alexametrics
30.9 C
Probolinggo
Thursday, 29 July 2021

Copoti Reklame Tak Berizin dan Dipaku di Pohon

PASURUAN, Radar Bromo – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pasuruan menindak tegas praktik brutal pemasangan reklame di wilayah Kecamatan Pohjentrek. Selain tidak berizin, pemasang reklame liar itu tega memaku pepohonan di sepanjang jalan. Semua dicopoti, Selasa (15/6).

Penertiban berlangsung di wilayah Pohjentrek saja. Sekitar pukul 10.00, mobil Pol PP tiba. Mereka segera bergerak. Menurunkan banner, poster, spanduk, dan sebagainya di sepanjang jalan.

Koordinator Satpol PP Wilayah Selatan Kabupaten Pasuruan Saiful Hadi mengatakan, razia reklame liar itu merupakan penegakan perda. Pemilik memasang reklame seenaknya. Tidak punya izin dan tidak pada tempatnya.

Banner dipasang di pohon. Jelas itu tidak benar. Karena bisa membuat pohon mati,” katanya.

Saiful memerinci, total reklame liar yang disita mencapai 46 banner dan 4 spanduk. Macam-macam isinya. Di antaranya, 14 banner tentang terapi tinggi badan, 11 banner kavling tanah, 11 banner jual-beli HP, 13 banner SMK, 1 spanduk rokok, dan 1 spanduk SMK kesehatan. Yang paling lawas adalah dua spanduk ucapan Idul Fitri. Dipasang, tapi tidak dicopot sampai kemarin.

Banner hasil penertiban diserahkan ke Trantib Kecamatan Pohjentrek,” katanya.

Apa sanksi bagi pemasang reklame ngawur itu? Saiful mengatakan tidak ada. Satpol PP biasanya memberikan teguran kepada yang bersangkutan. Didatangi dan ditegur agar mengurusi izin. Mereka juga diingatkan agar tidak memaku reklame di pohon. ”Itu merusak lingkungan,” tegas Saiful. (sid/far)

PASURUAN, Radar Bromo – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pasuruan menindak tegas praktik brutal pemasangan reklame di wilayah Kecamatan Pohjentrek. Selain tidak berizin, pemasang reklame liar itu tega memaku pepohonan di sepanjang jalan. Semua dicopoti, Selasa (15/6).

Penertiban berlangsung di wilayah Pohjentrek saja. Sekitar pukul 10.00, mobil Pol PP tiba. Mereka segera bergerak. Menurunkan banner, poster, spanduk, dan sebagainya di sepanjang jalan.

Koordinator Satpol PP Wilayah Selatan Kabupaten Pasuruan Saiful Hadi mengatakan, razia reklame liar itu merupakan penegakan perda. Pemilik memasang reklame seenaknya. Tidak punya izin dan tidak pada tempatnya.

Banner dipasang di pohon. Jelas itu tidak benar. Karena bisa membuat pohon mati,” katanya.

Saiful memerinci, total reklame liar yang disita mencapai 46 banner dan 4 spanduk. Macam-macam isinya. Di antaranya, 14 banner tentang terapi tinggi badan, 11 banner kavling tanah, 11 banner jual-beli HP, 13 banner SMK, 1 spanduk rokok, dan 1 spanduk SMK kesehatan. Yang paling lawas adalah dua spanduk ucapan Idul Fitri. Dipasang, tapi tidak dicopot sampai kemarin.

Banner hasil penertiban diserahkan ke Trantib Kecamatan Pohjentrek,” katanya.

Apa sanksi bagi pemasang reklame ngawur itu? Saiful mengatakan tidak ada. Satpol PP biasanya memberikan teguran kepada yang bersangkutan. Didatangi dan ditegur agar mengurusi izin. Mereka juga diingatkan agar tidak memaku reklame di pohon. ”Itu merusak lingkungan,” tegas Saiful. (sid/far)

MOST READ

BERITA TERBARU