alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Inilah Upaya Gus Ipul Wujudkan Visi-Misi Harmoni Warganya

RUMUSAN ketiga untuk memajukan Kota Pasuruan menjadi Kota Madinah, diimplementasikan lewat Harmoni Warganya. Aspek ini untuk meningkatkan dasar kesalehan masyarakat Kota Pasuruan. Termasuk pendidikan dan kesehatan terjamin, masyarakat merasakan kepuasan terhadap layanan publik, guyub rukun berdampingan, dan kebijakan berpihak kepada perempuan, anak dan disabilitas serta lansia. Harapannya, perlindungan sosial bagi warga terpenuhi.

Dalam visi ketiga ini, Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf memaparkan ada 27 capaian yang sudah dilakukan selama 99 hari masa kerja. Gus Ipul menyebut, capaian ini bukan sebagai hasil akhir. Tapi proses leading indikator yang kedepan masih terus disempurnakan agar tercapai pasuruan Kota Madinah Van Java.

 

Rebut Lagi Opini WTP dari BPK RI

Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf mengatakan, menjadi pekerjaan rumah (PR) yang amat sulit untuk mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Apalagi, 2 tahun terakhir Kota Pasuruan menjadi satu-satunya kota di Jawa yang belum mendapatkan WTP. Karena itu sejak dilantik dan usaha keras selama 3 bulan dengan dibantu segenap Perangkat Daerah (OPD), dia bersama Wawali Adi Wibowo berhasil merebut kembali Opini WTP dari BPK RI.

“Alhamdullilah perjuangan 3 bulan. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada segenap OPD yang bekerja siang-malam tanpa lelah. Semua itu tak sia-sia karena BPK memberikan Opini WTP kepada Kota Pasuruan,” ucap Gus Ipul.

Penanganan Covid-19 juga menjadi prioritas utama dalam kerja 99 hari. Menurunkan zona risiko terus menjadi prioritas. Hal ini dengan melibatkan partisipasi RT, RW, kader dan tokoh masyarakat dengan PPKM Mikro. “Apalagi kami melihat kondisi Bangkalan juga masih berbahaya. Karena itu kami tetap harus menjaga supaya Kota Pasuruan tetap kondusif, utamanya dalam penularan Covid-19,” terangnya.

Untuk mencegah penyebaran Covid-19, Gus Ipul banyak melakukan berbagai program untuk Kota Pasuruan. Seperti saat Idul Fitri lalu, dilaunching gerakan Bahagia di Kota Pasuruan. Supaya warga tetap di Kota Pasuruan, maka berbagai lomba esport, film pendek, poster termasuk halal bihalal virtual, digelar. Selain itu juga digelar salawatan bareng Habib Syech, Gubernur dan Kiai-kiai Sepuh yang dilaksanakan secara virtual. Termasuk wayang virtual, hingga gerakkan senam caring untuk memperkuat imunitas tubuh.

Penguatan ekonomi rumah tangga juga menjadi sasaran. Tahun ini ada penyambungan jaringan gas (jargas) untuk 7 ribu rumah tangga. Dengan begitu secara tidak langsung ikut menghemat pengeluaran dari sisi konsumen dan juga pemerintah.

Bantuan rehab untuk 172 rumah tidak layak huni (RTLH) digelontorkan. Dari 172 yang lolos verifikasi untuk RTLH rinciannya sebanyak 43 penerima di Kecamatan Panggungrejo; 40 di Bugul Kidul; 45 di Gadingrejo, dan 44 unit di Purworejo. Masing-masing mendapat bantuan Rp 17.500.000. Ketentuannya, Rp 12.250.000 digunakan membelanjakan bahan material dan Rp 5.250.000 untuk membayar upah pekerja.

Untuk meningkatkan kapasitas Lapas, juga sudah dilakukan MoU dengan Menkopulhukam. “Akan ada pemindahan Lapas. Ini lantaran Lapas Pasuruan saat ini kapasitasnya hanya 280-290. Sementara warga binaan mencapai 840 orang,” ujarnya. Nantinya lewat MOU dengan Menkopulhukam, Lapas terintegrasi rencananya bakal dibangun di Kelurahan Tapaan, Kecamatan Bugul Kidul seluas 5 hektare.

Gus Ipul juga menata kelembagaan dan SDM baik pelantikan agar kinerja OPD bisa semaksimal mungkin. Sabtu lalu (12/6) sudah dilantik Sekretaris Daerah (Sekda) yang baru termasuk pengisian 7 Kepala OPD. “Setelah pelantian eselon 2 tuntas, baru selanjutnya ditata untuk eselon 3 dan 4 serta seterusnya. Supaya birokrasi akan lebih bagus lagi,” harap Gus Ipul.

