alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Temukan Lagi Joget saat Haflah Madrasah, Kali Ini di Lekok

PASURUAN, Radar Bromo- Era sosial media memang sangat mudah menjadikan sesuatu viral. Belum lama ini misalnya, ada aksi tiga remaja berjoget saat acara haflah di sebuah madrasah di Kraton. Insiden serupa pun kembali terjadi di Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Aksi itupun kembali viral.

Video joget itu menampilkan empat remaja putri dengan mengenakan hoody, berjilbab serta bermasker. Dalam video itu mereka sangat lincah menirukan joget-joget yang ada di aplikasi.

Saat dikonformasi Camat Lekok, Mulyodadi membenarkan terkait kejadian itu. Menurutnya itu terjadi didaerahnya. Kejadiannya pada Rabu (16/3) lalu. Pihaknya juga langsung melakukan klarifikasi terkait kejadian itu.

“Sebelumnya memang ndak ketemu. Tapi tadi ino (sore. Red) ketemu dan memang di daerah saya,” katanya.

Menurutnya, kegiatan itu sejatinya bulan acara haflah. Memang sebelumnya ada kegiatan haflah dan berakhir pada malam harinya. Kemudian dilanjut kegiatan tersebut.

“Haflahnya sudah selesai. Tetapi kelirunya bannernya gak dicopot dan ada acara itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan menyayangkan atas beredarnya video itu. Seharusnya acara imtihan diisi dengan acara-acara Islami. Sehingga tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

PASURUAN, Radar Bromo- Era sosial media memang sangat mudah menjadikan sesuatu viral. Belum lama ini misalnya, ada aksi tiga remaja berjoget saat acara haflah di sebuah madrasah di Kraton. Insiden serupa pun kembali terjadi di Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Aksi itupun kembali viral.

Video joget itu menampilkan empat remaja putri dengan mengenakan hoody, berjilbab serta bermasker. Dalam video itu mereka sangat lincah menirukan joget-joget yang ada di aplikasi.

Saat dikonformasi Camat Lekok, Mulyodadi membenarkan terkait kejadian itu. Menurutnya itu terjadi didaerahnya. Kejadiannya pada Rabu (16/3) lalu. Pihaknya juga langsung melakukan klarifikasi terkait kejadian itu.

“Sebelumnya memang ndak ketemu. Tapi tadi ino (sore. Red) ketemu dan memang di daerah saya,” katanya.

Menurutnya, kegiatan itu sejatinya bulan acara haflah. Memang sebelumnya ada kegiatan haflah dan berakhir pada malam harinya. Kemudian dilanjut kegiatan tersebut.

“Haflahnya sudah selesai. Tetapi kelirunya bannernya gak dicopot dan ada acara itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan menyayangkan atas beredarnya video itu. Seharusnya acara imtihan diisi dengan acara-acara Islami. Sehingga tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

MOST READ

BERITA TERBARU

/