alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Satgas Pastikan Tak Ada Klaster Pilwali Pasuruan

PASURUAN, Radar Bromo – Koordinator Krasi dan Tracing Gugus Tugas Covid-19 Kota Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat memastikan, belum ada klaster pilkada hingga saat ini. Menurutnya, pelaksanaan Pilwali Pasuruan 2020 sudah dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Di KPU kan juga ada Satgas. Sedangkan Gugus Tugas juga memfasilitasi agar pelaksanaan itu berlangsung sesuai protokol kesehatan,” ungkap dia.

Tidak adanya klaster pilkada kata Kokoh, berdasarkan pemantauan pada proses pemungutan suara hingga penghitungan suara. Selama proses itu berlangsung, pihaknya tak mendapati adanya pemilih maupun penyelenggara yang terindikasi terpapar virus korona.

“Dan kami sudah menyediakan ambulans di masing-masing puskesmas, standby selama pilkada kemarin. Namun, kami pastikan kalau klaster pilkada tidak ada,” ujarnya.

Meski begitu, dia tak memungkiri adanya kenaikan kasus Covid-19 di Kota Pasuruan beberapa waktu terakhir. Hanya saja, hal itu tak disebabkan adanya Pilwali. Menurutnya, kenaikan kasus sudah terjadi sejak bulan November lalu

“Dan kemarin kami rapat di provinsi, beberapa daerah juga rata-rata naik selama November hingga Desember,” ujarnya.

Menurutnya, ada sejumlah faktor yang menyebabkan kenaikan kasus itu terjadi. Pertama, dampak dari libur panjang beberapa waktu lalu. Di sisi lain, masyarakat mulai abai dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Maka kami harapkan masyarakat tetap patuh protokol kesehatan. Ini demi keselamatan bersama,” terang Kokoh. (tom/hn/fun)

PASURUAN, Radar Bromo – Koordinator Krasi dan Tracing Gugus Tugas Covid-19 Kota Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat memastikan, belum ada klaster pilkada hingga saat ini. Menurutnya, pelaksanaan Pilwali Pasuruan 2020 sudah dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Di KPU kan juga ada Satgas. Sedangkan Gugus Tugas juga memfasilitasi agar pelaksanaan itu berlangsung sesuai protokol kesehatan,” ungkap dia.

Tidak adanya klaster pilkada kata Kokoh, berdasarkan pemantauan pada proses pemungutan suara hingga penghitungan suara. Selama proses itu berlangsung, pihaknya tak mendapati adanya pemilih maupun penyelenggara yang terindikasi terpapar virus korona.

“Dan kami sudah menyediakan ambulans di masing-masing puskesmas, standby selama pilkada kemarin. Namun, kami pastikan kalau klaster pilkada tidak ada,” ujarnya.

Meski begitu, dia tak memungkiri adanya kenaikan kasus Covid-19 di Kota Pasuruan beberapa waktu terakhir. Hanya saja, hal itu tak disebabkan adanya Pilwali. Menurutnya, kenaikan kasus sudah terjadi sejak bulan November lalu

“Dan kemarin kami rapat di provinsi, beberapa daerah juga rata-rata naik selama November hingga Desember,” ujarnya.

Menurutnya, ada sejumlah faktor yang menyebabkan kenaikan kasus itu terjadi. Pertama, dampak dari libur panjang beberapa waktu lalu. Di sisi lain, masyarakat mulai abai dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Maka kami harapkan masyarakat tetap patuh protokol kesehatan. Ini demi keselamatan bersama,” terang Kokoh. (tom/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/