alexametrics
25 C
Probolinggo
Thursday, 25 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Air Terjun Coban Baong, Surga di Kaki Gunung Bromo

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

Berbicara wisata alam di Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, tak ada habisnya. Salah satunya di Desa Ngantungan. Di sana terdapat air terjun eksotis bernama Coban Baong. Surga di kaki Gunung Bromo, itu masih terjaga kealamiannya.

—————-

AKSES menuju Air Terjun Coban Baong, Desa Gantungan, tidaklah mudah. Untuk mencapai lokasi butuh fisik prima. Lokasinya cukup jauh dari permukiman penduduk. Jalannya juga tak bisa ditempuh dengan kendaraan.

Karennaya, sesampai di Desa Ngantungan, wisatawan harus memarkir motornya di area permukiman warga. Kemudian, melanjutkan perjalanan dengan melintasi hutan maish terjaga kealamiannya. Dari permukiman warga ini, dibutuhkan sekitar 45 menit dari untuk mencapai lokasi dengan melintasi jalan setapak.

Namun, ketika sampai di lokasi, hamparan pemandangan air terjun perawan ini siap menyambut. Gemericik air terdengar keras. Cipratan-cipratan air seperti hujan dan terasa dingin ketika menyentuh kulit.

Coban Baong tebilang masih perawan. Lokasinya terjaga dan belum tersentuh oleh bangunan apapun. Semuanya masih asri seperti buatan sang pencipta tanpa perubahan.

Belum banyak orang yang tahu akan keindahan air terjun ini. Pesona alamnya sangat menakjubkan. Setelah menempuh perjalanan cukup mengucurkan keringat, air terjun menawan dengan ketinggian sekitar 25 meter yang sangat indah. “Perjalanan sekitar 30-45 menit dari permukiman warga, jalannya juga masih setapak,” ujar Sekretaris Desa Ngantungan, Nur Hasan.

Hasan mengatakan, sejauh ini belum ada pembangunan apapun di lokasi wisata. Jalan, toilet, atau yang lainnya masih belum ada. “Semuanya masih alami,” ujarnya.

Meski tak ada sarana prasarana seperti di tempat wisata lainnya, air terjun masih mampu mengundang perhatian wisatawan. Termasuk warga luar daerah. “Belum kami kelola. Itu aset desa, tetapi belum dikelola. Jadi tidak ada tiket masuk,” ujarnya.

Pemerintah desa sudah berencana mengelolanya hingga lebih manarik. Namun, dua tahun terakhir belum bisa terealisasi. Sebab, dampak pandemi Covid-19 yang terus melanda, sehingga anggaran yang diperoleh desa masih difokuskan untuk menangani pandemi.

“Rencananya ke depan akan kami kelola. Tetapi, kalau memang ada pihak lain yang minta untuk mengelola, silahkan. Teknisnya nanti kerja sama,” ujarnya.

Konon, air terjun ini memiliki sejarah. Sebelum dinikmati warga, air terjun ini menjadi tempat persembunyian pejuang kemerdekaan dari kejaran penjajah Belanda.

Terlepas dari sejarah itu, Coban Baong, Ngantungan, bisa dinikmati bagi warga yang hobi menjelajahi wisata alam. Tak butuh merogoh kocek terlalu dalam, cukup mempersiapkan fisik yang prima serta keyakinan diri untuk tidak merusak keindahan alam. (sid/rud)

Mobile_AP_Rectangle 1

Berbicara wisata alam di Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, tak ada habisnya. Salah satunya di Desa Ngantungan. Di sana terdapat air terjun eksotis bernama Coban Baong. Surga di kaki Gunung Bromo, itu masih terjaga kealamiannya.

—————-

AKSES menuju Air Terjun Coban Baong, Desa Gantungan, tidaklah mudah. Untuk mencapai lokasi butuh fisik prima. Lokasinya cukup jauh dari permukiman penduduk. Jalannya juga tak bisa ditempuh dengan kendaraan.

Mobile_AP_Half Page

Karennaya, sesampai di Desa Ngantungan, wisatawan harus memarkir motornya di area permukiman warga. Kemudian, melanjutkan perjalanan dengan melintasi hutan maish terjaga kealamiannya. Dari permukiman warga ini, dibutuhkan sekitar 45 menit dari untuk mencapai lokasi dengan melintasi jalan setapak.

Namun, ketika sampai di lokasi, hamparan pemandangan air terjun perawan ini siap menyambut. Gemericik air terdengar keras. Cipratan-cipratan air seperti hujan dan terasa dingin ketika menyentuh kulit.

Coban Baong tebilang masih perawan. Lokasinya terjaga dan belum tersentuh oleh bangunan apapun. Semuanya masih asri seperti buatan sang pencipta tanpa perubahan.

Belum banyak orang yang tahu akan keindahan air terjun ini. Pesona alamnya sangat menakjubkan. Setelah menempuh perjalanan cukup mengucurkan keringat, air terjun menawan dengan ketinggian sekitar 25 meter yang sangat indah. “Perjalanan sekitar 30-45 menit dari permukiman warga, jalannya juga masih setapak,” ujar Sekretaris Desa Ngantungan, Nur Hasan.

Hasan mengatakan, sejauh ini belum ada pembangunan apapun di lokasi wisata. Jalan, toilet, atau yang lainnya masih belum ada. “Semuanya masih alami,” ujarnya.

Meski tak ada sarana prasarana seperti di tempat wisata lainnya, air terjun masih mampu mengundang perhatian wisatawan. Termasuk warga luar daerah. “Belum kami kelola. Itu aset desa, tetapi belum dikelola. Jadi tidak ada tiket masuk,” ujarnya.

Pemerintah desa sudah berencana mengelolanya hingga lebih manarik. Namun, dua tahun terakhir belum bisa terealisasi. Sebab, dampak pandemi Covid-19 yang terus melanda, sehingga anggaran yang diperoleh desa masih difokuskan untuk menangani pandemi.

“Rencananya ke depan akan kami kelola. Tetapi, kalau memang ada pihak lain yang minta untuk mengelola, silahkan. Teknisnya nanti kerja sama,” ujarnya.

Konon, air terjun ini memiliki sejarah. Sebelum dinikmati warga, air terjun ini menjadi tempat persembunyian pejuang kemerdekaan dari kejaran penjajah Belanda.

Terlepas dari sejarah itu, Coban Baong, Ngantungan, bisa dinikmati bagi warga yang hobi menjelajahi wisata alam. Tak butuh merogoh kocek terlalu dalam, cukup mempersiapkan fisik yang prima serta keyakinan diri untuk tidak merusak keindahan alam. (sid/rud)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2