alexametrics
31.9 C
Probolinggo
Thursday, 29 July 2021

Potensi Hujan Masih Ada meski Sudah Masuk Kemarau

PANDAAN, Radar Bromo – Musim memang sudah beralih dari hujan ke kemarau. Terik matahari kini kian terasa, apalagi saat cuaca cerah. Tapi siapa sangka, beberapa hari ini wilayah Pasuruan dan Probolinggo hujan pernah beberapa kali turun.

Intensitasnya rendah, bahkan terbilang sebentar. Hujan serupa bisa saja kembali turun karena potensinya masih ada.

Itulah prediksi cuaca Stasiun Geofisika di Tretes. Koordinator bidang observasi dan informasi Stasiun Geofisika Tretes Suwarto menyebut, saat ini masuk pancaroba. “Masuk musim pancaroba peralihan, dari penghujan ke kemarau. Tapi jangan kaget karena potensi turun hujan masih ada dengan intensitas rendah,” katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Bromo kemarin (15/6) via telepon.

Hujan diprediksi akan berhenti, saat puncak kemarai. Nah, untuk puncak musim kemarau tahun ini, berdasarkan prakiraan cuaca, terjadi mulai Juli, Agustus dan September mendatang.

Menurut Suwarto, hujan dengan intensitas rendah, karena pengaruh lokal juga regional. “Ini fenomena cuaca biasa, tentunya juga wajar,” ucapnya.

Karena saat ini masih musim pancaroba peralihan, pihaknya mengimbau masyarakat tak boleh lengah. Menginggat kondisi seperti sekarang rentan penyakit akibat pengaruh dari cuaca.

“Ombak laut juga cenderung agak tinggi, tetap harus diantisipasi oleh para nelayat yang melaut,” tukasnya. (zal/fun)

PANDAAN, Radar Bromo – Musim memang sudah beralih dari hujan ke kemarau. Terik matahari kini kian terasa, apalagi saat cuaca cerah. Tapi siapa sangka, beberapa hari ini wilayah Pasuruan dan Probolinggo hujan pernah beberapa kali turun.

Intensitasnya rendah, bahkan terbilang sebentar. Hujan serupa bisa saja kembali turun karena potensinya masih ada.

Itulah prediksi cuaca Stasiun Geofisika di Tretes. Koordinator bidang observasi dan informasi Stasiun Geofisika Tretes Suwarto menyebut, saat ini masuk pancaroba. “Masuk musim pancaroba peralihan, dari penghujan ke kemarau. Tapi jangan kaget karena potensi turun hujan masih ada dengan intensitas rendah,” katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Bromo kemarin (15/6) via telepon.

Hujan diprediksi akan berhenti, saat puncak kemarai. Nah, untuk puncak musim kemarau tahun ini, berdasarkan prakiraan cuaca, terjadi mulai Juli, Agustus dan September mendatang.

Menurut Suwarto, hujan dengan intensitas rendah, karena pengaruh lokal juga regional. “Ini fenomena cuaca biasa, tentunya juga wajar,” ucapnya.

Karena saat ini masih musim pancaroba peralihan, pihaknya mengimbau masyarakat tak boleh lengah. Menginggat kondisi seperti sekarang rentan penyakit akibat pengaruh dari cuaca.

“Ombak laut juga cenderung agak tinggi, tetap harus diantisipasi oleh para nelayat yang melaut,” tukasnya. (zal/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU