alexametrics
24 C
Probolinggo
Sunday, 28 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Setahun, Sita 469 Reklame yang Melanggar di Kota Pasuruan

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Angka pelanggaran pemasangan reklame di pinggir jalanan Kota Pasuruan masih tinggi. Sepanjang tahun lalu, Satpol PP mengamankan 469 reklame yang melanggar aturan.

Kabid Kenteraman dan Ketertiban (Trantib) pada Satpol PP Kota Pasuruan Muhammad Nur Fadholi mengungkapkan, pihaknya rutin melakukan operasi untuk menegakkan perda. Salah satunya dalam pemasangan reklame. Dari operasi itu, masih ditemukan reklame yang tidak mengikuti aturan dan tidak berizin.

“Tahun lalu kami temukan 469 buah reklame tidak berizin. Ini naik dari tahun 2019 lalu. Kala itu kami menemukan 369 buah reklame yang tidak mengikuti aturan pemasangan,” ungkapnya.

Fadholi menjelaskan, reklame yang disita ini melakukan sejumlah pelanggaran. Mulai dari tidak mengantongi izin hingga dipasang di lokasi yang tidak diperbolehkan. Seperti di batang pohon atau di tempat umum seperti di dekat sekolah dan tempat peribadatan.

Pada reklame yang ditemukan melanggar itu, pihak petugas penegak perda pun langsung melakukan pencopotan paksa. Lalu reklame itu diamankan di Mako Satpol PP di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo.

Menurutnya, selama ini mayoritas reklame ini disita dari simpang empat Kebonagung dan Jalan Panglima Sudirman. Namun ada pula yang disita di Jalan Slagah, Jalan Pahlawan, dan Jalan dr Wahidin Sudirohusodo. Ini dimungkinkan karena lokasi setempat sangat strategis. Sehingga, kerap menjadi lokasi utama pemasangan reklame yang melanggar. (riz/mie)

Mobile_AP_Rectangle 1

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Angka pelanggaran pemasangan reklame di pinggir jalanan Kota Pasuruan masih tinggi. Sepanjang tahun lalu, Satpol PP mengamankan 469 reklame yang melanggar aturan.

Kabid Kenteraman dan Ketertiban (Trantib) pada Satpol PP Kota Pasuruan Muhammad Nur Fadholi mengungkapkan, pihaknya rutin melakukan operasi untuk menegakkan perda. Salah satunya dalam pemasangan reklame. Dari operasi itu, masih ditemukan reklame yang tidak mengikuti aturan dan tidak berizin.

“Tahun lalu kami temukan 469 buah reklame tidak berizin. Ini naik dari tahun 2019 lalu. Kala itu kami menemukan 369 buah reklame yang tidak mengikuti aturan pemasangan,” ungkapnya.

Mobile_AP_Half Page

Fadholi menjelaskan, reklame yang disita ini melakukan sejumlah pelanggaran. Mulai dari tidak mengantongi izin hingga dipasang di lokasi yang tidak diperbolehkan. Seperti di batang pohon atau di tempat umum seperti di dekat sekolah dan tempat peribadatan.

Pada reklame yang ditemukan melanggar itu, pihak petugas penegak perda pun langsung melakukan pencopotan paksa. Lalu reklame itu diamankan di Mako Satpol PP di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo.

Menurutnya, selama ini mayoritas reklame ini disita dari simpang empat Kebonagung dan Jalan Panglima Sudirman. Namun ada pula yang disita di Jalan Slagah, Jalan Pahlawan, dan Jalan dr Wahidin Sudirohusodo. Ini dimungkinkan karena lokasi setempat sangat strategis. Sehingga, kerap menjadi lokasi utama pemasangan reklame yang melanggar. (riz/mie)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2