alexametrics
25.4 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Satpol PP Pasuruan Imbau PKL Tak Layani Makan di Tempat

PURWOREJO, Radar Bromo – Kawasan Alun-alun dan Jalan Niaga Kota Pasuruan resmi dibuka sejak pekan ini. Meski begitu, Satpol PP Kota Pasuruan memastikan tetap tidak akan melenturkan kebijakan pengamanan untuk pencegahan Coronavirus Disease (Covid) 19 di Kota Pasuruan.

Salah satunya, Satpol PP tidak memperbolehkan pedagang kaki lima (PKL) melayani pembelian untuk makan di tempat. Pembeli diminta untuk membungkusnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kota Pasuruan Yanuar Afriansyah mengungkapkan, perlakuan dalam masa transisi ke new normal atau tahapan kehidupan baru tidak ada perubahan dengan sebelumnya. Pihaknya bakal tetap mengimbau masyarakat untuk memperhatikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan dalam penanganan Covid-19.

Seperti menggunakan masker maupun menyediakan hand sanitizer dan tempat cuci tangan bagi fasilitas umum seperti pusat perbelanjaan, rumah makan, ataupun toko. Sementara Satpol PP tetap melakukan monitoring pengamanan dan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kawasan alun-alun memang resmi dibuka sejak pekan ini, namun tetap akan kami monitor. Bila ada yang tidak mematuhi protokol kesehatan, tentu akan kami ingatkan dan imbau,” ungkap Yanuar.

Yanuar menjelaskan, untuk keberadaan PKL juga masih tetap aturannya. Mereka diperlakukan dengan penertiban sekaligus juga dengan rutin memberikan arahan agar menerapkan protokoler kesehatan. Mulai dari menjaga jarak aman hingga menggunakan masker bagi penjual dan masyarakat selama transaksi jual beli.

Termasuk PKL juga diimbau untuk tidak melayani makan di tempat dan hanya melayani take home atau dibawa pulang. “Kami rutin melakukan patroli setiap saat. Dan jika ada PKL yang melanggar seperti tetap menyediakan bangku atapun kursi untuk makan di tempat, tentu akan kami tindak. Dan bangku atapun kursi akan kami sita,” sebut Yanuar. (riz/mie)

PURWOREJO, Radar Bromo – Kawasan Alun-alun dan Jalan Niaga Kota Pasuruan resmi dibuka sejak pekan ini. Meski begitu, Satpol PP Kota Pasuruan memastikan tetap tidak akan melenturkan kebijakan pengamanan untuk pencegahan Coronavirus Disease (Covid) 19 di Kota Pasuruan.

Salah satunya, Satpol PP tidak memperbolehkan pedagang kaki lima (PKL) melayani pembelian untuk makan di tempat. Pembeli diminta untuk membungkusnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kota Pasuruan Yanuar Afriansyah mengungkapkan, perlakuan dalam masa transisi ke new normal atau tahapan kehidupan baru tidak ada perubahan dengan sebelumnya. Pihaknya bakal tetap mengimbau masyarakat untuk memperhatikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan dalam penanganan Covid-19.

Seperti menggunakan masker maupun menyediakan hand sanitizer dan tempat cuci tangan bagi fasilitas umum seperti pusat perbelanjaan, rumah makan, ataupun toko. Sementara Satpol PP tetap melakukan monitoring pengamanan dan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kawasan alun-alun memang resmi dibuka sejak pekan ini, namun tetap akan kami monitor. Bila ada yang tidak mematuhi protokol kesehatan, tentu akan kami ingatkan dan imbau,” ungkap Yanuar.

Yanuar menjelaskan, untuk keberadaan PKL juga masih tetap aturannya. Mereka diperlakukan dengan penertiban sekaligus juga dengan rutin memberikan arahan agar menerapkan protokoler kesehatan. Mulai dari menjaga jarak aman hingga menggunakan masker bagi penjual dan masyarakat selama transaksi jual beli.

Termasuk PKL juga diimbau untuk tidak melayani makan di tempat dan hanya melayani take home atau dibawa pulang. “Kami rutin melakukan patroli setiap saat. Dan jika ada PKL yang melanggar seperti tetap menyediakan bangku atapun kursi untuk makan di tempat, tentu akan kami tindak. Dan bangku atapun kursi akan kami sita,” sebut Yanuar. (riz/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/