alexametrics
29C
Probolinggo
Thursday, 22 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Pemindahan Tempat Karantina di Hotel Batal, Dewan Sarankan Ini

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PURWOREJO, Radar Bromo – Rencana Pemkot Pasuruan memindahkan lokasi karantina pasien Covid-19 di hotel, batal. DPRD meminta Pemkot segera mengambil langkah cepat berkaitan dengan tempat karantina. Sebab, hingga saat ini karantina masih berada di Gedung Gradika di kompleks rumah dinas wali kota.

R Imam Joko Sih Nugroho menyebut ada dua persoalan yang dihadapi terkait keberadaan rumah singgah Gradika. Pertama, soal kelayakan sarana dan prasarana didalamnya. Hal itu juga kerap disinggung dalam beberapa kesempatan.

“Kami masih sering mendengar keluhan pasien yang di sana. Mulai dari tempat tidur yang tidak layak, suplai makanan yang sering telat,” kata dewan dari fraksi PKS tersebut.

Karena itu, pihaknya meminta agar Pemkot lebih memperhatikan sarpras dan pelayanan di rumah singgah itu. Sebab, penanganan pasien yang dikarantina juga harus memperhatikan kondisi psikis mereka. Dikhawatirkan sarpras dan pelayanan yang buruk justru akan membuat pasien stres dan berakibat pada lamanya kesembuhan pasien sendiri.

“Kalau Pemkot ini itu, alasan kan bisa dicari. Tapi masyarakat tidak mau tahu dengan alasan-alasan. Mereka ingin dapat pelayanan yang baik,” jelasnya.

Kedua, soal rencana pemindahan tempat karantina. Menurut Imam, hal itu juga perlu segera dibicarakan dengan semua pihak. Terlebih Forkopimda. Pasalnya, Wali Kota Pasuruan terpilih, Saifullah Yusuf harus segera menempati rumah dinasnya yang berdekatan dengan Gedung Gradika.

“Pemindahan harus tetap dilakukan. Tapi yang terpenting sekarang ada good will dari Pemkot. Makanya kami minta langkah yang cepat, mudah dan murah,” katanya.

Dia mengakui, pemindahan tempat karantina memerlukan waktu tidak sebentar. Karena itu, Pemkot diminta segera memperbaiki sarpras rumah singgah lebih dulu. Sembari mempersiapkan pemindahan tempat karantina. “Saya kira kalau pelayanan dan sarprasnya diperbaiki sekarang, kapanpun dipindah lokasinya tidak ada masalah,” ujarnya.

Sebelumya, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pasuruan Kokoh Arie Hidayat menerangkan, rencana pemindahan tempat ke hotel batal. Sebab pihaknya mempertimbangkan soal efisiensi anggaran yang dikeluarkan pemerintah. “Prinsipnya tetap dipindahkan dari Gradika, tetapi bukan lagi di hotel nanti,” ungkapnya.

Karena itu, lokasi yang akan dipilih sebagai tempat karantina baru bakal memanfaatkan aset daerah. Dia mengatakan, anggaran yang semula dialokasikan untuk menyewa hotel akan digunakan untuk membenahi infrastruktur di aset daerah yang dijadikan tempat karantina.

Dia menambahkan Pemkot berupaya agar aset yang bakal dimanfaatkan untuk tempat karantina nantinya lebih representatif. Sehingga penanganan pasien lebih maksimal. (tom/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

PURWOREJO, Radar Bromo – Rencana Pemkot Pasuruan memindahkan lokasi karantina pasien Covid-19 di hotel, batal. DPRD meminta Pemkot segera mengambil langkah cepat berkaitan dengan tempat karantina. Sebab, hingga saat ini karantina masih berada di Gedung Gradika di kompleks rumah dinas wali kota.

R Imam Joko Sih Nugroho menyebut ada dua persoalan yang dihadapi terkait keberadaan rumah singgah Gradika. Pertama, soal kelayakan sarana dan prasarana didalamnya. Hal itu juga kerap disinggung dalam beberapa kesempatan.

“Kami masih sering mendengar keluhan pasien yang di sana. Mulai dari tempat tidur yang tidak layak, suplai makanan yang sering telat,” kata dewan dari fraksi PKS tersebut.

Mobile_AP_Half Page

Karena itu, pihaknya meminta agar Pemkot lebih memperhatikan sarpras dan pelayanan di rumah singgah itu. Sebab, penanganan pasien yang dikarantina juga harus memperhatikan kondisi psikis mereka. Dikhawatirkan sarpras dan pelayanan yang buruk justru akan membuat pasien stres dan berakibat pada lamanya kesembuhan pasien sendiri.

“Kalau Pemkot ini itu, alasan kan bisa dicari. Tapi masyarakat tidak mau tahu dengan alasan-alasan. Mereka ingin dapat pelayanan yang baik,” jelasnya.

Kedua, soal rencana pemindahan tempat karantina. Menurut Imam, hal itu juga perlu segera dibicarakan dengan semua pihak. Terlebih Forkopimda. Pasalnya, Wali Kota Pasuruan terpilih, Saifullah Yusuf harus segera menempati rumah dinasnya yang berdekatan dengan Gedung Gradika.

“Pemindahan harus tetap dilakukan. Tapi yang terpenting sekarang ada good will dari Pemkot. Makanya kami minta langkah yang cepat, mudah dan murah,” katanya.

Dia mengakui, pemindahan tempat karantina memerlukan waktu tidak sebentar. Karena itu, Pemkot diminta segera memperbaiki sarpras rumah singgah lebih dulu. Sembari mempersiapkan pemindahan tempat karantina. “Saya kira kalau pelayanan dan sarprasnya diperbaiki sekarang, kapanpun dipindah lokasinya tidak ada masalah,” ujarnya.

Sebelumya, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pasuruan Kokoh Arie Hidayat menerangkan, rencana pemindahan tempat ke hotel batal. Sebab pihaknya mempertimbangkan soal efisiensi anggaran yang dikeluarkan pemerintah. “Prinsipnya tetap dipindahkan dari Gradika, tetapi bukan lagi di hotel nanti,” ungkapnya.

Karena itu, lokasi yang akan dipilih sebagai tempat karantina baru bakal memanfaatkan aset daerah. Dia mengatakan, anggaran yang semula dialokasikan untuk menyewa hotel akan digunakan untuk membenahi infrastruktur di aset daerah yang dijadikan tempat karantina.

Dia menambahkan Pemkot berupaya agar aset yang bakal dimanfaatkan untuk tempat karantina nantinya lebih representatif. Sehingga penanganan pasien lebih maksimal. (tom/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2