Retribusi Tempat Wisata Kab Pasuruan Baru Terkumpul Rp 216 Juta

JADI TUMPUAN: Pos masuk ke Bromo di Tosari yang mulai dibuka kembali. Bersama Ranu Grati akses masuk Bromo via Tosari jadi tumpuan Disparbud untuk retribusi PAD Wisata. (Jawa Pos Radar Bromo Photo)

Related Post

GRATI, Radar Bromo – Usai mati suri di awal pandemi, sektor pariwisata di Kabupaten Pasuruan kini mulai menggeliat. Sejumlah tempat wisata yang dikelola Dinas Pariwisata dan Kebudayan (Disparbud) pemkab setempat juga mulai dibuka akhir Agustus lalu.

Namun, sebagian tempat wisata yang kembali buka itu masih belum maksimal. Sampai pertengahan September ini, pengunjung di tempat wisata yang dikelola pemkab masih minim.

Dari hitung-hitungan kotor Disparbud setempat, sejauh ini pemkab sudah kehilangan potensi pemasukan sekitar setengah miliar dari sektor pariwisata. Hal itu tak terlepas dari zero retribusi selama beberapa bulan lalu.

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan Gunawan Wicaksono mengatakan, saat wisata yang dikelola Disparbud ditutup awal pandemi lalu, otomatis tak ada pemasukan dari retribusi tiket wisata. “Sehingga, kegiatan saat itu hanya pemeliharaan rutin internal saja,” terangnya.

Sejak ditutup itu, ada potensi kehilangan retribusi yang biasanya rutin diterima. Diperhitungkan ada sekitar potensi kehilangan lebih dari Rp 500 juta yang terhitung sampai kuartal kedua lalu. Yang paling terasa, libur sekolah dan libur Lebaran yang biasanya banyak pengunjung wisata, juga tidak bisa diraih tahun ini.

Saat ini Disparbud sendiri mengelola empat lokasi wisata. Yakni, Pemandian Alam Banyubiru, Ranu Grati, tempat masuk Tosari, dan Museum Kabupaten Pasuruan di area pasar wisata Cheng Hoo.

Dari empat wisata itu, sejauh ini hanya Banyubiru yang belum dibuka kembali. Wisata setempat ditutup hingga akhir tahun lantaran ada rehab sarana dan prasarana (sarpras) dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Penutupan Banyubiru itu cukup terasa bagi pemasukan retribusi wisata. Sebab, Banyubiru selama ini jadi penyumbang terbesar retribusi dari tempat wisata yang dikelola pemkab.

Praktis saat ini Disparbud menggantungkan retribusi tempat wisata dari 2 tempat saja. Yakni, Ranu Grati dan tiket masuk Bromo dari pos Tosari. Sementara untuk museum sendiri, tiket masuknya sejauh ini masih digratiskan. Sehingga, tidak masuk retribusi wisata.

Sejak pandemi merebak lalu, Pemkab sendiri sudah menurunkan target retribusi dari tempat wisata. Dari Rp 1 miliar menjadi Rp 500 juta.

Sampai pertengahan September ini, realisasi penerimaan yang masuk baru mencapai Rp 216 juta. Meski hanya mengandalkan dua tempat wisata untuk retribusi, Disparbud sendiri tetap optimistis.

“Kami tetap optimistis target setengah miliar masih bisa tercapai. Targetnya, banyak terdongkrak dari tiket pos masuk Tosari atau yang ke arah Bromo lewat Pasuruan,” ujarnya. (eka/mie)