alexametrics
28C
Probolinggo
Sunday, 17 January 2021

Akhir Bulan Mulai Uji Coba Reaktivasi Banyubiru-Ranu Grati

GRATI, Radar Bromo – Sejumlah tempat wisata di Kabupaten Pasuruan, sudah banyak yang dibuka untuk melakukan uji coba. Namun, tempat wisata yang dikelola Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan, masih tutup. Rencananya, Disparbud akan mulai membuka tempat wisatanya akhir bulan ini.

Sekretaris Disparbud Kabupaten Pasuruan Gunawan Wicaksono mengatakan, sudah ada rencana membuka kembali tempat wisata yang dikelola Pemkab Pasuruan. “Ada rencana dibuka bulan ini. Mungkin akhir Agustus ini sudah mulai dibuka untuk uji coba,” ujarnya.

Sementara ini, kata Gunawan, tempat wisata yang dikelola Pemkab Pasuruan dan sudah dibuka hanya Museum Cheng Hoo. Namun, secara umum pengaturan protokol kesehatan lebih mudah, karena pengunjung museum terbatas.

WISATA ALAM: Danau Ranu Grati, Kabupaten Pasuruan, yang ditutup sejak pertengahan Maret lalu rencananya akan dibuka kembali dan dilakukan uji coba pada akhir bulan ini. (Foto: Dok. Radar Bromo)

Sedangkan tempat lainnya, seperti Pemandian Alam Banyubiru dan Ranu Grati, yang merupakan wisata alam perlu ada persiapan ekstra. Seperti pelaksanaan protokol kesehatan sampai kesiapan sumber daya manusia (SDM) di lapangan. “Sekarang masih tahap persiapan protokol kesehatan di sana. Seperti tempat cuci tangan dan sebagainya, harus siap. Termasuk petugasnya, juga kami siapkan” ujarnya.

Gunawan mengatakan, sementara ini yang dipastikan siap Ranu Grati. Sedangkan, di Pemandian Alam Banyubiru masih akan dievaluasi lagi. Sebab, setelah anggaran dana alokasi khusus (DAK) kembali turun dari Pusat, dipastikan bulan ini di sana juga sudah ada pengerjaan fisik.

“Untuk Pemandian Alam Banyubiru, sejatinya juga sudah siap melakukan uji coba buka. Namun, karena ada pengerjaan fisik dari DAK, akan kami evaluasi seperti apa. Agar pengunjung tetap nyaman dan tidak ada kerumunan,” jelasnya.

Penutupan tempat wisata sejak pertengahan Maret 2020, berdampak terhadap pendapatan asli daerah (PAD) dari tempat wisata. Bahkan, sejauh ini hanya mendapatkan Rp 216 juta. Padahal, Disparbud sebelumnya menarget bisa mendapatkan PAD Rp 1 miliar, namun kemudian diturunkan menjadi Rp 500 juta. (eka/rud/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU