alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Komitmen Bank Jatim Wujudkan Kota Madinah dengan Digitalisasi

BANK Jatim Cabang Pasuruan ikut berkontribusi mewujudkan program 99 hari Gus Ipul-Mas Adi dan mensukseskan visi-misi Pasuruan Kota Madinah Maju Ekonominya, Indah Kotanya dan Harmoni warganya.

Ada 9 Program kerja yang dilakukan Bank Jatim Cabang Pasuruan dalam 99 hari kerja. Di antaranya: Launching Kredit Usaha Rakyat Mandiri (KURMA); Digitalisasi Alat Perekam Pajak dan Aplikasi Pelaporan Pajak Online; 1000 QRIS untuk Program UMKM Naik Kelas; Digitaliasi Pembayaran Uji KIR; SP2D Online kolaborasi BPKA kota pasuruan dengan BPKP dan Bank jatim; e-PAD (pendapatan asli daerah), e-restribusi dan Satgas Pasar; Rebranding B-cak Wisata; Program Zero ODF dan Jamban Sehat; Kartu Madinah untuk Penyaluran Bantuan, hibah, Insentif dan Sertifikasi Guru.

CUKUP SCAN: Bank Jatim Cabang Pasuruan membantu digitalisasi Uji KIR Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan lewat transaksi nontunai atau cashless. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Kota Pasuruan menuju Smart City, Bank Jatim Cabang Pasuruan mendukung penuh peningkatan PAD dengan penerapan e-PAD, digitalisasi alat & aplikasi pelaporan Pajak Daerah Online Harian. Pelaporan pajak lang­sung terpantau secara online dan real time baik oleh Bank Jatim, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pasuruan bahkan disupervisi langsung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Aplikasi pelaporan Pajak daerah online ini terpasang di berbagai Re­storan, café, warung, hotel, tempat hiburan, parkir di Kota Pasuruan.

Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf mengapresiasi dukungan Bank Jatim dalam pemasangan e-PAD dan aplikasi Pelaporan Pajak Online. Dicontohkan bahwa ada salah satu warung yang sudah bertahun-tahun pembayaran pajaknya hanya 7 juta. “Namun setelah diyakinkan untuk dipasang alat pe­rekam pajak, Alhamdullilah jika dulu setiap bulan hanya Rp 7 juta, sekarang bisa men­capai Rp 77 juta,” terangnya.

Gus Ipul menambahkan, pajak 10 persen tidak mengurangi hak dari perusahaan. Ha­rapannya ada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Jika PAD naik, otomatis efeknya kesejahteraan warga Kota Pasuruan juga meningkat.

Pimpinan Bank Jatim Cabang Pasuruan Deddy Adjie Wijaya, SE, MM mengatakan,“­Digitalisasi penerimaan PAD dengan e-PAD dan aplikasi pelaporan pajak online akan memudahkan para pelaku usaha untuk me­laporkan pajak daerah dan membayar pajak dengan virtual account (VA). Kita juga mens­upport transaksi pembayaran di tempat pe­laku usaha dengan QRIS (Quick response code Indonesian standart).”

Selain E-PAD, Bank Jatim juga support Di­gitalisasi pembayaran uji KIR kendaraan di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan. Sekarang lewat digitalisasi sudah bisa cashless atau nontunai dengan QRIS. Pembaya­ran uji KIR bisa pakai uang digital seperti OVO, shopeepay, Dana, mobilbanking apps dan e-wallet yg lainnya. Hara­pannya, dengan transaksi nontunai bisa lebih cepat, efisien dan transparan.

Agar efisien, efektif dan transparansi dalam penyaluran bantuan, hibah, insentif guru ngaji sampai sertifikasi guru, Bank Jatim Cabang Pasuru­an bersama Pemkot Pasuruan mengeluarkan Kartu Madinah yang juga bisa digunakan sebagai kartu ATM.