BARU: Unit hemodialisis atau layanan cuci darah di RSUD dr. R. Soedarsono.

RSUD dr R Soedarsono Kian Lengkap

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan menjadi salah satu perhatian bagu kepemimpinan Gus Ipul-Mas Adi. Kendati baru berjalan 99 hari, sudah banyak perubahan dan reformasi yang sudah dilakukan. Selain memangkas masalah antrean, kini fasilitas baru untuk lansia dan pasien cuci darah.

Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf mengemukakan bahwa keluhan 70 persen warga Kota Pasuruan ingin agar layanan rumah sakit berubah. “Syukur perlahan berubah, dan masih banyak yang harus kami benahi,” ujarnya.

Tilik saja layanan online e-New Purut. Dengan aplikasi, antrean pasien bisa dipersingkat. Ada pula layanan Geriatri yang dikhususkan untuk pasien lanjut usia. Para lansia yang berobat ke rumah sakit, kini tak perlu antrw seperti pasien pada umumnya. Mereka langsung terlayani secara khusus di klinik tersebut.

Warga Kota Pasuruan tidak perlu ruwet bila ingin berobat ke rumah sakit. “Cukup pakai KTP, Insyaallah akan dilayani,” terangnya.

Demi mendukung layanan yang terbaik, RSUS juga melaunching S.M.A.R.T Hospital (Senyum, Mutu, Amanah, Respect, Terpecaya). Bulan ini juga baru melaunching layanan hemodialisis atau cuci darah.

Hemodialisis sudah disiapkan tiga tahun yang lalu, sempat tidak bisa dibuka. “Akhirnya saya melakukan percepatan, di mana rintisannya sudah sejak pemerintahan sebelumnya. Saat ini masih uji coba dan Insyaallah akan kami buka awal Juli,” ujarnya.

Gus Ipul menyebutkan, ada warisan yang baik dari pemerintahan sebelumnya tinggal diteruskan. Salah satunya adalah capaian UHC atau Universal Health Coverage di mana 97 persen warga Kota Pasuruan sudah terdaftar di BPJS.

MENKOPOLHUKAM: Penandatanganan MoU hibah lahan lapas pengganti yang dilakukan Pemkot Pasuruan dan Kemenkum HAM.
TANGGAPI PENGADUAN: Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf dan Wawali Adi Wibowo melaunching e-Sambat 28 April lalu di Lapangan Ramapati FM.
AKSES INTERNET: Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf dan Wawali Adi Wibowo me-launching WiFi gratis di taman kota dan kantor pemerintahan untuk menunjang pembelajaran daring.
BERAGAM HIBURAN: Gerakan Bahagia agar warga tetap di Kota Pasuruan dilakukan dengan berbagai kegiatan mulai lomba esport, film pendek, poster, halal bihalal virtual, dan wayang virtual.
KEPENDUDUKAN: Launching inovasi layanan “Jalan Berdua” ditandai dengan pelepasan balon dan pemberangkatan armada ojek online di depan Kantor Dispendukcapil, Kota Pasuruan.
RESPONS CEPAT: Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf dan Wawali Adi Wibowo mengapresiasi Layanan PSC 119 yaitu sistem penanganan kegawatdaruratan terpadu yang terintegrasi dan berbasis call center 119.
TANGKAL VIRUS: Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf dan Wawali Adi Wibowo menggalakkan gerakkan senam caring untuk memperkuat imunitas tubuh.

WiFi Gratis di Seluruh Taman-Kantor Pemerintahan

Gus Ipul dan Mas Adi dalam 99 hari juga mendorong layanan langsung menyasar ke warga Kota pasuruan. Berbagai program diluncurkan yang bisa membantu percepatan khususnya menuju Kota Pasuruan Smart City.

Gus Ipul mengemukakan, Bersama Wawali Adi Wibowo, diluncurkan rintisan Smart City. Pada 20 Mei lalu sudah dilakukan penandatangan MoU dengan Kementrian Komunikasi dan Informasi. Beberapa program layanan digital yang diluncurkan mulai dari e-Sambat sampai WiFi gratis di Kota pasuruan.

e-Sambat yang merupakan aplikasi pengaduan online, memfasilitasi keluhan dan aspirasi layanan bagi masyarakat. “Untuk pengaduan harus menggunakan NIK supaya warga yang lapor tidak main-main. Kalau memang punya keluhan dan kritik, silahkan dengan menggunakan NIK dan nanti akan direspon dengan cepat,” ujarnya. Tujuh puluh persen pengaduan online yang masuk sudah langsung ditindaklanjuti oleh dinas terkait.

