Juri Kompetisi Misi Apik Sebut Presentasi Nominator Kurang Menggigit

DIPANTAU JURI: Peserta dari SMPN 3 Kota Pasuruan melakukan presentasi inovasi di Kantor Jawa Pos Radar Bromo biro Pasuruan, Selasa pagi (17/3). (Foto: Erri Kartika/Radar Bromo)

Related Post

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Misi Apik) Selasa (17/3) mulai memasuki babak baru. Sebanyak 15 nominator yang terpilih, melakukan presentasi di depan dewan juri untuk menjelaskan inovasinya.

Presentasi digelar di kantor Jawa Pos Radar Bromo biro Pasuruan. Satu per satu nominator mempresentasikan hasil inovasi yang sudah dilakukan untuk pelayanan publik kepada masyarakat.

Selain mempertanggungjawabkan inovasi yang sudah dibuat, dewan juri juga menanyakan detail terkait kebaruan, keunggulan, sampai dampak terkait inovasi yang dilakukan. Bahkan, dewan juri juga memberikan masukan yang bisa dilakukan sebelum masuk tahap kunjungan lapangan, yang rencananya bakal dilakukan April mendatang.

Kokoh Arie Hidayat, kepala Bagian Organisasi Pemkot Pasuruan yang juga tim dewan juri mengatakan, sejumlah peserta memang memiliki inovasi yang baru. “Namun, ekspektasi kami, seharusnya bisa lebih menggigit dan bisa lebih digali lagi. Karena itu dengan sisa waktu sampai kunjungan lapangan, masih ada waktu untuk perbaikan dan bisa dilakukan pembinaan,” terangnya.

Harapannya, nominator bisa lebih menggali lagi inovasi yang dilakukan. Karena nantinya Kompetisi Misi Apik ini akan diikutkan ke jenjang berikutnya sampai level provinsi bahkan nasional. “Jadi, nanti setelah kunjungan, akan terus ada pendampingan agar bisa layak di level lebih tinggi sampai tingkat nasional,” terangnya.

Agnes Ratna Pudyaningsih, dewan juri dari akademisi Universitas Merdeka Pasuruan mengatakan, saat ini nominator memang masih dijadikan satu antara layanan pendidikan dan UPT. “Seharusnya ini masih bisa di-clusterisasi, sehingga ada pembeda antara bidang pendidikan dan UPT layanan masyarakat. Karena dari segi inovasi cukup berbeda,” terangnya. Namun dia menilai, inovasi peserta sudah ada yang cukup menonjol dan nantinya bisa ada perbaikan hingga ke jenjang nasional.

Nurlaily Arifiah, kabiro Jawa Pos Radar Bromo Pasuruan mengatakan, seharusnya kunjungan lapangan memang dijadwalkan minggu depan. “Namun akan kami jadwalkan lagi mengingat saat ini masih ditunda lantaran ada virus korona. Rencananya akan dimulai April mendatang,” ujarnya. Harapannya, semua nominator tetap mempersiapkan diri untuk mempertanggungjawabkan lewat tahap kunjungan lapangan ke depan. (eka/fun)