alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Bupati Rancang April Move Belanja dan Wisata DiPasuruanaja

PASURUAN, Radar Bromo – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pasuruan tidak mau menyerah. Bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan, mereka menggeber gerakan baru untuk mendongkrak kunjungan. Namanya, April Move.

Kamis (15/4), Disparbud menginisiatori rapat koordinasi untuk membahas gerakan tersebut. Tujuannya, menjaring aspirasi dan mematangkan April Move itu. Rapat digelar di perkantoran Bupati Pasuruan di Jalan Hayamuruk, Kota Pasuruan. Hadir beberapa perwakilan instansi, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta PHRI.

Baca Juga: Ada Larangan Mudik, Pengusaha Hotel di Pasuruan Menjerit

Menurut Abdi, wakil ketua PHRI, ide April Move tercetus karena keprihatinan tentang adanya larangan mudik dan perputaran uang secara global.  Selama kebijakan di rumah saja, keuangan warga Pasuruan banyak dibelanjakan di luar daerah. Agar uang tersebut bisa berputar di lokal Pasuruan, PHRI membuat gebrakan.

”April Move ini berlangsung sejak 6 April kemarin. Akan dilakukan sampai 6 Mei,” ungkapnya.

Dengan program tersebut, PHRI ingin mengangkat geliat usaha di daerah. Terutama UMKM, hotel, dan restoran serta sektor pariwisata secara luas. April Move ini program yang oleh lokal untuk lokal. Salah satunya, diskon khusus untuk warga Kabupaten dan Kota Pasuruan. Caranya, cukup menunjukan KTP Pasuruan dapat diskon.

Kepala Disparbud Kabupaten Pasuruan Eka Wara Brehaspati menambahkan,  untuk menyukseskan gerakan yang mengusung tagline DiPasuruanaja itu, ASN Pasuruan diinstruksikan untuk tidak keluar kota. Selama puasa dan Lebaran harus berada di Pasuruan. Membelanjakan uang di Pasuruan. Gerakan ini tidak hanya di Dinas Pariwisata.

”Semua OPD terlibat gerakan ini. Pak Bupati mengharapkan pariwisata Pasuruan berjalan baik dan meningkatan ekonomi masyarakat,” katanya.

Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan Diano Vella Fery menegaskan, tidak hanya ASN yang diwajibkan DiPasuruanaja. BUMD juga. Sudah ada komitmen untuk itu.  ”Kami juga mewajibkan BUMD untuk menyukseskan itu,” katanya.

Ketua PHRI Pasuruan Fuji Subagio berharap gerakan ini bisa berjalan dengan lancar dan sukses. Meski, sejatinya, dengan adanya gerakan ini pun dirinya masih ketir-ketir. ”Kami senang sekaligus khawatir. Khawatirnya yaitu karena ada regulasi mengenai Covid,” ungkapnya. (sid/far)

PASURUAN, Radar Bromo – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pasuruan tidak mau menyerah. Bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan, mereka menggeber gerakan baru untuk mendongkrak kunjungan. Namanya, April Move.

Kamis (15/4), Disparbud menginisiatori rapat koordinasi untuk membahas gerakan tersebut. Tujuannya, menjaring aspirasi dan mematangkan April Move itu. Rapat digelar di perkantoran Bupati Pasuruan di Jalan Hayamuruk, Kota Pasuruan. Hadir beberapa perwakilan instansi, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta PHRI.

Baca Juga: Ada Larangan Mudik, Pengusaha Hotel di Pasuruan Menjerit

Menurut Abdi, wakil ketua PHRI, ide April Move tercetus karena keprihatinan tentang adanya larangan mudik dan perputaran uang secara global.  Selama kebijakan di rumah saja, keuangan warga Pasuruan banyak dibelanjakan di luar daerah. Agar uang tersebut bisa berputar di lokal Pasuruan, PHRI membuat gebrakan.

”April Move ini berlangsung sejak 6 April kemarin. Akan dilakukan sampai 6 Mei,” ungkapnya.

Dengan program tersebut, PHRI ingin mengangkat geliat usaha di daerah. Terutama UMKM, hotel, dan restoran serta sektor pariwisata secara luas. April Move ini program yang oleh lokal untuk lokal. Salah satunya, diskon khusus untuk warga Kabupaten dan Kota Pasuruan. Caranya, cukup menunjukan KTP Pasuruan dapat diskon.

Kepala Disparbud Kabupaten Pasuruan Eka Wara Brehaspati menambahkan,  untuk menyukseskan gerakan yang mengusung tagline DiPasuruanaja itu, ASN Pasuruan diinstruksikan untuk tidak keluar kota. Selama puasa dan Lebaran harus berada di Pasuruan. Membelanjakan uang di Pasuruan. Gerakan ini tidak hanya di Dinas Pariwisata.

”Semua OPD terlibat gerakan ini. Pak Bupati mengharapkan pariwisata Pasuruan berjalan baik dan meningkatan ekonomi masyarakat,” katanya.

Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan Diano Vella Fery menegaskan, tidak hanya ASN yang diwajibkan DiPasuruanaja. BUMD juga. Sudah ada komitmen untuk itu.  ”Kami juga mewajibkan BUMD untuk menyukseskan itu,” katanya.

Ketua PHRI Pasuruan Fuji Subagio berharap gerakan ini bisa berjalan dengan lancar dan sukses. Meski, sejatinya, dengan adanya gerakan ini pun dirinya masih ketir-ketir. ”Kami senang sekaligus khawatir. Khawatirnya yaitu karena ada regulasi mengenai Covid,” ungkapnya. (sid/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/