alexametrics
25 C
Probolinggo
Thursday, 25 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Satgas Covid-19 Tutup Wisata Religi Tiap Kamis

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Satgas Covid-19 Kota Pasuruan memperketat Pembatasan Waktu Kegiatan Masyarakat (PWKM). Bahkan, Satgas memutuskan menutup wisata religi di sekitar Masjid Al-Anwar setiap hari Kamis.

Keputusan itu menurut juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat dilakukan setelah bermusyawarah dengan takmir Masjid Agung Al-Anwar. Dalam musyawarah itu disepakati bahwa setiap hari Kamis, kawasan wisata religi di sekitar masjid ditutup untuk sementara selama 24 jam.

Kokoh menjelaskan, sebelumnya pihaknya melakukan evaluasi tentang penerapan PWKM yang berjalan sejak beberapa hari terakhir. Ada beberapa hal yang diputuskan berdasarkan evaluasi itu.

Pertama, Satgas Covid-19 akan menindak lebih tegas masyarakat yang melanggar ketentuan dalam Surat Edaran Walikota Pasuruan Nomor 13/2021. Menurutnya, seluruh masyarakat hingga penanggung jawab perkantoran, pemilik usaha, pusat perbelanjaan, pertokoan, warung dan kafe harus berhenti beroperasi maksimal pukul 20.00 setiap harinya.

“Kami juga menaruh atensi khusus untuk kawasan Alun-alun Kota Pasuruan. Sebab, potensi kerumunan di kawasan yang menjadi jantung kota itu cukup tinggi. Apalagi di hari-hari tertentu seperti malam Jumat legi pada Kamis (14/1),” terangnya.

Pada hari Kamis itu, petugas gabungan bersiaga untuk menyekat kendaraan yang hendak masuk ke kawasan alun-alun. Namun, tetap saja terjadi kerumunan.

“Maka untuk untuk menghindari potensi kerumunan yang tidak dapat dikendalikan, disepakati untuk menutup wisata religi di sekitar masjid. Penutupan dilakukan hari Kamis selama 24 jam,” tuturnya.

Upaya lain untuk menyiasati kerumunan yaitu, membatasi area parkir kendaraan di depan Masjid Al-Anwar. Menurut Kokoh, area parkir itu diperketat. Hanya warga yang akan salat di masjid yang boleh parkir di sana.

“Jadi tempat parkir ini akan digunakan hanya untuk warga yang salat di masjid. Tidak untuk keperluan lain seperti belanja, ngopi dan sebagainya,” ujarnya.

Mulai Jumat (15/1) malam, petugas gabungan juga menutup 17 titik yang tersebar di lima ruas jalan yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Antara lain Jalan Pahlawan, Jalan Sultan Agung, Jalan Panglima Sudirman, Jalan KH. Wachid Hasyim dan Alun-Alun, serta Jalan Yos Sudarso di kawasan pelabuhan.

“Penutupan berlaku setiap hari mulai pukul 20.00 hingga malam. Tapi situasional, kalau sudah tidak ada kerumunan bisa dibuka lagi. Dan ini sifatnya tidak kaku ya. Jadi warga yang melintas mau pulang atau keperluan darurat misalnya orang sakit diperbolehkan melintas,” pungkasnya. (tom/hn)

Mobile_AP_Rectangle 1

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Satgas Covid-19 Kota Pasuruan memperketat Pembatasan Waktu Kegiatan Masyarakat (PWKM). Bahkan, Satgas memutuskan menutup wisata religi di sekitar Masjid Al-Anwar setiap hari Kamis.

Keputusan itu menurut juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat dilakukan setelah bermusyawarah dengan takmir Masjid Agung Al-Anwar. Dalam musyawarah itu disepakati bahwa setiap hari Kamis, kawasan wisata religi di sekitar masjid ditutup untuk sementara selama 24 jam.

Kokoh menjelaskan, sebelumnya pihaknya melakukan evaluasi tentang penerapan PWKM yang berjalan sejak beberapa hari terakhir. Ada beberapa hal yang diputuskan berdasarkan evaluasi itu.

Mobile_AP_Half Page

Pertama, Satgas Covid-19 akan menindak lebih tegas masyarakat yang melanggar ketentuan dalam Surat Edaran Walikota Pasuruan Nomor 13/2021. Menurutnya, seluruh masyarakat hingga penanggung jawab perkantoran, pemilik usaha, pusat perbelanjaan, pertokoan, warung dan kafe harus berhenti beroperasi maksimal pukul 20.00 setiap harinya.

“Kami juga menaruh atensi khusus untuk kawasan Alun-alun Kota Pasuruan. Sebab, potensi kerumunan di kawasan yang menjadi jantung kota itu cukup tinggi. Apalagi di hari-hari tertentu seperti malam Jumat legi pada Kamis (14/1),” terangnya.

Pada hari Kamis itu, petugas gabungan bersiaga untuk menyekat kendaraan yang hendak masuk ke kawasan alun-alun. Namun, tetap saja terjadi kerumunan.

“Maka untuk untuk menghindari potensi kerumunan yang tidak dapat dikendalikan, disepakati untuk menutup wisata religi di sekitar masjid. Penutupan dilakukan hari Kamis selama 24 jam,” tuturnya.

Upaya lain untuk menyiasati kerumunan yaitu, membatasi area parkir kendaraan di depan Masjid Al-Anwar. Menurut Kokoh, area parkir itu diperketat. Hanya warga yang akan salat di masjid yang boleh parkir di sana.

“Jadi tempat parkir ini akan digunakan hanya untuk warga yang salat di masjid. Tidak untuk keperluan lain seperti belanja, ngopi dan sebagainya,” ujarnya.

Mulai Jumat (15/1) malam, petugas gabungan juga menutup 17 titik yang tersebar di lima ruas jalan yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Antara lain Jalan Pahlawan, Jalan Sultan Agung, Jalan Panglima Sudirman, Jalan KH. Wachid Hasyim dan Alun-Alun, serta Jalan Yos Sudarso di kawasan pelabuhan.

“Penutupan berlaku setiap hari mulai pukul 20.00 hingga malam. Tapi situasional, kalau sudah tidak ada kerumunan bisa dibuka lagi. Dan ini sifatnya tidak kaku ya. Jadi warga yang melintas mau pulang atau keperluan darurat misalnya orang sakit diperbolehkan melintas,” pungkasnya. (tom/hn)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2