alexametrics
26 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Jalan Menuju Wisata Banyubiru di Winongan Rusak Sampai Begini

WINONGAN, Radar Bromo – Selama musim hujan, sejumlah ruas jalan di Kabupaten Pasuruan kondisinya makin rusak. Salah satunya, kondisi jalan menuju wisata alam Banyubiru di Kecamatan Winongan.

Di sini, jalan utama menuju lokasi wisata rusak parah. Banyak dijumpai lubang jalan dengan ukuran besar hingga kecil. Dan di musim hujan seperti sekarang, lubang-lubang jalan itu pun digenangi air.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, jalan rusak terjadi sejak pertigaan Jalan Raya Bandaran menuju Jalan Raya Banyubiru. Masuk pertigaan Bandaran, kerusakan jalan sudah terasa. Banyak jalan berlubang dan aspal yang mengelupas.

Kondisi itu pun dikeluhkan oleh para pengguna jalan. Sebab, sudah lama jalan itu rusak. Dan selama musim hujan, kerusakan makin parah. Lubang-lubang jalan juga tergenang. Sehingga, membahayakan pengguna jalan.

Saifudin, seorang warga Banyubiru pengguna jalur tersebut mengatakan, jalan itu sudah lama rusak. Warga bahkan merasa bosan dengan kerusakan jalan itu.

“Masyarakat sudah bosan. Setiap musim hujan jalan makin rusak dan berlubang,” katanya.

Penyebab kerusakan jalan salah satunya, menurut Saifudin, karena lalu lalang truk tronton ukuran besar yang melebihi tonase jalan. Juga, disebabkan oleh curah hujan yang tinggi. Sehingga, jalan tergerus air.

“Saya mohon ada perbaikan agar masyarakat pengguna jalan tidak terganggu,” ungkapnya.

Menurutnya, perbaikan jalan harus dilakukan secara total. Jangan sampai perbaikan dilakukan hanya sebatas menutup jalan berlubang. Sebab, jalanan akan kembali rusak.

“Itu kan jalan wisata. Kalau bisa diperbaiki dengan maksimal. Kalau nanggung perbaikannya ya akan rusak lagi,” katanya.

Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Pasuruan Hanung Widya Sasangka menjelaskan, sebenarnya pada 2020 pihaknya sudah menganggarkan perbaikan jalan tersebut melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Namun karena pandemi dana itu di-refocusing.

“Pada tahun 2020 sudah dianggarkan di DAK. Tapi kemudian terkena refocusing,” katanya.

Tahun ini pihaknya kembali mengusulkan perbaikan jalan menuju Banyubiru. Namun kembali dicoret oleh pusat.

Karena itu, pihaknya bakal melakukan perbaikan dengan anggaran pemeliharaan rutin. Pemeliharaan akan dilakukan ketika hujan mulai reda.

“Kalau memang nanti tidak ada anggaran, maka akan kami lakukan perbaikan dengan pemeliharaan rutin. Itu nanti dilakukan setelah hujan reda,” tuturnya. (sid/hn/fun)

WINONGAN, Radar Bromo – Selama musim hujan, sejumlah ruas jalan di Kabupaten Pasuruan kondisinya makin rusak. Salah satunya, kondisi jalan menuju wisata alam Banyubiru di Kecamatan Winongan.

Di sini, jalan utama menuju lokasi wisata rusak parah. Banyak dijumpai lubang jalan dengan ukuran besar hingga kecil. Dan di musim hujan seperti sekarang, lubang-lubang jalan itu pun digenangi air.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, jalan rusak terjadi sejak pertigaan Jalan Raya Bandaran menuju Jalan Raya Banyubiru. Masuk pertigaan Bandaran, kerusakan jalan sudah terasa. Banyak jalan berlubang dan aspal yang mengelupas.

Kondisi itu pun dikeluhkan oleh para pengguna jalan. Sebab, sudah lama jalan itu rusak. Dan selama musim hujan, kerusakan makin parah. Lubang-lubang jalan juga tergenang. Sehingga, membahayakan pengguna jalan.

Saifudin, seorang warga Banyubiru pengguna jalur tersebut mengatakan, jalan itu sudah lama rusak. Warga bahkan merasa bosan dengan kerusakan jalan itu.

“Masyarakat sudah bosan. Setiap musim hujan jalan makin rusak dan berlubang,” katanya.

Penyebab kerusakan jalan salah satunya, menurut Saifudin, karena lalu lalang truk tronton ukuran besar yang melebihi tonase jalan. Juga, disebabkan oleh curah hujan yang tinggi. Sehingga, jalan tergerus air.

“Saya mohon ada perbaikan agar masyarakat pengguna jalan tidak terganggu,” ungkapnya.

Menurutnya, perbaikan jalan harus dilakukan secara total. Jangan sampai perbaikan dilakukan hanya sebatas menutup jalan berlubang. Sebab, jalanan akan kembali rusak.

“Itu kan jalan wisata. Kalau bisa diperbaiki dengan maksimal. Kalau nanggung perbaikannya ya akan rusak lagi,” katanya.

Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Pasuruan Hanung Widya Sasangka menjelaskan, sebenarnya pada 2020 pihaknya sudah menganggarkan perbaikan jalan tersebut melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Namun karena pandemi dana itu di-refocusing.

“Pada tahun 2020 sudah dianggarkan di DAK. Tapi kemudian terkena refocusing,” katanya.

Tahun ini pihaknya kembali mengusulkan perbaikan jalan menuju Banyubiru. Namun kembali dicoret oleh pusat.

Karena itu, pihaknya bakal melakukan perbaikan dengan anggaran pemeliharaan rutin. Pemeliharaan akan dilakukan ketika hujan mulai reda.

“Kalau memang nanti tidak ada anggaran, maka akan kami lakukan perbaikan dengan pemeliharaan rutin. Itu nanti dilakukan setelah hujan reda,” tuturnya. (sid/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/