Kekurangan Pendaftar PTPS di Purworejo

PURWOREJO, Radar Bromo – Minimnya minat masyarakat untuk menjadi bagian dari penyelenggara Pilwali Pasuruan 2020 tak hanya terjadi pada pembentukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Bawaslu sebagai lembaga pengawasan juga tengah mengalami hal serupa. Jumlah pendaftar pengawas TPS (PTPS) sampai saat ini belum memenuhi kuota yang dibutuhkan.

Sebelumnya, Bawaslu telah membuka pendaftaran pengawas TPS selama 13 hari. Mulai 3 Oktober hingga 15 Oktober. Jumlah pengawas TPS yang dibutuhkan sebanyak 357, sesuai dengan jumlah TPS yang diproyeksikan pada saat pencoblosan 9 Desember mendatang. Hanya saja, sampai batas akhir, jumlah pendaftar masih kurang.

“Memang ada kekurangan pendaftar. Respons masyarakat tak sebaik pada momentum pemilihan sebelumnya. Saya melihat, ada fenomena ketakutan, karena mereka memang diwajibkan menjalani rapid test,” kata Ketua Bawaslu Kota Pasuruan Moh Anas.

Dia menerangkan, pendaftar pengawas TPS minimal dua kali lipat dari jumlah yang dibutuhkan. Artinya, masing-masing TPS seharusnya ada dua pendaftar.

Anas menyebut, jumlah pendaftar di Kecamatan Purworejo masih belum memenuhi kuota minimal itu. Sebab, dari 202 pendaftar yang dibutuhkan, hanya tercatat ada 124 pendaftar. “Makanya pendaftaran PTPS di Purworejo diperpanjang mulai 16 Oktober hingga 19 Oktober,” ungkap Anas.

“Kenapa jumlah pendaftar harus dua kali lipat, ini juga untuk memaksimalkan proses seleksi yang dilakukan secara ketat,” imbuh Anas.

Meski begitu, Anas menyebut perpanjangan masa pendaftaran hanya berlaku di Kecamatan Purworejo saja. Sedangkan tahapan di tiga kecamatan lainnya, terus berlanjut.

“Di tiga kecamatan tetap lanjut pada tahapan tanggapan dan masukan dari masyarakat. Kemudian kalau ada tanggapan masyarakat segera dilakukan klarifikasi sebelum pleno penetapan,” tandasnya. (tom/mie)