alexametrics
31.9 C
Probolinggo
Thursday, 29 July 2021

Atasi Banjir Jalan Gajah Mada, Pemkot Pasuruan Siapkan Rp 1,2 M

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Mengapa Jalan Gajah Mada selalu banjir kalau hujan? Sebab, posisinya lebih rendah daripada jalan-jalan di sekitarnya. Baik Jalan Panglima Sudirman, Jalan Erlangga, maupun Jalan Hasanudin. Pemkot Pasuruan berencana memperbaiki sistem drainase jalan tersebut. Anggarannya sekitar Rp 1,2 miliar.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan berencana mengusulkan anggaran Rp 1,2 miliar tersebut pada 2022. Kepala Dinas PUPR Gustap Purwoko menjelaskan, Jalan Gajah Mada memang lebih rendah daripada jalan lain di sekitarnya. Jadi, posisinya mirip cekungan. Kalau ada genangan, sulit surut.

Lebih-lebih, volume saluran drainase yang berada di sisi utara dan selatan jalan rata-rata tergolong kecil. Lebarnya tidak sampai 50 sentimeter. Solusinya, Dinas PU berencana membuat cross drain. Saluran air di bawah permukaan jalan. Pembuatannya direncanakan dilakukan pada 2022.

Detail engineering design (DED) sudah rampung tahun lalu. Semoga disetujui dan segera terealisasi pada 2022,” ungkap Gustap.

Dia menjelaskan, menurut DED, cross drain itu direncanakan memiliki panjang 500 meter dan lebar 80 sentimeter. Saluran tersebut bakal memanjang dari Jalan Gajah Mada hingga ke Kali Basin, di Kelurahan Kebonsari. Nah, agar sungai tidak meluap besar, Kali Basin juga akan dikeruk lebih dulu.

Menurut Gustap, sambil menunggu pekerjaan fisik cross drain, Dinas PU melakukan penanganan sementara. Genangan air di Jalan Gajah Mada disiasati dengan buka-tutup pintu air. Air yang menuju Jalan Gajah Mada diarahkan ke Sungai Ketempen kalau hujan deras.

”Kami melakukan penanganan sementara dulu,” sebut Gustap.

Kasubag Humas Polres Pasuruan Kota AKP Endy Purwanto menyatakan, polres kota sangat mengapresiasi langkah pemkot tersebut. Sebab, selama ini setiap kali hujan, jalan depan Mapolres Pasuruan Kota sering tergenang. Genangan bahkan sampai ke parkiran dan warung di seberang polres.

”Genangan itu sudah bertahun-tahun tidak ada solusi. Semoga segera ada penanganan agar pengguna jalan dan masyarakat bisa melintas dengan nyaman,” terang Endy. (riz/far)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Mengapa Jalan Gajah Mada selalu banjir kalau hujan? Sebab, posisinya lebih rendah daripada jalan-jalan di sekitarnya. Baik Jalan Panglima Sudirman, Jalan Erlangga, maupun Jalan Hasanudin. Pemkot Pasuruan berencana memperbaiki sistem drainase jalan tersebut. Anggarannya sekitar Rp 1,2 miliar.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan berencana mengusulkan anggaran Rp 1,2 miliar tersebut pada 2022. Kepala Dinas PUPR Gustap Purwoko menjelaskan, Jalan Gajah Mada memang lebih rendah daripada jalan lain di sekitarnya. Jadi, posisinya mirip cekungan. Kalau ada genangan, sulit surut.

Lebih-lebih, volume saluran drainase yang berada di sisi utara dan selatan jalan rata-rata tergolong kecil. Lebarnya tidak sampai 50 sentimeter. Solusinya, Dinas PU berencana membuat cross drain. Saluran air di bawah permukaan jalan. Pembuatannya direncanakan dilakukan pada 2022.

Detail engineering design (DED) sudah rampung tahun lalu. Semoga disetujui dan segera terealisasi pada 2022,” ungkap Gustap.

Dia menjelaskan, menurut DED, cross drain itu direncanakan memiliki panjang 500 meter dan lebar 80 sentimeter. Saluran tersebut bakal memanjang dari Jalan Gajah Mada hingga ke Kali Basin, di Kelurahan Kebonsari. Nah, agar sungai tidak meluap besar, Kali Basin juga akan dikeruk lebih dulu.

Menurut Gustap, sambil menunggu pekerjaan fisik cross drain, Dinas PU melakukan penanganan sementara. Genangan air di Jalan Gajah Mada disiasati dengan buka-tutup pintu air. Air yang menuju Jalan Gajah Mada diarahkan ke Sungai Ketempen kalau hujan deras.

”Kami melakukan penanganan sementara dulu,” sebut Gustap.

Kasubag Humas Polres Pasuruan Kota AKP Endy Purwanto menyatakan, polres kota sangat mengapresiasi langkah pemkot tersebut. Sebab, selama ini setiap kali hujan, jalan depan Mapolres Pasuruan Kota sering tergenang. Genangan bahkan sampai ke parkiran dan warung di seberang polres.

”Genangan itu sudah bertahun-tahun tidak ada solusi. Semoga segera ada penanganan agar pengguna jalan dan masyarakat bisa melintas dengan nyaman,” terang Endy. (riz/far)

MOST READ

BERITA TERBARU