LEBIH MODERN: Pemantauan pelaksanaan aplikasi pelaporan pajak online di Hotel Horison Pasuruan. (Foto: Istimewa)

Bank Jatim berkerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwalikan provinsi Jawa Timur, membantu digitalisasi Surat Perintah Pen­cairan Dana (SP2D) online. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Kota Pasuruan, Muhammad Amin meng­apresiasi dukungan Bank Jatim Cabang Pa­suruan untuk SP2D online. “Pelaksanaannya kami targetkan akan diselesaikan bulan ini. Harapannya, dengan digitalisasi SP2D, ma­ka akan mempercepat pelayanan. Karena data langsung terkoneksi dengan Bank Jatim, sehingga pencairan dana lebih cepat. Den­gan SP2D online, mulai dari pengajuan sam­pai proses pemotongan pajak, akan terpantau. “Sehingga lebih efisien, cepat, akurat dan transparan karena semuanya sudah lewat aplikasi,” terangnya.

Bank Jatim Cabang Pasuruan sangat men­dukung penerapan e-Retribusi atau digita­lisasi pembayaran retribusi pasar di pasar tradisional dengan e-PAD. Dengan e-Retribusi maka pembayaran retribusi untuk kios dan los di pasar tradisional bisa langsung secara online lewat jatim QR Code. Dengan e-Re­tribusi, pedagang bisa membayar secara online. Baik harian sampai bulanan. Pene­rimaan restribusi dari pasar bisa dipantau secara online & real time sehingga PAD kota pasuruan bisa meningkat secara signifikan.

Bank Jatim Cabang Pasuruan juga mem­bantu atribut Satgas Pasar. Satgas Pasar ini terdiri dari empat tim. Yaitu: Satgas Saber Sawang, Satgas Bocor, Satgas Saber Becek dan Satgas Sampah. Dengan begitu pasar akan semakin bersih dan nyaman. “Pasar sebagai ujung tombak dari perputaran eko­nomi. Jika pasar dibenahi, tentunya berim­bas pada perekonomian dan PAD Kota Pa­suruan,” ungkap Mas Adi Wibowo, Wawali Pasuruan.

MODAL: Bank Jatim Cabang Pasuruan memberikan bantuan modal Kredit Usaha Rakyat Mandiri (KURMA) kepada 3 UMKM di Kota Pasuruan. (Foto: Istimewa)

Kredit UMKM (KURMA) & 1000 QRIS untuk UMKM Naik Kelas

Bank Jatim peduli berkomitmen menumbuh kembangkan Usaha Mikro kecil Menengah (UMKM) dengan Kredit Usaha Rakyat Mandiri atau “KURMA” dan coaching klinik UMKM. Program KURMA ini adalah upaya untuk mendorong program UMKM Naik Kelas. Caranya, dengan penguatan kelembagaan UMKM lewat pendampingan dari perizinan sampai manajemen usaha. Kedua, lewat peningkatan kapasitas baik produksi, manajemen sampai pemasaran dan terakhir lewat akses permodalan.

EKONOMI KERAKYATAN: Bank Jatim Cabang Pasuruan saat meluncurkan 1.000 QRIS untuk Program UMKM Naik Kelas dengan transaksi nontunai atau cashless. (Foto: Istimewa)

“Saya ucapkan terima kasih kepada Bank Jatim cab.Pasuruan yang merespons Pasuruan Kota Madinah lewat Program KURMA dengan bantuan modal kepada UMKM dan entrepreneur millenial,” ungkap Gus Ipul walikota Pasuruan.

Selain itu Bank Jatim support digitalisasi UMKM lewat QRIS atau program cashless transaksi, QRIS diberikan gratis kepada pelaku UMKM yang bisa diakses berbagai uang digital. Untuk UMKM diberikan fasilitas 1.000 QRIS untuk mempermudah transaksi jual belinya.

 

Rebranding Becak Wisata-Dukung Zero ODF lewat Bantuan Jamban Sehat

Untuk mempercantik Kota Pasuruan, Bank Jatim memberikan perhatian kepada becak wisata di Alun-alun Pa­suruan. Salah satunya lewat program Rebranding Becak, Rebranding Becak wisata dilaksanakan di Kantor Bank Jatim Pasuruan pada 5 Mei lalu. Seti­daknya ada 247 becak wisata yang di­rebranding agar tampilan becak wisa­ta bisa seragam dan tertib. Me-refresh kembali tata kelola becak wisata, dari yang sebelumnya sudah baik, diper­baiki lagi. Seperti penyeragaman cat warna putih, diberikan sandaran Pa­suruan kota Madinah, rompi, topi, hingga pemberian kartu anggota.