Sementara untuk WiFi gratis, kini bisa dinikmati di seluruh taman dan kantor pemerintahan. “Wifi gratis ini merupakan janji saya dan Mas Adi untuk mendukung pembelajaran daring,” ujarnya.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Pasuruan Kokoh Arie Hidayat menjelaskan, WiFi gratis tersebut diberikan dengan kapasitas maksimum transfer data 1,7 GB.

Gus Ipul-Mas Adi juga melaunching PSC 119 (Public Safety Center) yaitu sistem penanganan kegawat daruratan terpadu yang terintegrasi dan berbasis call center 119. Layanan Dinas Kesehatan ini sangat membantu warga yang memerlukan layanan ambulans dengan cepat atau layanan kesehatan dengan cepat.

Ada juga program Jalan Berdua. Program agar pasangan pengantin bisa langsung mendapatkan pelayanan status e-KTP baru dan penerbitan KK yang terpisah. Layanan dari Dispendukcapil yang bekerja dengan KUA ini dilatarbelakangi karena ada pasangan suami istri yang sudah menikah bertahun-tahun, tapi masih belum memiliki surat nikah.

“Implikasinya banyak, di antaranya mereka tidak bisa mendapatkan hak bantuan dari pemerintah. Saat kampanye, saya telusuri karena banyak yang protes. Ternyata banyak warga Kota Pasuruan yang sudah menikah, tapi tidak punya surat nikah. Akibatnya KK masih ikut orang tua,” jelas Gus Ipul. Lewat Program Jalan Berdua ini mempelai tidak perlu datang ke Kantor Dispendukcapil karena e-KTP dan KK baru akan diantar oleh ojek online ke rumah mempelai.

Dalam dunia pendidikan, Pemkot Pasuruan juga menyiapkan pembelajaran tatap muka dengan memastikan protokol kesehatan (prokes) sudah lengkap. Termasuk memberikan layananan swab gratis bagi santri yang akan kembali ke pondok. (eka/fun/*)

RUMUSAN ketiga untuk memajukan Kota Pasuruan menjadi Kota Madinah, diimplementasikan lewat Harmoni Warganya. Aspek ini untuk meningkatkan dasar kesalehan masyarakat Kota Pasuruan. Termasuk pendidikan dan kesehatan terjamin, masyarakat merasakan kepuasan terhadap layanan publik, guyub rukun berdampingan, dan kebijakan berpihak kepada perempuan, anak dan disabilitas serta lansia. Harapannya, perlindungan sosial bagi warga terpenuhi.

Dalam visi ketiga ini, Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf memaparkan ada 27 capaian yang sudah dilakukan selama 99 hari masa kerja. Gus Ipul menyebut, capaian ini bukan sebagai hasil akhir. Tapi proses leading indikator yang kedepan masih terus disempurnakan agar tercapai pasuruan Kota Madinah Van Java.

 

Rebut Lagi Opini WTP dari BPK RI

Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf mengatakan, menjadi pekerjaan rumah (PR) yang amat sulit untuk mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Apalagi, 2 tahun terakhir Kota Pasuruan menjadi satu-satunya kota di Jawa yang belum mendapatkan WTP. Karena itu sejak dilantik dan usaha keras selama 3 bulan dengan dibantu segenap Perangkat Daerah (OPD), dia bersama Wawali Adi Wibowo berhasil merebut kembali Opini WTP dari BPK RI.

“Alhamdullilah perjuangan 3 bulan. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada segenap OPD yang bekerja siang-malam tanpa lelah. Semua itu tak sia-sia karena BPK memberikan Opini WTP kepada Kota Pasuruan,” ucap Gus Ipul.

Penanganan Covid-19 juga menjadi prioritas utama dalam kerja 99 hari. Menurunkan zona risiko terus menjadi prioritas. Hal ini dengan melibatkan partisipasi RT, RW, kader dan tokoh masyarakat dengan PPKM Mikro. “Apalagi kami melihat kondisi Bangkalan juga masih berbahaya. Karena itu kami tetap harus menjaga supaya Kota Pasuruan tetap kondusif, utamanya dalam penularan Covid-19,” terangnya.

