Pos Pantau di Alun-alun Pasuruan Kurang Maksimal

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan telah mendirikan pos pantau di sisi barat Alun-alun Pasuruan. Pos ini ditujukan untuk bagi masyarakat yang ingin melaporkan kekurangan pelaksanaan parkir.

Namun dewan menilai keberadaan pos pantau ini tidak maksimal. Sehingga masyarakat pun kurang memahami fungsi dari pos pantau ini.

Anggota Komisi III DPRD Kota Pasuruan, Abdullah Junaedi mengungkapkan, pihaknya menilai pos pantau di Alun-alun Pasuruan ini tidak maksimal. Sebab ia melihat pos pantau ini kerap tidak dijaga oleh petugas. Selain itu tidak ada petunjuk fungsi dari pos pantau di sekitar lokasi. Ini membuat masyarakat tidak memahami fungsinya.

“Akibatnya tidak maksimal. Bisa saja ada masyarakat yang merasa kurang saat pelayanan parkir. Namun karena tidak tahu ada pos pantau ini jadi tidak melapor. Atau bisa jadi ingin melapor, namun di lokasi tidak ada petugas,”ungkapnya.

Anggota Fraksi PKB ini meminta agar Dishub lebih memperhatikan keberadaan pos pantau. Sehingga bisa dimaksimalkan. Misalnya Dishub bisa memasang banner di sekitar lokasi atau juga memasang pengeras suara untuk memberikan sosialisasi dan mengingatkan agar jukir tertib. Sekaligus memberikan informasi pada masyarakat jika merasa pelayanan kurang baik untuk melapor.

“Apalagi saat ini kan lagi pandemi. Ini bisa dimanfaatkan untuk mengingatkan masyarakat agar jaga jarak dan memakai masker. Jadi pos pantau ini bisa lebih maksimal. Intinya kalau bisa setiap saat ada yang standby di sini,” jelas Junaedi.

Sementara itu, Kabid Lalu Lintas (Lalin) pada Dishub Kota Pasuruan, Andriyanto menjelaskan pos pantau ini memang diperuntukkan bagi pelayanan masyarakat. Utamanya jika ada masyarakat yang merasa pelayanan parkir kurang. Pihaknya sendiri selalu men standby kan petugas secara bergantian selama jam kerja setiap harinya.

“Jadi, kalau memang ada yang dicurangi atau pelayanan parkir kurang bisa melapor. Tentu laporan akan kami proses. Kami sendiri rutin memberikan pemahaman pada jukir agar mereka tertib,” sebut Andri. (riz/fun)