alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Saturday, 25 September 2021

Duh, Sampah di Kali Tambak Lekok “Muncul” Lagi

LEKOK, Radar Bromo – Kotor bukan sembarang kotor. Kali Tambak Lekok, Kecamatan Lekok, dijejali beragam kotoran. Mulai limbah rumah tangga sampai kotoran sapi. Sepanjang sekitar 500 meter, aliran sungai mengeluarkan bau yang luar biasa tidak sedap. Busuk.

Jawa Pos Radar Bromo menyaksikan di lokasi, sampah dan kotoran sapi memenuhi aliran sungai. Dari Dusun Kampung Baru hingga Dusun Bon Tengah. Kata warga sekitar, sampah dan kotoran itu berasal dari desa-desa di bagian selatan Desa Tambak Lekok.

Warga bernama Eka Suprianto, 28, mengaku sudah sekitar 5 tahun tinggal di Tambak Lekok. Selama itu pula dirinya merasakan dampak kotornya aliran sungai tersebut. Sampah bahkan menghambat aliran sungai. Sebab, kotoran sapi sudah menumpuk sampai sedalam kira-kira 1 meter dari permukaan sungai.

”Kalau hujan pas dengan pasang air laut, biasanya sampah dan kotoran masuk rumah. Teras dan halaman rumah bau sekali,” ungkapnya.

Akhirnya Tumpukan Sampah di Sungai Tambaklekok Dikeruk Pakai Alat Berat

Menurut Fauzan, 55, warga lain, pemerintah desa pernah bekerja bakti membersihkan sungai. Bahkan, kepala desa sampai mengerahkan backhoe dan dump truck untuk bersih-bersih. Seminggu lamanya. Dia berharap segera ada solusi.

Dikonfirmasi soal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan Heru Farianto menyatakan sudah memprogramkan Project STOP di Lekok. Setiap rumah di masing-masing desa harus memiliki tempat sampah sendiri. Program itu sudah berjalan. Namun, DLH juga berharap masyarakat agar ikut menjaga lingkungan.

”Itu nanti untuk seluruh desa se-Kecamatan Lekok,” ujarnya. Untuk pengerukan sungai, pemerintah desa bisa mengajukan ke Dinas PU Sumber Daya Air (SDA) dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan.

LEKOK, Radar Bromo – Kotor bukan sembarang kotor. Kali Tambak Lekok, Kecamatan Lekok, dijejali beragam kotoran. Mulai limbah rumah tangga sampai kotoran sapi. Sepanjang sekitar 500 meter, aliran sungai mengeluarkan bau yang luar biasa tidak sedap. Busuk.

Jawa Pos Radar Bromo menyaksikan di lokasi, sampah dan kotoran sapi memenuhi aliran sungai. Dari Dusun Kampung Baru hingga Dusun Bon Tengah. Kata warga sekitar, sampah dan kotoran itu berasal dari desa-desa di bagian selatan Desa Tambak Lekok.

Warga bernama Eka Suprianto, 28, mengaku sudah sekitar 5 tahun tinggal di Tambak Lekok. Selama itu pula dirinya merasakan dampak kotornya aliran sungai tersebut. Sampah bahkan menghambat aliran sungai. Sebab, kotoran sapi sudah menumpuk sampai sedalam kira-kira 1 meter dari permukaan sungai.

”Kalau hujan pas dengan pasang air laut, biasanya sampah dan kotoran masuk rumah. Teras dan halaman rumah bau sekali,” ungkapnya.

Akhirnya Tumpukan Sampah di Sungai Tambaklekok Dikeruk Pakai Alat Berat

Menurut Fauzan, 55, warga lain, pemerintah desa pernah bekerja bakti membersihkan sungai. Bahkan, kepala desa sampai mengerahkan backhoe dan dump truck untuk bersih-bersih. Seminggu lamanya. Dia berharap segera ada solusi.

Dikonfirmasi soal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan Heru Farianto menyatakan sudah memprogramkan Project STOP di Lekok. Setiap rumah di masing-masing desa harus memiliki tempat sampah sendiri. Program itu sudah berjalan. Namun, DLH juga berharap masyarakat agar ikut menjaga lingkungan.

”Itu nanti untuk seluruh desa se-Kecamatan Lekok,” ujarnya. Untuk pengerukan sungai, pemerintah desa bisa mengajukan ke Dinas PU Sumber Daya Air (SDA) dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan.

MOST READ

BERITA TERBARU