alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

Sosok Mahfudijanto yang Jadi Sorotan soal Ajaran yang Diindikasi Menyimpang

WONOREJO, Radar Bromo-Nama Mahfudijanto, 59, tiba-tiba jadi bahan perbincangan. Lelaki itu dianggap sebagai tokoh sentral dalam sebuah kelompok yang diduga menganut ajaran menyimpang dari Islam.

Sebelum dikenal seperti sekarang, dia dan keluarganya tinggal di Lingkungan Polorejo RT 03/RW 07, Kelurahan/Kecamatan Purwosari. Ia tinggal bersama istrinya Niswatin, dan dua putranya. Yaitu, Aryo Bismoko dan Febridiyanto.

Menempati rumah di timur jalan nasional jurusan Surabaya–Malang, Mahfud panggilannya lantas membuka sebuah warung di samping rumahnya. Warung itu dibuka tidak lama setelah dia tinggal di sana.

Warung di Wonorejo Diduga Jadi Tempat Aliran Sesat, Sudah Bermukim Sebulan

“Saya tinggal dan menetap di rumah ini sudah lama, sejak tahun 1990-an sampai sekarang. Saya tinggal bersama istri dan dua orang putra kami, salah satunya ada di Surabaya,” ucap Mahfud saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo, Senin (16/5) pagi di warungnya.

Sebelum tinggal di Kelurahan/ Kecamatan Purwosari, Mahfud tinggal di Desa Pakijangan, Kecamatan Wonorejo. Ayahnya berasal dari Kabupaten Malang dan ibunya dari Kota Batu.

“Dari Pakijangan, Wonorejo saya pindah beli rumah dan menetap di Purwosari. Sekaligus buka warung,” jelasnya.

WONOREJO, Radar Bromo-Nama Mahfudijanto, 59, tiba-tiba jadi bahan perbincangan. Lelaki itu dianggap sebagai tokoh sentral dalam sebuah kelompok yang diduga menganut ajaran menyimpang dari Islam.

Sebelum dikenal seperti sekarang, dia dan keluarganya tinggal di Lingkungan Polorejo RT 03/RW 07, Kelurahan/Kecamatan Purwosari. Ia tinggal bersama istrinya Niswatin, dan dua putranya. Yaitu, Aryo Bismoko dan Febridiyanto.

Menempati rumah di timur jalan nasional jurusan Surabaya–Malang, Mahfud panggilannya lantas membuka sebuah warung di samping rumahnya. Warung itu dibuka tidak lama setelah dia tinggal di sana.

Warung di Wonorejo Diduga Jadi Tempat Aliran Sesat, Sudah Bermukim Sebulan

“Saya tinggal dan menetap di rumah ini sudah lama, sejak tahun 1990-an sampai sekarang. Saya tinggal bersama istri dan dua orang putra kami, salah satunya ada di Surabaya,” ucap Mahfud saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo, Senin (16/5) pagi di warungnya.

Sebelum tinggal di Kelurahan/ Kecamatan Purwosari, Mahfud tinggal di Desa Pakijangan, Kecamatan Wonorejo. Ayahnya berasal dari Kabupaten Malang dan ibunya dari Kota Batu.

“Dari Pakijangan, Wonorejo saya pindah beli rumah dan menetap di Purwosari. Sekaligus buka warung,” jelasnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/