LEBIH RAPI: Tukang becak wisata bersama Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf dan Wawali Adi Wibowo. Bank Jatim Cabang Pasuruan ikut merebranding becak wisata di Kota Pasuruan. (Foto: Istimewa)

Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf sangat mengapresiasi atas dukungan Bank Jatim Pasuruan atas kepedulian kepada becak wisata di Kota Pasuruan. Dengan Rebranding Becak wisata, maka Bank Jatim ikut menyukseskan visi kedua yaitu Indah Kotanya. Harapan­nya, Rebranding Becak ini membuat pelayanan terhadap wisatawan yang datang lebih baik dan nyaman. Respons positif juga disampaikan Ketua DPRD Kota Pasuruan H.Ismail Marzuki Has­an.

“Meningkatnya wisata religi di Ko­ta Pasuruan memiliki multiplayer effect pada restoran/kuliner, hotel dan nan­tinya ekonomi masyarakat bergerak, UMKM bangkit, Sehingga meningkat­kan kesejahteraan masyarakat Kota Pasuruan.”

SANITASI: Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf secara simbolis memberikan bantuan jamban kepada warga Kelurahan Panggungrejo. (Foto: Istimewa)

Bank Jatim juga ikut mendukung ge­rakan Kota Pasuruan Zero ODF (Open Defecation Free). Lewat program CSR Bank Jatim Peduli, memberikan perbaikan sanitasi kepada rumah warga yang tidak mempunyai jamban. Se­dikitnya 70 jamban sehat diberikan di Kota Pasuruan. Harapannya lewat ban­tuan ini mempercepat Kota Pasuruan zero ODF dan mewujudkan indah ko­tanya.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Dyah Ermitasa­ri mengatakan, APBD dan DAK tiap tahun rutin ada program jamban sehat. Diperkirakan masih ada sekitar 2.500 warga yang belum memiliki jamban sehat. “Karena itu, dengan adanya CSR Bank Jatim Peduli mempercepat agar Kota Pasuruan menjadi zero ODF,” uja­rnya. (eka/fun/*)

TERGERAK: Bank Jatim Cabang Pasuruan memberikan bantuan kepada korban gempa. (Foto: Istimewa)

BANK Jatim Cabang Pasuruan ikut berkontribusi mewujudkan program 99 hari Gus Ipul-Mas Adi dan mensukseskan visi-misi Pasuruan Kota Madinah Maju Ekonominya, Indah Kotanya dan Harmoni warganya.

Ada 9 Program kerja yang dilakukan Bank Jatim Cabang Pasuruan dalam 99 hari kerja. Di antaranya: Launching Kredit Usaha Rakyat Mandiri (KURMA); Digitalisasi Alat Perekam Pajak dan Aplikasi Pelaporan Pajak Online; 1000 QRIS untuk Program UMKM Naik Kelas; Digitaliasi Pembayaran Uji KIR; SP2D Online kolaborasi BPKA kota pasuruan dengan BPKP dan Bank jatim; e-PAD (pendapatan asli daerah), e-restribusi dan Satgas Pasar; Rebranding B-cak Wisata; Program Zero ODF dan Jamban Sehat; Kartu Madinah untuk Penyaluran Bantuan, hibah, Insentif dan Sertifikasi Guru.

CUKUP SCAN: Bank Jatim Cabang Pasuruan membantu digitalisasi Uji KIR Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan lewat transaksi nontunai atau cashless. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Kota Pasuruan menuju Smart City, Bank Jatim Cabang Pasuruan mendukung penuh peningkatan PAD dengan penerapan e-PAD, digitalisasi alat & aplikasi pelaporan Pajak Daerah Online Harian. Pelaporan pajak lang­sung terpantau secara online dan real time baik oleh Bank Jatim, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pasuruan bahkan disupervisi langsung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Aplikasi pelaporan Pajak daerah online ini terpasang di berbagai Re­storan, café, warung, hotel, tempat hiburan, parkir di Kota Pasuruan.

Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf mengapresiasi dukungan Bank Jatim dalam pemasangan e-PAD dan aplikasi Pelaporan Pajak Online. Dicontohkan bahwa ada salah satu warung yang sudah bertahun-tahun pembayaran pajaknya hanya 7 juta. “Namun setelah diyakinkan untuk dipasang alat pe­rekam pajak, Alhamdullilah jika dulu setiap bulan hanya Rp 7 juta, sekarang bisa men­capai Rp 77 juta,” terangnya.

