alexametrics
26.4 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Usulkan Tambah Dana Bantuan Keuangan Parpol di Kab Pasuruan

PASURUAN, Radar Bromo – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Pasuruan tahun ini mengusulkan dana Bantuan Partai Politik (Banpol) ditambahkan. Satu suara sahnya diusulkan ditambah menjadi Rp 2.500.

Kepala Bakesbangpol Kabupaten Pasuruan Tectona Jati mengatakan, sesuai Peraturan Menteri dalam Negeri (Permendagri) Nomor 32/2018, di dalamnya mengatur besaran dana Banpol. Dalam aturan tersebut besaran Banpol sebesar Rp 1.500.

“Untuk 2020 dana Banpol sesuai dengan aturan yang berlaku. Besarannya yaitu Rp 1.500 per suara sah,” katanya.

Namun, untuk 2021 pihaknya mengajukan penambahan. Persuara sah ditambah sekitar Rp 1.000. Sehingga menjadi Rp 2.500. Penambahjan itu juga didasarkan kepada aturan yang ada. Dan dalam aturan tersebut penambahan diperbolehkan sesuai dengan kemampuan APBD. “Bisa ditambahkan, namun melihat kemampuan APBD,” ungkapnya.

Pasal 6 ayat 2 pada aturan tersebut menyebutkan, penambahan dana banpol bisa dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Mendagri. Kemudian turun ke pemerintah provinsi. Setelah itu disetujui semua, maka penambahan bisa direalisasikan.

“Sejauh ini yang telah kami ajukan belum ada persetujuan. Kami mengajukan penambahan itu 27 Agustus 2020,” jelasnya.

Dengan pengajuan penambahan itu membuat dana banpol bertambah hampir dua kali lipat. Pada 2020 dana banpol sebesar Rp 1.293.010.500. Dan tahun ini dialokasikan Rp 2.155.017.500.

Hal itu dilakukan karena ada usulan dari parpol. Meskipun tidak menggunakan surat secara resmi, namun mereka meminta penambahan anggaran dana banpol.

“Tapi nanti jika tidak ada persetujuan, maka tidak akan terealisasi,” jelasnya. (sid/fun)

PASURUAN, Radar Bromo – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Pasuruan tahun ini mengusulkan dana Bantuan Partai Politik (Banpol) ditambahkan. Satu suara sahnya diusulkan ditambah menjadi Rp 2.500.

Kepala Bakesbangpol Kabupaten Pasuruan Tectona Jati mengatakan, sesuai Peraturan Menteri dalam Negeri (Permendagri) Nomor 32/2018, di dalamnya mengatur besaran dana Banpol. Dalam aturan tersebut besaran Banpol sebesar Rp 1.500.

“Untuk 2020 dana Banpol sesuai dengan aturan yang berlaku. Besarannya yaitu Rp 1.500 per suara sah,” katanya.

Namun, untuk 2021 pihaknya mengajukan penambahan. Persuara sah ditambah sekitar Rp 1.000. Sehingga menjadi Rp 2.500. Penambahjan itu juga didasarkan kepada aturan yang ada. Dan dalam aturan tersebut penambahan diperbolehkan sesuai dengan kemampuan APBD. “Bisa ditambahkan, namun melihat kemampuan APBD,” ungkapnya.

Pasal 6 ayat 2 pada aturan tersebut menyebutkan, penambahan dana banpol bisa dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Mendagri. Kemudian turun ke pemerintah provinsi. Setelah itu disetujui semua, maka penambahan bisa direalisasikan.

“Sejauh ini yang telah kami ajukan belum ada persetujuan. Kami mengajukan penambahan itu 27 Agustus 2020,” jelasnya.

Dengan pengajuan penambahan itu membuat dana banpol bertambah hampir dua kali lipat. Pada 2020 dana banpol sebesar Rp 1.293.010.500. Dan tahun ini dialokasikan Rp 2.155.017.500.

Hal itu dilakukan karena ada usulan dari parpol. Meskipun tidak menggunakan surat secara resmi, namun mereka meminta penambahan anggaran dana banpol.

“Tapi nanti jika tidak ada persetujuan, maka tidak akan terealisasi,” jelasnya. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/