Untuk mencegah penyebaran Covid-19, Gus Ipul banyak melakukan berbagai program untuk Kota Pasuruan. Seperti saat Idul Fitri lalu, dilaunching gerakan Bahagia di Kota Pasuruan. Supaya warga tetap di Kota Pasuruan, maka berbagai lomba esport, film pendek, poster termasuk halal bihalal virtual, digelar. Selain itu juga digelar salawatan bareng Habib Syech, Gubernur dan Kiai-kiai Sepuh yang dilaksanakan secara virtual. Termasuk wayang virtual, hingga gerakkan senam caring untuk memperkuat imunitas tubuh.

Penguatan ekonomi rumah tangga juga menjadi sasaran. Tahun ini ada penyambungan jaringan gas (jargas) untuk 7 ribu rumah tangga. Dengan begitu secara tidak langsung ikut menghemat pengeluaran dari sisi konsumen dan juga pemerintah.

Bantuan rehab untuk 172 rumah tidak layak huni (RTLH) digelontorkan. Dari 172 yang lolos verifikasi untuk RTLH rinciannya sebanyak 43 penerima di Kecamatan Panggungrejo; 40 di Bugul Kidul; 45 di Gadingrejo, dan 44 unit di Purworejo. Masing-masing mendapat bantuan Rp 17.500.000. Ketentuannya, Rp 12.250.000 digunakan membelanjakan bahan material dan Rp 5.250.000 untuk membayar upah pekerja.

Untuk meningkatkan kapasitas Lapas, juga sudah dilakukan MoU dengan Menkopulhukam. “Akan ada pemindahan Lapas. Ini lantaran Lapas Pasuruan saat ini kapasitasnya hanya 280-290. Sementara warga binaan mencapai 840 orang,” ujarnya. Nantinya lewat MOU dengan Menkopulhukam, Lapas terintegrasi rencananya bakal dibangun di Kelurahan Tapaan, Kecamatan Bugul Kidul seluas 5 hektare.

Gus Ipul juga menata kelembagaan dan SDM baik pelantikan agar kinerja OPD bisa semaksimal mungkin. Sabtu lalu (12/6) sudah dilantik Sekretaris Daerah (Sekda) yang baru termasuk pengisian 7 Kepala OPD. “Setelah pelantian eselon 2 tuntas, baru selanjutnya ditata untuk eselon 3 dan 4 serta seterusnya. Supaya birokrasi akan lebih bagus lagi,” harap Gus Ipul.

BARU: Unit hemodialisis atau layanan cuci darah di RSUD dr. R. Soedarsono.

RSUD dr R Soedarsono Kian Lengkap

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan menjadi salah satu perhatian bagu kepemimpinan Gus Ipul-Mas Adi. Kendati baru berjalan 99 hari, sudah banyak perubahan dan reformasi yang sudah dilakukan. Selain memangkas masalah antrean, kini fasilitas baru untuk lansia dan pasien cuci darah.

Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf mengemukakan bahwa keluhan 70 persen warga Kota Pasuruan ingin agar layanan rumah sakit berubah. “Syukur perlahan berubah, dan masih banyak yang harus kami benahi,” ujarnya.

Tilik saja layanan online e-New Purut. Dengan aplikasi, antrean pasien bisa dipersingkat. Ada pula layanan Geriatri yang dikhususkan untuk pasien lanjut usia. Para lansia yang berobat ke rumah sakit, kini tak perlu antrw seperti pasien pada umumnya. Mereka langsung terlayani secara khusus di klinik tersebut.

Warga Kota Pasuruan tidak perlu ruwet bila ingin berobat ke rumah sakit. “Cukup pakai KTP, Insyaallah akan dilayani,” terangnya.

Demi mendukung layanan yang terbaik, RSUS juga melaunching S.M.A.R.T Hospital (Senyum, Mutu, Amanah, Respect, Terpecaya). Bulan ini juga baru melaunching layanan hemodialisis atau cuci darah.

Hemodialisis sudah disiapkan tiga tahun yang lalu, sempat tidak bisa dibuka. “Akhirnya saya melakukan percepatan, di mana rintisannya sudah sejak pemerintahan sebelumnya. Saat ini masih uji coba dan Insyaallah akan kami buka awal Juli,” ujarnya.

Gus Ipul menyebutkan, ada warisan yang baik dari pemerintahan sebelumnya tinggal diteruskan. Salah satunya adalah capaian UHC atau Universal Health Coverage di mana 97 persen warga Kota Pasuruan sudah terdaftar di BPJS.