Gus Ipul menambahkan, pajak 10 persen tidak mengurangi hak dari perusahaan. Ha­rapannya ada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Jika PAD naik, otomatis efeknya kesejahteraan warga Kota Pasuruan juga meningkat.

Pimpinan Bank Jatim Cabang Pasuruan Deddy Adjie Wijaya, SE, MM mengatakan,“­Digitalisasi penerimaan PAD dengan e-PAD dan aplikasi pelaporan pajak online akan memudahkan para pelaku usaha untuk me­laporkan pajak daerah dan membayar pajak dengan virtual account (VA). Kita juga mens­upport transaksi pembayaran di tempat pe­laku usaha dengan QRIS (Quick response code Indonesian standart).”

Selain E-PAD, Bank Jatim juga support Di­gitalisasi pembayaran uji KIR kendaraan di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan. Sekarang lewat digitalisasi sudah bisa cashless atau nontunai dengan QRIS. Pembaya­ran uji KIR bisa pakai uang digital seperti OVO, shopeepay, Dana, mobilbanking apps dan e-wallet yg lainnya. Hara­pannya, dengan transaksi nontunai bisa lebih cepat, efisien dan transparan.

Agar efisien, efektif dan transparansi dalam penyaluran bantuan, hibah, insentif guru ngaji sampai sertifikasi guru, Bank Jatim Cabang Pasuru­an bersama Pemkot Pasuruan mengeluarkan Kartu Madinah yang juga bisa digunakan sebagai kartu ATM.

LEBIH MODERN: Pemantauan pelaksanaan aplikasi pelaporan pajak online di Hotel Horison Pasuruan. (Foto: Istimewa)

Bank Jatim berkerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwalikan provinsi Jawa Timur, membantu digitalisasi Surat Perintah Pen­cairan Dana (SP2D) online. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Kota Pasuruan, Muhammad Amin meng­apresiasi dukungan Bank Jatim Cabang Pa­suruan untuk SP2D online. “Pelaksanaannya kami targetkan akan diselesaikan bulan ini. Harapannya, dengan digitalisasi SP2D, ma­ka akan mempercepat pelayanan. Karena data langsung terkoneksi dengan Bank Jatim, sehingga pencairan dana lebih cepat. Den­gan SP2D online, mulai dari pengajuan sam­pai proses pemotongan pajak, akan terpantau. “Sehingga lebih efisien, cepat, akurat dan transparan karena semuanya sudah lewat aplikasi,” terangnya.

Bank Jatim Cabang Pasuruan sangat men­dukung penerapan e-Retribusi atau digita­lisasi pembayaran retribusi pasar di pasar tradisional dengan e-PAD. Dengan e-Retribusi maka pembayaran retribusi untuk kios dan los di pasar tradisional bisa langsung secara online lewat jatim QR Code. Dengan e-Re­tribusi, pedagang bisa membayar secara online. Baik harian sampai bulanan. Pene­rimaan restribusi dari pasar bisa dipantau secara online & real time sehingga PAD kota pasuruan bisa meningkat secara signifikan.

Bank Jatim Cabang Pasuruan juga mem­bantu atribut Satgas Pasar. Satgas Pasar ini terdiri dari empat tim. Yaitu: Satgas Saber Sawang, Satgas Bocor, Satgas Saber Becek dan Satgas Sampah. Dengan begitu pasar akan semakin bersih dan nyaman. “Pasar sebagai ujung tombak dari perputaran eko­nomi. Jika pasar dibenahi, tentunya berim­bas pada perekonomian dan PAD Kota Pa­suruan,” ungkap Mas Adi Wibowo, Wawali Pasuruan.

MODAL: Bank Jatim Cabang Pasuruan memberikan bantuan modal Kredit Usaha Rakyat Mandiri (KURMA) kepada 3 UMKM di Kota Pasuruan. (Foto: Istimewa)

Kredit UMKM (KURMA) & 1000 QRIS untuk UMKM Naik Kelas

Bank Jatim peduli berkomitmen menumbuh kembangkan Usaha Mikro kecil Menengah (UMKM) dengan Kredit Usaha Rakyat Mandiri atau “KURMA” dan coaching klinik UMKM. Program KURMA ini adalah upaya untuk mendorong program UMKM Naik Kelas. Caranya, dengan penguatan kelembagaan UMKM lewat pendampingan dari perizinan sampai manajemen usaha. Kedua, lewat peningkatan kapasitas baik produksi, manajemen sampai pemasaran dan terakhir lewat akses permodalan.

