alexametrics
27.8 C
Probolinggo
Tuesday, 16 August 2022

Penerima Bansos PKH di Kota Pasuruan Terus Berkurang

PASURUAN, Radar Bromo– Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Pasuruan, terus berkurang. Termasuk dalam pencairan bantuan sosial tahap keempat akhir tahun ini. Sebanyak 88 KPM mentas dari PKH.

Kasi Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Pasuruan M. Fatich Hadjri mengatakan, pada tahap akhir penyaluran PKH tahun ini tercatat ada 6.956 keluarga penerima manfaat (KPM). Rinciannya, di Kecamatan Bugul Kidul sebanyak 917 KPM, Gadingrejo 1.716 KPM, Panggungrejo 2.660 KPM, dan Purworejo ada 1.663 KPM. “Dibandingkan tahap ketiga kemarin, kali ini jumlah KPM berkurang,” katanya.

Pada tahap ketiga, penerima PKH mencapai 7.044 KPM. Berkurangnya jumlah KPM ini dikarenakan mereka sudah mentas atau mengalami graduasi. Dengan kata lain, berkurangnya penerima bantuan ini mencerminkan bahwa KPM sudah masuk kategori sejahtera.

Hal itu bisa terjadi karena selama ini setiap KPM mendapat pendampingan untuk membenahi perekonomian keluarganya. “Fungsi pendampingan juga demi memperbaiki perekonomian KPM. Misalnya dengan mengembangkan usaha untuk menambah penghasilan keluarga,” bebernya.

Ada pula yang memang komponen bantuannya sudah tidak berlaku lagi. Misalnya, bantuan untuk komponen ibu. Apabila warga tersebut sudah melahirkan, secara otomatis bantuannya tidak diberikan lagi. Begitu juga dengan komponen pelajar SMA. Bantuan tidak lagi dicairkan jika pelajar tersebut sudah lulus.

Ada beberapa kriteria warga bisa menjadi KPM PKH. Di antaranya, kategori ibu hamil dan anak usia 0 hingga 6 tahun. Mereka mendapat bantuan Rp 3 juta per tahun. Lalu, anak SD sebesar Rp 900 ribu, anak SMP Rp 1,5 juta, dan anak SMA Rp 2 juta. Sedangkan, penerima dengan kategori disabilitas berat dan warga lanjut usia (lansia) masing-masing mendapatkan Rp 2,4 juta per tahun. (tom/rud)

PASURUAN, Radar Bromo– Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Pasuruan, terus berkurang. Termasuk dalam pencairan bantuan sosial tahap keempat akhir tahun ini. Sebanyak 88 KPM mentas dari PKH.

Kasi Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Pasuruan M. Fatich Hadjri mengatakan, pada tahap akhir penyaluran PKH tahun ini tercatat ada 6.956 keluarga penerima manfaat (KPM). Rinciannya, di Kecamatan Bugul Kidul sebanyak 917 KPM, Gadingrejo 1.716 KPM, Panggungrejo 2.660 KPM, dan Purworejo ada 1.663 KPM. “Dibandingkan tahap ketiga kemarin, kali ini jumlah KPM berkurang,” katanya.

Pada tahap ketiga, penerima PKH mencapai 7.044 KPM. Berkurangnya jumlah KPM ini dikarenakan mereka sudah mentas atau mengalami graduasi. Dengan kata lain, berkurangnya penerima bantuan ini mencerminkan bahwa KPM sudah masuk kategori sejahtera.

Hal itu bisa terjadi karena selama ini setiap KPM mendapat pendampingan untuk membenahi perekonomian keluarganya. “Fungsi pendampingan juga demi memperbaiki perekonomian KPM. Misalnya dengan mengembangkan usaha untuk menambah penghasilan keluarga,” bebernya.

Ada pula yang memang komponen bantuannya sudah tidak berlaku lagi. Misalnya, bantuan untuk komponen ibu. Apabila warga tersebut sudah melahirkan, secara otomatis bantuannya tidak diberikan lagi. Begitu juga dengan komponen pelajar SMA. Bantuan tidak lagi dicairkan jika pelajar tersebut sudah lulus.

Ada beberapa kriteria warga bisa menjadi KPM PKH. Di antaranya, kategori ibu hamil dan anak usia 0 hingga 6 tahun. Mereka mendapat bantuan Rp 3 juta per tahun. Lalu, anak SD sebesar Rp 900 ribu, anak SMP Rp 1,5 juta, dan anak SMA Rp 2 juta. Sedangkan, penerima dengan kategori disabilitas berat dan warga lanjut usia (lansia) masing-masing mendapatkan Rp 2,4 juta per tahun. (tom/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/