alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Ada Dua Kasus Baru di Kota Pasuruan, Dipastikan Bukan Omicron

PASURUAN, Radar Bromo – Pemerintah memperkirakan gelombang kasus Covid-19 dengan varian Omicron memuncak pada awal Februari mendatang. Sampai saat ini, kasus Covid-19 di Kota Pasuruan masih terkendali. Namun Pemkot Pasuruan memaksimalkan upaya 3T yakni testing, tracing dan treatment untuk mengantisipasi lonjakan yang bisa terjadi secara tiba-tiba.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan dr Shierly Marlena mengatakan, kasus Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir memang sudah cukup landai. Bahkan selama dua bulan catatan kasus di Kota Pasuruan nihil. Tidak ada warga yang terpapar ataupun terindikasi gejala Covid-19.

“Hanya saja setelah dua bulan nihil kemudian ada temuan dua kasus baru,” kata Shierly.

Pihaknya segera bergerak melakukan tracing terhadap kontak erat dua pasien tersebut. Dan melakukan penanganan terhadap mereka yang terpapar. Sehingga potensi penularan tidak sampai menyebar. “Sekarang hanya dua kasus aktif itu saja yang masih ditangani,” ungkap dia.

Shierly mengatakan, dari dua warga yang terpapar, satu di antaranya memang baru pulang dari perjalanannya ke Hongaria. Dia kini menjalani karantina di shelter Bugul Kidul sampai kondisinya negatif Covid-19. Kemudian seorang lagi memiliki riwayat penyakit dan sedang dirawat di rumah sakit di Malang. “Yang jelas bukan varian Omicron,” papar Shierly.

PASURUAN, Radar Bromo – Pemerintah memperkirakan gelombang kasus Covid-19 dengan varian Omicron memuncak pada awal Februari mendatang. Sampai saat ini, kasus Covid-19 di Kota Pasuruan masih terkendali. Namun Pemkot Pasuruan memaksimalkan upaya 3T yakni testing, tracing dan treatment untuk mengantisipasi lonjakan yang bisa terjadi secara tiba-tiba.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan dr Shierly Marlena mengatakan, kasus Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir memang sudah cukup landai. Bahkan selama dua bulan catatan kasus di Kota Pasuruan nihil. Tidak ada warga yang terpapar ataupun terindikasi gejala Covid-19.

“Hanya saja setelah dua bulan nihil kemudian ada temuan dua kasus baru,” kata Shierly.

Pihaknya segera bergerak melakukan tracing terhadap kontak erat dua pasien tersebut. Dan melakukan penanganan terhadap mereka yang terpapar. Sehingga potensi penularan tidak sampai menyebar. “Sekarang hanya dua kasus aktif itu saja yang masih ditangani,” ungkap dia.

Shierly mengatakan, dari dua warga yang terpapar, satu di antaranya memang baru pulang dari perjalanannya ke Hongaria. Dia kini menjalani karantina di shelter Bugul Kidul sampai kondisinya negatif Covid-19. Kemudian seorang lagi memiliki riwayat penyakit dan sedang dirawat di rumah sakit di Malang. “Yang jelas bukan varian Omicron,” papar Shierly.

MOST READ

BERITA TERBARU

/