Jumlah Keluarga Penerima PKH di Kota Pasuruan Bertambah

PURWOREJO, Radar Bromo – Di masa pandemi Covid-19, pemerintah pusat terus menggenjot bantuan sosial untuk mengatasi dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat. Terakhir, dengan menambah penerima bansos melalui program keluarga harapan (PKH).

Di Kota Pasuruan, ada 454 keluarga penerima manfaat (KPM) baru yang menerima bansos pada periode September lalu. “Sehingga total KPM saat ini sebanyak 5.860,” kata Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana di Dinas Sosial Kota Pasuruan Herry Pahlevi.

Meski jumlah penerima bansos bertambah, juga tetap mengacu pada komponen bantuan yang telah ditentukan. “Bantuan diberikan dengan tetap menyesuaikan tujuh komponen,” jelasnya.

Yaitu komponen ibu hamil dan anak di bawah 6 tahun mendapatkan bantuan Rp 250 ribu per bulan. Kemudian anak SD Rp 75 ribu, anak SMP Rp 125 ribu, dan anak SMA Rp 166 ribu. Sedangkan penerima bantuan dari komponen disabilitas berat dan lansia mendapatkan Rp 200 ribu.

“Pada periode September kemarin, total bantuan yang terealisasi sebesar Rp 1.389.542.000,” bebernya.

Tak berbeda dengan sebelumnya, penerima bansos di Kecamatan Panggungrejo cenderung lebih banyak. Jumlahnya 2.293. Sedangkan di Kecamatan Gadingrejo 1.463, di Kecamatan Purworejo 1.409 dan di Kecamatan Bugul Kidul hanya 695 KPM. “Kami juga memaksimalkan program pemberdayaan KPM,” ujarnya.

Melalui program itu, penerima bansos diharapkan bisa meningkatkan kualitas hidup. Yaitu dengan mengembangkan potensi ekonomi keluarga. Sehingga mereka tidak lagi menggantungkan salah satu penghasilan dari bansos.

“Ketika KPM sudah bisa meningkatkan kondisi ekonomi keluarga, akan diarahkan graduasi mandiri, tidak lagi menerima bantuan,” sebutnya.

Selain graduasi mandiri, kata Herry, bansos PKH juga bisa dicabut apabila mengalami graduasi alami. Hal itu dikarenakan komponen bantuannya sudah tidak berlaku. Misalnya warga yang sebelumnya menerima bansos karena komponen ibu hamil. Ketika sudah melahirkan, maka komponen bantuannya tidak berlaku lagi. (tom/fun)