EKONOMI KERAKYATAN: Bank Jatim Cabang Pasuruan saat meluncurkan 1.000 QRIS untuk Program UMKM Naik Kelas dengan transaksi nontunai atau cashless. (Foto: Istimewa)

“Saya ucapkan terima kasih kepada Bank Jatim cab.Pasuruan yang merespons Pasuruan Kota Madinah lewat Program KURMA dengan bantuan modal kepada UMKM dan entrepreneur millenial,” ungkap Gus Ipul walikota Pasuruan.

Selain itu Bank Jatim support digitalisasi UMKM lewat QRIS atau program cashless transaksi, QRIS diberikan gratis kepada pelaku UMKM yang bisa diakses berbagai uang digital. Untuk UMKM diberikan fasilitas 1.000 QRIS untuk mempermudah transaksi jual belinya.

 

Rebranding Becak Wisata-Dukung Zero ODF lewat Bantuan Jamban Sehat

Untuk mempercantik Kota Pasuruan, Bank Jatim memberikan perhatian kepada becak wisata di Alun-alun Pa­suruan. Salah satunya lewat program Rebranding Becak, Rebranding Becak wisata dilaksanakan di Kantor Bank Jatim Pasuruan pada 5 Mei lalu. Seti­daknya ada 247 becak wisata yang di­rebranding agar tampilan becak wisa­ta bisa seragam dan tertib. Me-refresh kembali tata kelola becak wisata, dari yang sebelumnya sudah baik, diper­baiki lagi. Seperti penyeragaman cat warna putih, diberikan sandaran Pa­suruan kota Madinah, rompi, topi, hingga pemberian kartu anggota.

LEBIH RAPI: Tukang becak wisata bersama Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf dan Wawali Adi Wibowo. Bank Jatim Cabang Pasuruan ikut merebranding becak wisata di Kota Pasuruan. (Foto: Istimewa)

Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf sangat mengapresiasi atas dukungan Bank Jatim Pasuruan atas kepedulian kepada becak wisata di Kota Pasuruan. Dengan Rebranding Becak wisata, maka Bank Jatim ikut menyukseskan visi kedua yaitu Indah Kotanya. Harapan­nya, Rebranding Becak ini membuat pelayanan terhadap wisatawan yang datang lebih baik dan nyaman. Respons positif juga disampaikan Ketua DPRD Kota Pasuruan H.Ismail Marzuki Has­an.

“Meningkatnya wisata religi di Ko­ta Pasuruan memiliki multiplayer effect pada restoran/kuliner, hotel dan nan­tinya ekonomi masyarakat bergerak, UMKM bangkit, Sehingga meningkat­kan kesejahteraan masyarakat Kota Pasuruan.”

SANITASI: Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf secara simbolis memberikan bantuan jamban kepada warga Kelurahan Panggungrejo. (Foto: Istimewa)

Bank Jatim juga ikut mendukung ge­rakan Kota Pasuruan Zero ODF (Open Defecation Free). Lewat program CSR Bank Jatim Peduli, memberikan perbaikan sanitasi kepada rumah warga yang tidak mempunyai jamban. Se­dikitnya 70 jamban sehat diberikan di Kota Pasuruan. Harapannya lewat ban­tuan ini mempercepat Kota Pasuruan zero ODF dan mewujudkan indah ko­tanya.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Dyah Ermitasa­ri mengatakan, APBD dan DAK tiap tahun rutin ada program jamban sehat. Diperkirakan masih ada sekitar 2.500 warga yang belum memiliki jamban sehat. “Karena itu, dengan adanya CSR Bank Jatim Peduli mempercepat agar Kota Pasuruan menjadi zero ODF,” uja­rnya. (eka/fun/*)

TERGERAK: Bank Jatim Cabang Pasuruan memberikan bantuan kepada korban gempa. (Foto: Istimewa)

MOST READ

BERITA TERBARU

/