alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Tujuh Desa di 3 Kecamatan di Kab Pasuruan Banjir

WINONGAN, Radar Bromo – Hujan deras yang turun pada Minggu (14/2) lalu tak hanya membuat wilayah Kota Pasuruan mengalami banjir. Di wilayah Kabupaten Pasuruan, banjir juga terjadi di tiga kecamatan. Bahkan hingga Senin (15/2) siang, banjir masih menggenangi permukiman.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, di tiga kecamatan yang terendam ada di wilayah timur. Di antaranya Kecamatan Winongan meliputi Desa Winongan Kidul, Desa Prodo dan Bandaran; Kecamatan Grati hanya satu desa yakni Desa Kedawung Kulon. Sedangkan di Kecamatan Rejoso terdapat tiga desa yakni Desa Sadengrejo, Desa Jarangan dan Kedungbako.

Lutfi, Salah seorang warga Prodo mengatakan, untuk banjir kali ini tidak separah sebelumnya. Banjir di desanya hanya menerjang satu dusun yakni Dusun Jetis. “Banjir tidak parah kayak yang sebelum sebelumnya,” katanya.

Banjir terjadi pada malam hari. Tiba-tiba air langsung menggenangi pemukiman. Banjir kali ini terjadi akibat luapan sungai di desa setempat. Ketinggian air bervariasi. Antara 40 sampai 30 sentimeter.

SEBELUM SURUT: Banjir yang terjadi di Desa Prodo, Kecamatan Winongan. (Foto: Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Kemarin sekitar pukul 11.00, genangan air masih ada di desanya. Meskipun begitu, air perlahan sudah mulai surut.

Hal senada juga diungkap Romadhon, warga Winongan Kidul. Menurutnya, genangan air terjadi sekitar pukul 23.00. Saat itu air langsung besar dan masuk ke pemukiman warga. Namun, karena sudah langganan, maka wargapun bersiap siap.

“Warga sudah siap dan hari ini (kemarin, Red) langsung dibersihkan. Untuk di daerah saya sudah tinggal sedikit,” jelasnya.

Ridwan Harris, Plt Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan mengatakan, untuk penyebab banjir pada kali ini murni akibat curah hujan yang tinggi. Menurutnya, banjir tidak sampai bertahan lama dan sudah berangsur angsur surut.

“Ini lebih disebabkan karena curah hujan yang tinggi. Kemarin itu kan hujan deras, karena tidak kuat menampung air maka air sungai meluap,” terangnya.

Mmeskipun membanjiri tiga kecamatan, kata Ridwan, tetapi dari pantauan BPBD, tidak ada fasilitas umum yang rusak. Menurutnya, warga sudah lebih siap dari pada sebelumnya. “Untuk fasum tidak ada yang rusak. Hanya rumah warga tergenang air. Dan sekarang sudah mulai surut,” tandasnya. (sid/fun)

WINONGAN, Radar Bromo – Hujan deras yang turun pada Minggu (14/2) lalu tak hanya membuat wilayah Kota Pasuruan mengalami banjir. Di wilayah Kabupaten Pasuruan, banjir juga terjadi di tiga kecamatan. Bahkan hingga Senin (15/2) siang, banjir masih menggenangi permukiman.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, di tiga kecamatan yang terendam ada di wilayah timur. Di antaranya Kecamatan Winongan meliputi Desa Winongan Kidul, Desa Prodo dan Bandaran; Kecamatan Grati hanya satu desa yakni Desa Kedawung Kulon. Sedangkan di Kecamatan Rejoso terdapat tiga desa yakni Desa Sadengrejo, Desa Jarangan dan Kedungbako.

Lutfi, Salah seorang warga Prodo mengatakan, untuk banjir kali ini tidak separah sebelumnya. Banjir di desanya hanya menerjang satu dusun yakni Dusun Jetis. “Banjir tidak parah kayak yang sebelum sebelumnya,” katanya.

Banjir terjadi pada malam hari. Tiba-tiba air langsung menggenangi pemukiman. Banjir kali ini terjadi akibat luapan sungai di desa setempat. Ketinggian air bervariasi. Antara 40 sampai 30 sentimeter.

SEBELUM SURUT: Banjir yang terjadi di Desa Prodo, Kecamatan Winongan. (Foto: Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Kemarin sekitar pukul 11.00, genangan air masih ada di desanya. Meskipun begitu, air perlahan sudah mulai surut.

Hal senada juga diungkap Romadhon, warga Winongan Kidul. Menurutnya, genangan air terjadi sekitar pukul 23.00. Saat itu air langsung besar dan masuk ke pemukiman warga. Namun, karena sudah langganan, maka wargapun bersiap siap.

“Warga sudah siap dan hari ini (kemarin, Red) langsung dibersihkan. Untuk di daerah saya sudah tinggal sedikit,” jelasnya.

Ridwan Harris, Plt Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan mengatakan, untuk penyebab banjir pada kali ini murni akibat curah hujan yang tinggi. Menurutnya, banjir tidak sampai bertahan lama dan sudah berangsur angsur surut.

“Ini lebih disebabkan karena curah hujan yang tinggi. Kemarin itu kan hujan deras, karena tidak kuat menampung air maka air sungai meluap,” terangnya.

Mmeskipun membanjiri tiga kecamatan, kata Ridwan, tetapi dari pantauan BPBD, tidak ada fasilitas umum yang rusak. Menurutnya, warga sudah lebih siap dari pada sebelumnya. “Untuk fasum tidak ada yang rusak. Hanya rumah warga tergenang air. Dan sekarang sudah mulai surut,” tandasnya. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/