alexametrics
29.4 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

KONI Kota Pasuruan Dapat Anggaran Rp 3,2 Miliar di 2021

PURWOREJO, Radar Bromo – Pemkot Pasuruan tetap mengalokasikan hibah anggaran untuk KONI setempat. Hal itu dilakukan agar kegiatan pembinaan atlet tetap berkelanjutan. Meski even-even olahraga kini tak diperbolehkan karena masih dalam pandemi Covid-19.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kota Pasuruan, Mochamad Amien mengatakan, pentingnya pembinaan atlet secara berkelanjutan. Karena itu, Pemkot mengalokasikan anggaran hibah untuk tahun ini meski nilainya tak sebesar beberapa tahun sebelumnya.

“Jadi, hibah itu hanya untuk pembinaan atlet saja. Karena even olahraga seperti Porprov yang sedianya digelar tahun ini kan ditunda,” tutur Amien.

Dia mengatakan, alokasi anggaran hibah KONI yang dibebankan pada APBD 2021 senilai Rp 3,4 miliar. Jumlah itu tak berbeda dengan tahun lalu karena juga terimbas realokasi anggaran untuk menangani Covid-19.

Padahal, dalam dua tahun sebelumnya, KONI mendapatkan hibah anggaran yang nilainya lebih besar dari itu. Pada 2018, Pemkot mengucurkan hibah untuk menunjang prestasi atlet melalui KONI sebesar Rp 10 miliar. Sedangkan pada 2019, besarannya menurun menjadi Rp 7,9 miliar.

Amien menguraikan bahwa pengalokasian anggaran hibah itu juga mempertimbangkan kemampuan finansial daerah. Semua tahu, lanjut Amien, bahwa pemerintah saat ini memusatkan perhatian pada penanganan Covid-19 yang juga memerlukan anggaran besar.

“Jadi memang memperhatikan kemampuan keuangan daerah juga,” ungkapnya.

Ketua KONI Kota Pasuruan, Gangsar Sulistyarso memahami dengan anggaran itu memang hanya bisa digunakan untuk kegiatan pembinaan atlet saja. Pihaknya akan mendorong cabang olahraga (cabor) untuk memaksimalkan pembinaan atlet meski tidak ada even kejuaraan.

“Peningkatan prestasi harus tetap dilakukan dan cabor punya kewajiban untuk itu,” bebernya.

Gangsar mengatakan, atlet-atlet yang diproyeksikan ke Porprov Jatim juga harus mengikuti pemusatan latihan (puslat). Pihaknya akan berkomunikasi lebih lanjut dengan Satgas Covid-19 mengenai hal itu. Sebab, puslat yang akan dilakukan cabor sepak bola tentu akan mengumpulkan banyak atlet. Sedangkan di era pandemi, ada ketentuan pemerintah yang membatasi perkumpulan banyak orang.

“Kami akan koordinasi dengan Satgas untuk membahas persoalan yang sifatnya teknis seperti ini. Terutama sepak bola kan butuh atlet minimal 22 orang untuk bisa sparring,” tandasnya. (tom/fun)

PURWOREJO, Radar Bromo – Pemkot Pasuruan tetap mengalokasikan hibah anggaran untuk KONI setempat. Hal itu dilakukan agar kegiatan pembinaan atlet tetap berkelanjutan. Meski even-even olahraga kini tak diperbolehkan karena masih dalam pandemi Covid-19.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kota Pasuruan, Mochamad Amien mengatakan, pentingnya pembinaan atlet secara berkelanjutan. Karena itu, Pemkot mengalokasikan anggaran hibah untuk tahun ini meski nilainya tak sebesar beberapa tahun sebelumnya.

“Jadi, hibah itu hanya untuk pembinaan atlet saja. Karena even olahraga seperti Porprov yang sedianya digelar tahun ini kan ditunda,” tutur Amien.

Dia mengatakan, alokasi anggaran hibah KONI yang dibebankan pada APBD 2021 senilai Rp 3,4 miliar. Jumlah itu tak berbeda dengan tahun lalu karena juga terimbas realokasi anggaran untuk menangani Covid-19.

Padahal, dalam dua tahun sebelumnya, KONI mendapatkan hibah anggaran yang nilainya lebih besar dari itu. Pada 2018, Pemkot mengucurkan hibah untuk menunjang prestasi atlet melalui KONI sebesar Rp 10 miliar. Sedangkan pada 2019, besarannya menurun menjadi Rp 7,9 miliar.

Amien menguraikan bahwa pengalokasian anggaran hibah itu juga mempertimbangkan kemampuan finansial daerah. Semua tahu, lanjut Amien, bahwa pemerintah saat ini memusatkan perhatian pada penanganan Covid-19 yang juga memerlukan anggaran besar.

“Jadi memang memperhatikan kemampuan keuangan daerah juga,” ungkapnya.

Ketua KONI Kota Pasuruan, Gangsar Sulistyarso memahami dengan anggaran itu memang hanya bisa digunakan untuk kegiatan pembinaan atlet saja. Pihaknya akan mendorong cabang olahraga (cabor) untuk memaksimalkan pembinaan atlet meski tidak ada even kejuaraan.

“Peningkatan prestasi harus tetap dilakukan dan cabor punya kewajiban untuk itu,” bebernya.

Gangsar mengatakan, atlet-atlet yang diproyeksikan ke Porprov Jatim juga harus mengikuti pemusatan latihan (puslat). Pihaknya akan berkomunikasi lebih lanjut dengan Satgas Covid-19 mengenai hal itu. Sebab, puslat yang akan dilakukan cabor sepak bola tentu akan mengumpulkan banyak atlet. Sedangkan di era pandemi, ada ketentuan pemerintah yang membatasi perkumpulan banyak orang.

“Kami akan koordinasi dengan Satgas untuk membahas persoalan yang sifatnya teknis seperti ini. Terutama sepak bola kan butuh atlet minimal 22 orang untuk bisa sparring,” tandasnya. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/