alexametrics
30.9 C
Probolinggo
Friday, 1 July 2022

Angka Stunting di Kab Pasuruan Lebih Rendah dari Provinsi

PASURUAN, Radar Bromo – Pemkab Pasuruan terus berupaya menekan angka stunting. Pada 2021 ini, angka stunting berada di bawah rata-rata Provinsi Jawa timur, yakni 20,24 persen dari jumlah bayi di bawah dua tahun (baduta).

Kabid Keluarga Berencana dan Pengendalian Penduduk Dinas Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (KBPP) Abdurahim Fendhy mengatakan, angka stunting di Kabupaten Pasuruan itu sudah diumumkan oleh provinsi.

Stunting adalah kondisi anak-anak yang gagal tumbuh atau kurang sempurna perkembangannya. Menurut dia, angka stunting di Kabupaten Pasuruan bisa dibilang lebih kecil dibandingkan angka stunting provinsi. Yaitu, berkisar 27 persen. Namun, Dinas KB tetap terus berupaya menekan angka tersebut agar semakin kecil. ”Berbagai cara kami lakukan untuk menekan angka ini,” ujarnya.

Salah satunya melalui program tribina atau tiga pembinaan. Yaitu, bina keluarga balita, bina keluarga remaja, dan bina keluarga lansia. Program ini diyakini bisa menekan dan menurunkan angka stunting. “Tribina ini dari segala sisi. Keluarganya, anaknya, dan orang tuanya,” jelas Abdurahim.

Dia mencontohkan, penyuluhan ditujukan kepada keluarga balita. Yang disuluh ibunya. Kemudian, yang ditimbang dan diukur adalah balitanya. Dari situ diberikan arahan kepada keluarga si balita. ”Diterbitkan KKA (kartu kembang anak). Kartu itu mencatat proses tumbuh kembang anak,” tambahnya. (sid/far)

PASURUAN, Radar Bromo – Pemkab Pasuruan terus berupaya menekan angka stunting. Pada 2021 ini, angka stunting berada di bawah rata-rata Provinsi Jawa timur, yakni 20,24 persen dari jumlah bayi di bawah dua tahun (baduta).

Kabid Keluarga Berencana dan Pengendalian Penduduk Dinas Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (KBPP) Abdurahim Fendhy mengatakan, angka stunting di Kabupaten Pasuruan itu sudah diumumkan oleh provinsi.

Stunting adalah kondisi anak-anak yang gagal tumbuh atau kurang sempurna perkembangannya. Menurut dia, angka stunting di Kabupaten Pasuruan bisa dibilang lebih kecil dibandingkan angka stunting provinsi. Yaitu, berkisar 27 persen. Namun, Dinas KB tetap terus berupaya menekan angka tersebut agar semakin kecil. ”Berbagai cara kami lakukan untuk menekan angka ini,” ujarnya.

Salah satunya melalui program tribina atau tiga pembinaan. Yaitu, bina keluarga balita, bina keluarga remaja, dan bina keluarga lansia. Program ini diyakini bisa menekan dan menurunkan angka stunting. “Tribina ini dari segala sisi. Keluarganya, anaknya, dan orang tuanya,” jelas Abdurahim.

Dia mencontohkan, penyuluhan ditujukan kepada keluarga balita. Yang disuluh ibunya. Kemudian, yang ditimbang dan diukur adalah balitanya. Dari situ diberikan arahan kepada keluarga si balita. ”Diterbitkan KKA (kartu kembang anak). Kartu itu mencatat proses tumbuh kembang anak,” tambahnya. (sid/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/