alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Aliran di Wonorejo Didatangi MUI, Pengikutnya Enggan Bertaubat

WONOREJO, Radar Bromo- Pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Wonorejo dan Purwosari dan aparat jajaran Muspika sempat mendatangi sebuah warung di Desa Cobanblimbing. MUI dan Muspika mendatangi tempat itu untuk mengetahui motif dari aliran yang disebut-sebut sesat tersebut.

Dalam pertemuan Jumat (13/5) lalu, mereka bermaksud menyadarkan kelompok masyarakat yang ditengarai terjerumus dalam aliran menyimpang. Namun, pertemuan itu tidak membuahkan hasil.

Sebanyak empat laki-laki dan dua perempuan yang ada di tempat itu bersikeras dengan sikapnya. Tak hanya menolak ajakan bertaubat, kelompok tersebut bahkan menantang para tokoh yang datang untuk bertemu dengan Allah.

Ketua MUI Kabupaten Pasuruan K.H. Nurul Huda membenarkan kedatangannya ke tempat kelompok tersebut. “Memang benar kemarin itu istilahnya tabayun. Kami ingin memastikan,” katanya. Pihaknya bermaksud mengklarifikasi dugaan penyimpangan oleh kelompok tersebut.

Menurutnya, berdasarkan fakta-fakta yang ada dan hasil tabayun, memang ada dugaan kuat kelompok itu telah menyimpang dari ajaran agama. “Memang mengarah kesana. Melihat rekaman-rekaman videonya juga sudah jelas,” kata Nurul Huda. Kendati demikian, dia mengatakan sejauh ini MUI belum mengambil tindakan lebih jauh. Selain tabayun yang sudah dilakukan, Jumat (13/5) lalu.

“Tidak bisa tergesa-gesa dalam bersikap,” kata Nurul Huda. Dia mengaku akan lebih dulu membahas masalah itu dengan melibatkan berbagai unsur. Termasuk Tim Pakem (Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat). “Insyaallah Senin besok kami rapatkan. Keputusannya akan diambil dalam rapat itu,” ungkap Nurul Huda. (tom/fun)

WONOREJO, Radar Bromo- Pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Wonorejo dan Purwosari dan aparat jajaran Muspika sempat mendatangi sebuah warung di Desa Cobanblimbing. MUI dan Muspika mendatangi tempat itu untuk mengetahui motif dari aliran yang disebut-sebut sesat tersebut.

Dalam pertemuan Jumat (13/5) lalu, mereka bermaksud menyadarkan kelompok masyarakat yang ditengarai terjerumus dalam aliran menyimpang. Namun, pertemuan itu tidak membuahkan hasil.

Sebanyak empat laki-laki dan dua perempuan yang ada di tempat itu bersikeras dengan sikapnya. Tak hanya menolak ajakan bertaubat, kelompok tersebut bahkan menantang para tokoh yang datang untuk bertemu dengan Allah.

Ketua MUI Kabupaten Pasuruan K.H. Nurul Huda membenarkan kedatangannya ke tempat kelompok tersebut. “Memang benar kemarin itu istilahnya tabayun. Kami ingin memastikan,” katanya. Pihaknya bermaksud mengklarifikasi dugaan penyimpangan oleh kelompok tersebut.

Menurutnya, berdasarkan fakta-fakta yang ada dan hasil tabayun, memang ada dugaan kuat kelompok itu telah menyimpang dari ajaran agama. “Memang mengarah kesana. Melihat rekaman-rekaman videonya juga sudah jelas,” kata Nurul Huda. Kendati demikian, dia mengatakan sejauh ini MUI belum mengambil tindakan lebih jauh. Selain tabayun yang sudah dilakukan, Jumat (13/5) lalu.

“Tidak bisa tergesa-gesa dalam bersikap,” kata Nurul Huda. Dia mengaku akan lebih dulu membahas masalah itu dengan melibatkan berbagai unsur. Termasuk Tim Pakem (Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat). “Insyaallah Senin besok kami rapatkan. Keputusannya akan diambil dalam rapat itu,” ungkap Nurul Huda. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/