MENKOPOLHUKAM: Penandatanganan MoU hibah lahan lapas pengganti yang dilakukan Pemkot Pasuruan dan Kemenkum HAM.
TANGGAPI PENGADUAN: Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf dan Wawali Adi Wibowo melaunching e-Sambat 28 April lalu di Lapangan Ramapati FM.
AKSES INTERNET: Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf dan Wawali Adi Wibowo me-launching WiFi gratis di taman kota dan kantor pemerintahan untuk menunjang pembelajaran daring.
BERAGAM HIBURAN: Gerakan Bahagia agar warga tetap di Kota Pasuruan dilakukan dengan berbagai kegiatan mulai lomba esport, film pendek, poster, halal bihalal virtual, dan wayang virtual.
KEPENDUDUKAN: Launching inovasi layanan “Jalan Berdua” ditandai dengan pelepasan balon dan pemberangkatan armada ojek online di depan Kantor Dispendukcapil, Kota Pasuruan.
RESPONS CEPAT: Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf dan Wawali Adi Wibowo mengapresiasi Layanan PSC 119 yaitu sistem penanganan kegawatdaruratan terpadu yang terintegrasi dan berbasis call center 119.
TANGKAL VIRUS: Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf dan Wawali Adi Wibowo menggalakkan gerakkan senam caring untuk memperkuat imunitas tubuh.

WiFi Gratis di Seluruh Taman-Kantor Pemerintahan

Gus Ipul dan Mas Adi dalam 99 hari juga mendorong layanan langsung menyasar ke warga Kota pasuruan. Berbagai program diluncurkan yang bisa membantu percepatan khususnya menuju Kota Pasuruan Smart City.

Gus Ipul mengemukakan, Bersama Wawali Adi Wibowo, diluncurkan rintisan Smart City. Pada 20 Mei lalu sudah dilakukan penandatangan MoU dengan Kementrian Komunikasi dan Informasi. Beberapa program layanan digital yang diluncurkan mulai dari e-Sambat sampai WiFi gratis di Kota pasuruan.

e-Sambat yang merupakan aplikasi pengaduan online, memfasilitasi keluhan dan aspirasi layanan bagi masyarakat. “Untuk pengaduan harus menggunakan NIK supaya warga yang lapor tidak main-main. Kalau memang punya keluhan dan kritik, silahkan dengan menggunakan NIK dan nanti akan direspon dengan cepat,” ujarnya. Tujuh puluh persen pengaduan online yang masuk sudah langsung ditindaklanjuti oleh dinas terkait.

Sementara untuk WiFi gratis, kini bisa dinikmati di seluruh taman dan kantor pemerintahan. “Wifi gratis ini merupakan janji saya dan Mas Adi untuk mendukung pembelajaran daring,” ujarnya.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Pasuruan Kokoh Arie Hidayat menjelaskan, WiFi gratis tersebut diberikan dengan kapasitas maksimum transfer data 1,7 GB.

Gus Ipul-Mas Adi juga melaunching PSC 119 (Public Safety Center) yaitu sistem penanganan kegawat daruratan terpadu yang terintegrasi dan berbasis call center 119. Layanan Dinas Kesehatan ini sangat membantu warga yang memerlukan layanan ambulans dengan cepat atau layanan kesehatan dengan cepat.

Ada juga program Jalan Berdua. Program agar pasangan pengantin bisa langsung mendapatkan pelayanan status e-KTP baru dan penerbitan KK yang terpisah. Layanan dari Dispendukcapil yang bekerja dengan KUA ini dilatarbelakangi karena ada pasangan suami istri yang sudah menikah bertahun-tahun, tapi masih belum memiliki surat nikah.

“Implikasinya banyak, di antaranya mereka tidak bisa mendapatkan hak bantuan dari pemerintah. Saat kampanye, saya telusuri karena banyak yang protes. Ternyata banyak warga Kota Pasuruan yang sudah menikah, tapi tidak punya surat nikah. Akibatnya KK masih ikut orang tua,” jelas Gus Ipul. Lewat Program Jalan Berdua ini mempelai tidak perlu datang ke Kantor Dispendukcapil karena e-KTP dan KK baru akan diantar oleh ojek online ke rumah mempelai.

Dalam dunia pendidikan, Pemkot Pasuruan juga menyiapkan pembelajaran tatap muka dengan memastikan protokol kesehatan (prokes) sudah lengkap. Termasuk memberikan layananan swab gratis bagi santri yang akan kembali ke pondok. (eka/fun/*)

MOST READ

BERITA TERBARU

/