alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Saturday, 25 September 2021

Tikungan Tajam di Andonosari Tutur Diperlebar

TUTUR, Radar Bromo – Tikungan tajam di Dusun Krajan Satu, Desa Andonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, mulai dilebarkan. Sebelumnya, tikungan ini dinilai terlalu tajam dan membahayakan. Padahal, jalur ini merupakan jalan kabupaten yang menghubungkan Tutur dengan Puspo.

Pelebaran dilakukan oleh Pemdes Andonosari dengan menggunakan anggaran dari Dana Desa (DD). Kades Andonosari Akhmad Pujianto mengatakan, pelebaran jalan itu merupakan usulan musrebangdes tahun lalu. Namun, baru sekarang bisa direalisasikan.

Harapannya, kendaraan bisa melintas lebih leluasa dan tidak membahayakan. Utamanya saat ada dua kendaraan atau lebih yang lewat bersamaan.

“Tikungan yang sempit dan tajam itu masuk jalan kabupaten. Karena itu, kami lebarkan dengan memanfaatkan lahan TKD yang ada di utara jalan. Biar leluasa bagi pengendara dan juga aman,” katanya.

Sebelum tikungan dilebarkan, pemdes lebih dulu membangun talud penahan jalan (TPT) dan drainase. Setelah selesai, sisa lahan yang ada diuruk dengan sirtu hingga padat. Kini setelah dilebarkan, jalan itu bisa dilalui motor, mobil, hingga truk.

“Saat ini permukaannya masih berupa tanah pasca diuruk rata dengan sirtu. Rencananya tahun depan dipasang paving,” katanya. (zal/hn)

TUTUR, Radar Bromo – Tikungan tajam di Dusun Krajan Satu, Desa Andonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, mulai dilebarkan. Sebelumnya, tikungan ini dinilai terlalu tajam dan membahayakan. Padahal, jalur ini merupakan jalan kabupaten yang menghubungkan Tutur dengan Puspo.

Pelebaran dilakukan oleh Pemdes Andonosari dengan menggunakan anggaran dari Dana Desa (DD). Kades Andonosari Akhmad Pujianto mengatakan, pelebaran jalan itu merupakan usulan musrebangdes tahun lalu. Namun, baru sekarang bisa direalisasikan.

Harapannya, kendaraan bisa melintas lebih leluasa dan tidak membahayakan. Utamanya saat ada dua kendaraan atau lebih yang lewat bersamaan.

“Tikungan yang sempit dan tajam itu masuk jalan kabupaten. Karena itu, kami lebarkan dengan memanfaatkan lahan TKD yang ada di utara jalan. Biar leluasa bagi pengendara dan juga aman,” katanya.

Sebelum tikungan dilebarkan, pemdes lebih dulu membangun talud penahan jalan (TPT) dan drainase. Setelah selesai, sisa lahan yang ada diuruk dengan sirtu hingga padat. Kini setelah dilebarkan, jalan itu bisa dilalui motor, mobil, hingga truk.

“Saat ini permukaannya masih berupa tanah pasca diuruk rata dengan sirtu. Rencananya tahun depan dipasang paving,” katanya. (zal/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU