alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Saturday, 25 September 2021

Bupati Ingatkan Kepala Sekolah Selalu Evaluasi Tatap Muka Terbatas

KEJAYAN, Radar Bromo – ”Rasanya sudah pasti bahagia. Karena bisa kembali bertemu dan berdiri memberikan sambutan di hadapan masyarakat. Lebih dari 1,5 tahun, semuanya dilakukan secara virtual atau daring.” Begitu ekspresi kangen Bupati Irsyad Yusuf kepada masyarakat.

Ucapan rindu Gus Irsyad –sapaan karib bupati– tersebut disampaikan saat bertemu kepala-kepala sekolah di SDN Ketangirejo 2, Desa Ketangi, Kecamatan Kejayan, Selasa (14/9). Inilah kali pertama bupati dua periode itu bertemu langsung dengan warganya dalam sebuah forum selama pandemi Covid-19.

Gus Irsyad mengawali kegiatan kemarin dengan naik sepeda (gowes) bersama dari kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) di Kejayan menuju SDN Ketangirejo 2. Pertemuan berlangsung di halaman sekolah tersebut dengan protokol kesehatan (prokes) ketat.

Kepada para kepala sekolah, Gus Irsyad menyampaikan beberapa poin penting. Di antaranya, pesan tentang pentingnya selalu menjaga prokes, peningkatan kemampuan informasi dan teknologi (IT) bagi pendidik dan anak didik, serta persiapan menyongsong peringatan Hari Jadi Ke-1092 Kabupaten Pasuruan.

Dalam pelaksanaan PTM, lanjut dia, memakai masker harus sudah menjadi kebiasaan. Selalu membawa hand sanitizer di saku atau tas, menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas yang tidak perlu. ”Saya minta semua kasek terus mengevaluasi siswa dan pegawai sekolah lainnya,” tegas Gus Irsyad.

Dia juga mengingatkan bahwa para kasek adalah manajer. Mereka harus bisa memanajemen pengelolaan anggaran dari bantuan operasional sekolah (BOS). Harus cakap dalam mengawasi pertanggungjawaban BOS. Dana tersebut digunakan untuk peningkatan mutu peserta didik. Juga kegiatan yang telah direncanakan.

”Pengelolaan dana BOS harus sesuai aturan. Jangan disalahgunakan,” tegasnya.

Khusus selama pandemi Covid-19 ini, Gus Irsyad mengaku selalu memendam keinginan untuk bertemu masyarakat. Turun ke desa-desa untuk mendengar keluh kesah langsung dari warga. Namun, keinginan tersebut harus ditahan karena pandemi. Tidak boleh ada kerumunan.

Pandemi belum berakhir. Kabupaten Pasuruan akan merayakan Hari Jadi Ke-1092 pada 18 September mendatang. Gus Irsyad mengajak masyarakat untuk selalu berdoa kepada Allah SWT. Berselawat kepada Rasulullah Muhammad SAW. ”Kita doakan Kabupaten Pasuruan menjadi daerah yang selalu aman, sejahtera, dan maslahat,” ucapnya. (sid/far)

KEJAYAN, Radar Bromo – ”Rasanya sudah pasti bahagia. Karena bisa kembali bertemu dan berdiri memberikan sambutan di hadapan masyarakat. Lebih dari 1,5 tahun, semuanya dilakukan secara virtual atau daring.” Begitu ekspresi kangen Bupati Irsyad Yusuf kepada masyarakat.

Ucapan rindu Gus Irsyad –sapaan karib bupati– tersebut disampaikan saat bertemu kepala-kepala sekolah di SDN Ketangirejo 2, Desa Ketangi, Kecamatan Kejayan, Selasa (14/9). Inilah kali pertama bupati dua periode itu bertemu langsung dengan warganya dalam sebuah forum selama pandemi Covid-19.

Gus Irsyad mengawali kegiatan kemarin dengan naik sepeda (gowes) bersama dari kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) di Kejayan menuju SDN Ketangirejo 2. Pertemuan berlangsung di halaman sekolah tersebut dengan protokol kesehatan (prokes) ketat.

Kepada para kepala sekolah, Gus Irsyad menyampaikan beberapa poin penting. Di antaranya, pesan tentang pentingnya selalu menjaga prokes, peningkatan kemampuan informasi dan teknologi (IT) bagi pendidik dan anak didik, serta persiapan menyongsong peringatan Hari Jadi Ke-1092 Kabupaten Pasuruan.

Dalam pelaksanaan PTM, lanjut dia, memakai masker harus sudah menjadi kebiasaan. Selalu membawa hand sanitizer di saku atau tas, menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas yang tidak perlu. ”Saya minta semua kasek terus mengevaluasi siswa dan pegawai sekolah lainnya,” tegas Gus Irsyad.

Dia juga mengingatkan bahwa para kasek adalah manajer. Mereka harus bisa memanajemen pengelolaan anggaran dari bantuan operasional sekolah (BOS). Harus cakap dalam mengawasi pertanggungjawaban BOS. Dana tersebut digunakan untuk peningkatan mutu peserta didik. Juga kegiatan yang telah direncanakan.

”Pengelolaan dana BOS harus sesuai aturan. Jangan disalahgunakan,” tegasnya.

Khusus selama pandemi Covid-19 ini, Gus Irsyad mengaku selalu memendam keinginan untuk bertemu masyarakat. Turun ke desa-desa untuk mendengar keluh kesah langsung dari warga. Namun, keinginan tersebut harus ditahan karena pandemi. Tidak boleh ada kerumunan.

Pandemi belum berakhir. Kabupaten Pasuruan akan merayakan Hari Jadi Ke-1092 pada 18 September mendatang. Gus Irsyad mengajak masyarakat untuk selalu berdoa kepada Allah SWT. Berselawat kepada Rasulullah Muhammad SAW. ”Kita doakan Kabupaten Pasuruan menjadi daerah yang selalu aman, sejahtera, dan maslahat,” ucapnya. (sid/far)

MOST READ

BERITA TERBARU