan Jawa Pos Radar Bromo.

Dia kini sudah punya seorang anak. Kehidupan dengan suaminya harmonis-harmoni saja. Tentu, dalam hubungan suami-istri, mesti ada pertengkaran. Tetapi, harus ada yang mengalah agar tidak menjadi lebih besar. ”Ya biasa. Kuncinya ya sama-sama mengerti satu sama lain,” ujarnya.

Menurut Marfuah, pernikahan dini merupakan pilihan. Daripada melakukan perbuatan yang dilarang agama hingga menjadi aib bagi keluarga. Karena itu, dia bersyukur telah menikah dan dikaruniai anak. Pernikahannya menjadi tambah harmonis.

“Saya dulu tidak mengajukan dispensasi kawin. Karena waktu itu undang-undangnya belum direvisi. Tapi, kalau dibilang pernikahan dini, saya masih muda sekali waktu itu,” ungkapnya.

Suami Marfuah, Ali, mengakui pada awal-awal menikah membutuhkan kesabaran ekstra. Tujuannya, mengetahui dan memahami karakter istri seutuhnya. Sebab, sebelum menikah, dia mengenal istrinya baru sebagian saja. Dan waktu menikah, sifat yang sebelumnya tidak muncul, semuanya keluar.

”Kuncinya sabar. Tidak ada yang tidak bisa dilakukan jika sama-sama mengerti,” ungkap lelaki 27tahun itu. (sid/far)

BAGAIMANA hubungan pasangan yang tergolong menikah dini? Marfuah, 24, mengaku dirinya menikah saat berumur 18 tahun pada 2015. Bukan karena dipaksa orang tua. Marfuah memang memilih menikah dengan lelaki idamannya yang lebih tua darinya 3 tahun.

”Bukan dijodohkan,” katanya saat berbincang dengan Jawa Pos Radar Bromo.

Dia kini sudah punya seorang anak. Kehidupan dengan suaminya harmonis-harmoni saja. Tentu, dalam hubungan suami-istri, mesti ada pertengkaran. Tetapi, harus ada yang mengalah agar tidak menjadi lebih besar. ”Ya biasa. Kuncinya ya sama-sama mengerti satu sama lain,” ujarnya.

Menurut Marfuah, pernikahan dini merupakan pilihan. Daripada melakukan perbuatan yang dilarang agama hingga menjadi aib bagi keluarga. Karena itu, dia bersyukur telah menikah dan dikaruniai anak. Pernikahannya menjadi tambah harmonis.

“Saya dulu tidak mengajukan dispensasi kawin. Karena waktu itu undang-undangnya belum direvisi. Tapi, kalau dibilang pernikahan dini, saya masih muda sekali waktu itu,” ungkapnya.

Suami Marfuah, Ali, mengakui pada awal-awal menikah membutuhkan kesabaran ekstra. Tujuannya, mengetahui dan memahami karakter istri seutuhnya. Sebab, sebelum menikah, dia mengenal istrinya baru sebagian saja. Dan waktu menikah, sifat yang sebelumnya tidak muncul, semuanya keluar.

”Kuncinya sabar. Tidak ada yang tidak bisa dilakukan jika sama-sama mengerti,” ungkap lelaki 27tahun itu. (sid/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/