alexametrics
30.9 C
Probolinggo
Friday, 1 July 2022

Wisata Religi Terintegrasi Kota Pasuruan Dapat Restu Kiai

PASURUAN, Radar Bromo – Gagasan-gagasan besar Wali Kota Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) telah menjadi perbincangan warga Kota Pasuruan. Mereka menunggu-nuggu gebrakan itu. Salah satunya, rencana pengembangan wisata religi.

Gus Ipul telah menyampaikan gagasan tersebut sampai sejumlah menteri di Jakarta. Berikutnya, menyosialisasikan ide-idenya memajukan Kota Pasuruan kepada masyarakat. Khusus kepada para ulama, Gus Ipul bahkan mengadakan pertemuan khusus.

”Sudah saya sampaikan ke kiai, habaib, dan tokoh-tokoh masyarakat rencana pengembangan wisata religi terintegrasi ini,” katanya.

Gus Ipul yakin gagasan itu akan menjadi pengungkit perekonomian masyarakat kota. Yang selama ini sudah ada dipastikan tak akan dihilangkan. Misalnya, pedagang kaki lima (PKL) hingga tukang becak wisata. Hanya, perlu sentuhan khusus. Sehingga kawasan wisata religi lebih tertata dengan baik.

”Di tingkatan RT/RW juga saya sampaikan saat berdialog ke kelurahan-kelurahan. Saya ajak ngobrol soal ini. Pada dasarnya semua setuju. Alhamdulillah,” ungkap mantan ketua umum GP Ansor tersebut.

TINJAU: Momen rombongan Gus Ipul-Mas Adi, Kepala Bappenas RI Suharso Monoarfa meninjau Alun-alun Kota Pasuruan yang akan direvitalisasi. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)

Dukungan para ulama itu juga terlihat ketika Kepala Bappenas RI Suharso Monoarfa berkunjung ke Kota Pasuruan, Jumat (16/4). KH Idris Hamid atau Gus Idris terlihat bersama Gus Ipul. Mereka juga sempat meninjau alun-alun yang akan direvitalisasi.

Gus Ipul dan Gus Idris terlihat begitu dekat. Bahkan, ketika Gus Idris hendak naik ke pelataran alun-alun, Gus Ipul dengan sigap menuntunnya. ”Hati-hati Kiai, ini agak tinggi,” bisik Gus Ipul.

Gus Idris sendiri sangat mendukung upaya pemkot di bawah kepemimpinan Gus Ipul ini. Lebih-lebih, setelah ada rencana mengembangkan wisata religi terintegrasi. Dia berharap kawasan wisata religi bakal menjadi ikon kota santri.

”Saya sangat mengapresiasi upaya Gus Ipul yang mau menemui banyak pihak untuk mendengar aspirasi dan masukan. Saya sangat mendukung rencana Gus Ipul dan Mas Adi,” ungkapnya.

Magnet besar wisata religi terintegrasi, antara lain makam ulama kharismatik KH Abdul Hamid. Nah, pengembangan wisata religi, kata Gus Ipul, akan mengungkit perekonomian masyarakat. Para peziarah bisa betah berlama-lama di Kota Pasuruan.

Bagaimana caranya? Upaya mempercantik kawasan alun-alun bisa menjadi daya tarik agar pengunjung semakin kerasan. Ditunjang lagi dengan kawasan perdagangan sekaligus sentra UMKM di bekas Mal Poncol. Di sana, pengunjung bisa berbelanja buah tangan khas Pasuruan.

”Peziarah yang habis ke pesarehan itu kami upayakan tidak langsung pulang. Karena mereka akan disuguhi dengan sentra UMKM, oleh-oleh dari Pasuruan,” katanya. (tom/far)

PASURUAN, Radar Bromo – Gagasan-gagasan besar Wali Kota Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) telah menjadi perbincangan warga Kota Pasuruan. Mereka menunggu-nuggu gebrakan itu. Salah satunya, rencana pengembangan wisata religi.

Gus Ipul telah menyampaikan gagasan tersebut sampai sejumlah menteri di Jakarta. Berikutnya, menyosialisasikan ide-idenya memajukan Kota Pasuruan kepada masyarakat. Khusus kepada para ulama, Gus Ipul bahkan mengadakan pertemuan khusus.

”Sudah saya sampaikan ke kiai, habaib, dan tokoh-tokoh masyarakat rencana pengembangan wisata religi terintegrasi ini,” katanya.

Gus Ipul yakin gagasan itu akan menjadi pengungkit perekonomian masyarakat kota. Yang selama ini sudah ada dipastikan tak akan dihilangkan. Misalnya, pedagang kaki lima (PKL) hingga tukang becak wisata. Hanya, perlu sentuhan khusus. Sehingga kawasan wisata religi lebih tertata dengan baik.

”Di tingkatan RT/RW juga saya sampaikan saat berdialog ke kelurahan-kelurahan. Saya ajak ngobrol soal ini. Pada dasarnya semua setuju. Alhamdulillah,” ungkap mantan ketua umum GP Ansor tersebut.

TINJAU: Momen rombongan Gus Ipul-Mas Adi, Kepala Bappenas RI Suharso Monoarfa meninjau Alun-alun Kota Pasuruan yang akan direvitalisasi. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)

Dukungan para ulama itu juga terlihat ketika Kepala Bappenas RI Suharso Monoarfa berkunjung ke Kota Pasuruan, Jumat (16/4). KH Idris Hamid atau Gus Idris terlihat bersama Gus Ipul. Mereka juga sempat meninjau alun-alun yang akan direvitalisasi.

Gus Ipul dan Gus Idris terlihat begitu dekat. Bahkan, ketika Gus Idris hendak naik ke pelataran alun-alun, Gus Ipul dengan sigap menuntunnya. ”Hati-hati Kiai, ini agak tinggi,” bisik Gus Ipul.

Gus Idris sendiri sangat mendukung upaya pemkot di bawah kepemimpinan Gus Ipul ini. Lebih-lebih, setelah ada rencana mengembangkan wisata religi terintegrasi. Dia berharap kawasan wisata religi bakal menjadi ikon kota santri.

”Saya sangat mengapresiasi upaya Gus Ipul yang mau menemui banyak pihak untuk mendengar aspirasi dan masukan. Saya sangat mendukung rencana Gus Ipul dan Mas Adi,” ungkapnya.

Magnet besar wisata religi terintegrasi, antara lain makam ulama kharismatik KH Abdul Hamid. Nah, pengembangan wisata religi, kata Gus Ipul, akan mengungkit perekonomian masyarakat. Para peziarah bisa betah berlama-lama di Kota Pasuruan.

Bagaimana caranya? Upaya mempercantik kawasan alun-alun bisa menjadi daya tarik agar pengunjung semakin kerasan. Ditunjang lagi dengan kawasan perdagangan sekaligus sentra UMKM di bekas Mal Poncol. Di sana, pengunjung bisa berbelanja buah tangan khas Pasuruan.

”Peziarah yang habis ke pesarehan itu kami upayakan tidak langsung pulang. Karena mereka akan disuguhi dengan sentra UMKM, oleh-oleh dari Pasuruan,” katanya. (tom/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/